Kasus Penganiayaan Pegawai Ritel di Pasar Minggu Berakhir Damai, Polisi: Proses Hukum Profesional

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:47 WIB
Kasus Penganiayaan Pegawai Ritel di Pasar Minggu Berakhir Damai, Polisi: Proses Hukum Profesional
Ilustrasi- penganiayaan dan pengeroyokan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
baca 10 detik
  • Kasus dugaan penganiayaan pegawai toko ritel di Ampera Raya berakhir damai setelah mediasi kedua belah pihak sepakat beritikad baik.
  • Pelaku telah meminta maaf terbuka dan berjanji mengganti kerugian material akibat insiden tabrak lari awal kejadian.
  • Polres Metro Jakarta Selatan tetap memproses hukum kasus ini secara profesional karena bukan merupakan delik aduan.

Suara.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai toko ritel di kawasan Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, yang sempat viral di media sosial, kini memasuki babak baru. Kedua belah pihak resmi menyatakan sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan setelah menempuh proses mediasi.

Dalam sebuah rekaman video yang diterima, pihak terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban berinisial Y. Ia mengakui kekhilafannya yang bermula dari insiden lalu lintas hingga berujung pada keributan dan kerugian bagi para pegawai ritel.

"Bahwa benar telah terjadi suatu peristiwa berupa penabrakan kendaraan mobil yang dikemudikan oleh saya terhadap sepeda motor milik Mas Yoga. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka," ujar pria tersebut saat membacakan surat pernyataan damai dikutip dari akun Instagram @viraljakartaselatan.

Ia juga mengakui adanya intimidasi atau kekerasan yang sempat terjadi akibat kesalahpahaman. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial, pelaku berkomitmen mengganti seluruh kerugian material yang timbul.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban atas ketidaknyamanan dan kerugian yang timbul. Segala bentuk kerugian akan saya ganti keseluruhan dan diselesaikan secara kekeluargaan," tambahnya.

Polisi Tetap Kedepankan Profesionalisme

Meski kedua belah pihak telah menunjukkan iktikad baik untuk berdamai, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai koridor yang berlaku. Hal ini dikarenakan perkara tersebut bukan merupakan delik aduan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Putu Yuri Setiawan, menyatakan pihaknya memfasilitasi ruang mediasi bagi kedua belah pihak, namun tetap memantau perkembangan kasus ini secara profesional.

“Jadi memang untuk yang di Pasar Minggu itu kejadiannya ada, dari pihak sana (terduga pelaku) ada upaya untuk mediasi. Kita dari Polres masih profesional saja,” ujar Putu saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

baca juga

Putu menambahkan bahwa kesepakatan damai harus didasari pada prinsip keadilan bagi kedua belah pihak. Hingga saat ini, proses pembicaraan mengenai ganti rugi material masih terus berjalan.

“Upaya (permintaan maaf) itu ada, mereka masih berproses karena ada kerugian yang ditimbulkan. Mungkin itu masih dibicarakan sama mereka. Kita fasilitasi, kita mediasi, persilakan mereka. Tapi langkah profesional tetap, karena itu bukan delik aduan,” tegasnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (31/1/2026) dini hari di area parkir sebuah toko ritel di Jalan Ampera Raya. Insiden dipicu oleh sebuah mobil yang menabrak sepeda motor terparkir. Saat pemilik motor meminta pertanggungjawaban, situasi justru memanas setelah sekelompok orang yang diduga keluarga pengemudi datang ke lokasi.

Kericuhan pun pecah hingga terekam kamera CCTV dan ponsel warga. Dalam video yang viral, sejumlah pegawai ritel tampak menjadi sasaran kemarahan dan kekerasan fisik.

Awalnya, para korban dikabarkan enggan melapor ke pihak kepolisian karena merasa khawatir akan adanya aksi susulan, sebelum akhirnya proses mediasi ini terlaksana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks

Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 08:19 WIB

Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam

Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:45 WIB

4 Fakta Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Banser

4 Fakta Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Banser

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:03 WIB

Viral Warga Ngamuk di Polsek Cilandak, Hasil BAP Penganiayaan Berubah Jadi Kasus Narkoba

Viral Warga Ngamuk di Polsek Cilandak, Hasil BAP Penganiayaan Berubah Jadi Kasus Narkoba

Entertainment | Senin, 02 Februari 2026 | 14:26 WIB

Video Viral Pegawai Ritel Dianiaya di Pasar Minggu, Polisi Masih Tunggu Laporan Korban

Video Viral Pegawai Ritel Dianiaya di Pasar Minggu, Polisi Masih Tunggu Laporan Korban

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:10 WIB

Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar

Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar

News | Senin, 02 Februari 2026 | 09:46 WIB

Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari

Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari

News | Senin, 02 Februari 2026 | 08:31 WIB

Terkini

Jangan Sepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Cat Mobil Baret dan Cara Mencegahnya

Jangan Sepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Cat Mobil Baret dan Cara Mencegahnya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:53 WIB

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:50 WIB

Sampai Harus Rawat Inap, Berikut Kondisi Shin Tae-yong yang Sedang Sakit

Sampai Harus Rawat Inap, Berikut Kondisi Shin Tae-yong yang Sedang Sakit

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB

Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?

Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB

Ekspor Nonmigas RI Tembus 212,27 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Nikel & CPO

Ekspor Nonmigas RI Tembus 212,27 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Nikel & CPO

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:46 WIB

5 Polisi Narkoba Diduga Pesta Sabu di Depok, Kompolnas Sebut Atasan Lalai Awasi Anak Buahnya: Harus Bertanggung Jawab!

5 Polisi Narkoba Diduga Pesta Sabu di Depok, Kompolnas Sebut Atasan Lalai Awasi Anak Buahnya: Harus Bertanggung Jawab!

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:45 WIB

Paspor Indonesia Bebas Visa ke Mana Saja? Ini Daftar Negara yang Bisa Dikunjungi

Paspor Indonesia Bebas Visa ke Mana Saja? Ini Daftar Negara yang Bisa Dikunjungi

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:45 WIB

Berapa Tarif Raffi Ahmad Jadi BA? Kontrak Dilepas Brand Besar usai Kontroversi

Berapa Tarif Raffi Ahmad Jadi BA? Kontrak Dilepas Brand Besar usai Kontroversi

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 11:42 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

×