Blak-blakan! Eep Saefulloh: Nepotisme Adalah Legasi Jokowi yang Amat Sangat Terang Benderang

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 31 Januari 2025 | 13:58 WIB
Blak-blakan! Eep Saefulloh: Nepotisme Adalah Legasi Jokowi yang Amat Sangat Terang Benderang
Jokowi naik motor (Instagram)

Suara.com - Meski sudah lengser dari jabatannya sebagai kepala negara, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) masih tetap menjadi perhatian sejumlah kalangan, tak terkecuali pengamat politik, Eep Saefulloh Fatah.

Lewat siniar yang tayang di akun Youtube, Keep Talking pada Kamis (30/1/2025), Eep lantas mengulik sepak terjang Jokowi selama menjadi presiden dua periode.

Menurutnya, Jokowi secara gamblang menampilkan praktik nepotisme di akhir jabatannya sebagai presiden. Nepotisme yang dimaksud Eep adalah, Jokowi secara blak-blakan lebih cenderung menggunakan kekuasannya untuk kepentingan keluarganya.

Awalnya, Eep pun menyebutkan trilema menjadi orientasi kesetiaan Jokowi. Menurutnya, trilema itu adalah kesetiaan kepada bangsa, partai dan keluarga.

"Ternyata bukan dilema di antara kepentingan bangsa dan kepentingan partai itu yang dikelola Jokowi dan diatasi. Jokowi menjadikannya menjadi trilema. Ada lagi satu unsur lain yang bisa jadi sumber atau orientasi
kesetiaan keluarga. Bangsa, partai, keluarga," ungkap Eep dikutip Suara.com, Jumat (31/1/2025).

Foto anak-anak dan menantu Jokowi dan Iriana (X)
Foto anak-anak dan menantu Jokowi dan Iriana (X)

Eep menilai, Jokowi bukan mengatasi masalah dilema antara partai dan negara, tetapi dianggap lebih cenderung menggunakan kekuasannya untuk melindungi keluarganya. Lantaran dianggap orientasi kekuasaannya untuk kepentingan keluarga, Eep pun menyebut jika Jokowi secara terang-terangan telah melakukan nepotisme selama berkuasa.

Pengamat politik Eep Saefullah Fatah. (Tangkapan layar/Youtube)
Pengamat politik Eep Saefullah Fatah. (Tangkapan layar/Youtube)

"Di ujung kekuasaannya orang diberitahu dengan amat sangat tegas dan terang benderang bahwa dia (Jokowi) ternyata lebih bersetia kepada keluarga," beber Eep.

"Nepotisme adalah legasi Jokowi yang amat sangat terang benderang. Dan nepotisme berkaitan dengan loyalitas seseorang, seorang pejabat publik kepada keluarganya sehingga keistimewaan diberikan kepada keluarganya," sambungnya.

Lantaran disebut sebagai legasinya selama menjadi pemimpin negara, Eep pun menyebut jika praktik nepotisme itu pun menjadi tragedi untuk Jokowi.

baca juga

"Itulah tragedi Jokowi dan wajar kalau kemudian tragedi itu membawa saya pada kecemasan yang tadi saya sebutkan," ujar Eep.

Lebih lanjut, Eep menyoroti aktivitas politik Jokowi usai lengser dari jabatan presiden. Diketahui, Jokowi terang-terangan mendukung sejumlah pasangan calon yang maju di Pilkada 2024. Di antaranya, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pilkada Jawa Tengah dan mantan Calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil alias RK.

Terkait keterlibatan Jokowi menjadi tim sukses paslon setelah purnatugas sebagai kepala negara. Aktivitas politik itu pun justru dianggap menjatuhkan kewibawaan Jokowi sebagai mantan presiden.

"Pada kasus Jokowi kita menghadapi satu kecemasan yang lebih besar bahwa ia bukannya meluaskan cakrawala tetapi melanjutkan orientasi yang sudah sangat sempit," ungkapnya.

Selain itu, Eep juga menyinggung lagi soal nama Jokowi yang masuk nominasi tokoh terkorup di dunia 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Meski menerima penilain buruk di mata jaringan jurnalis global, Eep masih berharap Jokowi bisa mengubah citranya untuk bisa berani mengkampanyekan isu pemberantasan korupsi di pemerintahan.

Maka, menurut Eep citra buruk Jokowi yang sempat digadang oleh OCCRP sebagai tokoh terkorup di dunia itu bisa tenggelam dengan sendirinya.

"Yang ingin saya bilang adalah menjadi mantan presiden dalam posisi seperti itu tentu tidak menyenangkan. Tetapi alangkah indahnya jika yang kita saksikan adalah Jokowi mengubah positioning-nya atau mereposisi dirinya dan selepas menjadi presiden, ia menjadi orang yang peduli pada isu-isu korupsi pemerintahan yang bersih dan pemberantasan korupsi," harap Eep.

"Bayangkan kalau kemudian itu ia lakukan maka laporan yang keluar di tahun 2025 dari OCCRP akan tenggelam tanpa bekas," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koar-koar Minta Hemat Anggaran tapi Kabinet Gemuk, Prabowo Ditantang Copot Menteri Tak Becus Kerja

Koar-koar Minta Hemat Anggaran tapi Kabinet Gemuk, Prabowo Ditantang Copot Menteri Tak Becus Kerja

News | Jum'at, 31 Januari 2025 | 13:37 WIB

Tantang Kabinet Prabowo Berhemat usai Pangkas Anggaran, Rocky Gerung Sindir Pejabat Masih 'Ngeong-ngeong' di Jalan Raya

Tantang Kabinet Prabowo Berhemat usai Pangkas Anggaran, Rocky Gerung Sindir Pejabat Masih 'Ngeong-ngeong' di Jalan Raya

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 18:20 WIB

Mahfud MD ke Prabowo: Benang Merah Mafia Tanah dan Laut Mudah Dibaca, Tugas Bapak Sangat Berat

Mahfud MD ke Prabowo: Benang Merah Mafia Tanah dan Laut Mudah Dibaca, Tugas Bapak Sangat Berat

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 14:05 WIB

Curigai Motif Prabowo Pamer Borong Buku, Rocky Gerung Sindir Jokowi: Buku Sumber Gagasan, Bukan Gorong-gorong!

Curigai Motif Prabowo Pamer Borong Buku, Rocky Gerung Sindir Jokowi: Buku Sumber Gagasan, Bukan Gorong-gorong!

News | Minggu, 26 Januari 2025 | 17:50 WIB

Terkini

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Riau | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

×