Ribuan Demonstran Bakar Rumah Tokoh Pendiri Bangladesh, Sheikh Hasina Serukan Perlawanan

Bella Suara.Com
Kamis, 06 Februari 2025 | 12:09 WIB
Ribuan Demonstran Bakar Rumah Tokoh Pendiri Bangladesh, Sheikh Hasina Serukan Perlawanan
Kerusuhan di Bangladesh (Dok. Reuters)

Suara.com - Ketegangan politik di Bangladesh kembali memuncak setelah ribuan demonstran membakar rumah tokoh pendiri negara itu, Sheikh Mujibur Rahman, pada Rabu malam. Insiden ini terjadi bersamaan dengan pidato daring mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang menyerukan pendukungnya untuk melawan pemerintahan sementara yang kini berkuasa.

Saksi mata melaporkan bahwa ribuan pengunjuk rasa, beberapa di antaranya bersenjatakan tongkat dan alat berat seperti crane serta ekskavator, berkumpul di sekitar rumah bersejarah dan monumen kemerdekaan Bangladesh.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan yang disebut sebagai "Bulldozer Procession", yang bertujuan untuk mengganggu pidato Hasina yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 21.00 waktu setempat.

Kelompok "Students Against Discrimination", yang menjadi motor utama demonstrasi ini, mengungkapkan kemarahan mereka terhadap pernyataan Hasina. Mereka menilai bahwa pidato tersebut merupakan bentuk tantangan terhadap pemerintahan sementara yang dipimpin oleh peraih Nobel, Muhammad Yunus.

Ketegangan politik di Bangladesh terus meningkat sejak Agustus 2024, ketika gelombang protes besar-besaran memaksa Hasina melarikan diri ke India. Sejak itu, pemerintahan sementara menghadapi kesulitan dalam menjaga stabilitas negara akibat berbagai aksi protes dan kerusuhan yang masih berlangsung.

Para demonstran menargetkan berbagai simbol kekuasaan Hasina, termasuk rumah Sheikh Mujibur Rahman, yang telah menjadi museum untuk mengenang peran sang tokoh dalam perjuangan kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan pada 1971.

Rumah tersebut juga menyimpan sejarah kelam bagi keluarga Hasina, karena pada tahun 1975, Mujibur Rahman beserta sebagian besar keluarganya dibunuh di lokasi tersebut. Hasina yang berhasil selamat kemudian mengubah bangunan itu menjadi situs penghormatan bagi warisan politik ayahnya.

"Mereka bisa menghancurkan sebuah bangunan, tetapi tidak sejarah. Sejarah akan menuntut balas," ujar Hasina dalam pidatonya yang disiarkan secara daring.

Dalam kesempatan yang sama, Hasina menuduh pemerintahan sementara merebut kekuasaan secara inkonstitusional dan mendesak rakyat Bangladesh untuk bangkit melawan.

Baca Juga: Cek Fakta: Virus HMPV Sebabkan Kerusuhan di China

Sementara itu, gerakan mahasiswa yang menjadi tulang punggung demonstrasi berencana untuk menghapus Konstitusi 1972 yang mereka anggap sebagai peninggalan kekuasaan dinasti Hasina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI