Kisah Pilu Ibu di Gaza Putus Asa setelah Rumahnya Hancur Lebur Akibat Serangan Israel: Kematian Lebih Baik

Bella Suara.Com
Sabtu, 01 Februari 2025 | 14:52 WIB
Kisah Pilu Ibu di Gaza Putus Asa setelah Rumahnya Hancur Lebur Akibat Serangan Israel: Kematian Lebih Baik
Mesir menyatakan siap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza setelah tercapainya harapan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Manal al-Harsh, 36 tahun, kembali ke rumahnya di Jabalia, Gaza utara, setelah gencatan senjata yang memberi sedikit jeda dari serangan Israel. Namun, kepulangannya justru menyisakan kepedihan. Rumahnya hancur, dan ia harus menghadapi kenyataan pahit di tengah reruntuhan yang penuh dengan tikus dan anjing yang mengais-ngais.

Meskipun gencatan senjata memberikan sedikit ketenangan, al-Harsh dan keluarganya tetap merasa cemas, terutama saat malam tiba. "Kami tidur di sini, tetapi kami tidak tidur. Kami takut seseorang akan mendatangi kami," ungkapnya, menambahkan bahwa tidur terasa mustahil di tengah ketakutan yang mencekam.

Ia mencoba mencari pakaian untuk anak-anaknya di antara puing-puing rumah yang hancur, namun usahanya sia-sia.

"Semuanya robek. Tidak ada yang bagus. Sebanyak yang kami lakukan, sebanyak yang kami ambil, semuanya hanyalah batu," katanya dengan suara penuh keputusasaan.

Setelah berbulan-bulan mengungsi, al-Harsh kini tinggal di tenda darurat yang ia buat dari selimut bekas. Namun, kondisi yang sangat sulit dan mahal di daerah yang hancur membuatnya semakin tertekan.

"Kami tinggal di sini, tetapi kami takut pada tikus dan segala sesuatu di sekitar kami. Tidak ada tempat untuk tinggal. Kami punya anak. Sulit," tambahnya, dengan hati-hati melangkah di atas puing-puing rumahnya yang rusak.

Banyak warga Palestina yang kembali ke rumah mereka di Gaza, hanya untuk menemukan kehancuran total setelah lebih dari 15 bulan pertempuran. Bagi al-Harsh, kehidupan yang semula penuh harapan kini berubah menjadi perjuangan berat untuk bertahan hidup, dengan sedikit harapan untuk masa depan.

"Kematian lebih baik," ujarnya, suara penuh kepasrahan.

Baca Juga: Tukar Tahanan: Israel Bebaskan 90 Narapidana Palestina, Hamas Bebaskan 3 Sandera

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI