Netanyahu Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Perang Gaza Berlanjut!

Bella

Rabu, 12 Februari 2025 | 06:27 WIB
Netanyahu Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Perang Gaza Berlanjut!
Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu. [ANTARA/Anadolu/Abdülhamid Hoşbaş]

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan mengakhiri gencatan senjata di Gaza jika kelompok Hamas tidak membebaskan para sandera Israel sebelum Sabtu siang. Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel siap melanjutkan serangan hingga Hamas dikalahkan sepenuhnya.

“Sehubungan dengan keputusan Hamas untuk melanggar perjanjian dan tidak membebaskan sandera kami, tadi malam saya memerintahkan (militer Israel) untuk mengumpulkan pasukan di dalam dan sekitar Jalur Gaza,” kata Netanyahu setelah rapat kabinet keamanan.

“Operasi ini sedang berlangsung saat ini dan akan segera diselesaikan,” tambahnya dalam pernyataan resmi.

Sejumlah Warga Palestina menunggu pasokan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, baru-baru ini. (ANTARA/Xinhua/Yasser Qudih.)
Sejumlah Warga Palestina menunggu pasokan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, baru-baru ini. (ANTARA/Xinhua/Yasser Qudih.)

Tidak lama setelah pernyataan Netanyahu, Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata dan menuding Israel bertanggung jawab atas segala keterlambatan atau komplikasi yang terjadi.

Presiden AS Donald Trump, memperingatkan bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera sebelum Sabtu tengah hari, atau ia akan mengusulkan pembatalan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 19 Januari.

“Hamas harus mengembalikan sandera kami sebelum Sabtu siang – jika tidak, gencatan senjata akan berakhir dan (militer Israel) akan kembali berperang secara intensif sampai Hamas benar-benar dikalahkan,” ujar Netanyahu.

Belum jelas apakah Netanyahu menuntut pembebasan semua sandera yang masih ditahan atau hanya mereka yang dijadwalkan untuk dibebaskan pada hari Sabtu.

Hamas sebelumnya menyatakan telah membebaskan beberapa sandera secara bertahap dalam fase pertama gencatan senjata, tetapi pada Senin mengumumkan bahwa mereka tidak akan membebaskan sandera tambahan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hamas menuding Israel melanggar ketentuan perjanjian dengan melakukan penembakan mematikan dan menahan beberapa pengiriman bantuan ke Gaza.

Menanggapi pernyataan Trump, seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa sandera Israel hanya bisa dibebaskan jika gencatan senjata dihormati oleh kedua belah pihak.

baca juga

“Trump harus ingat bahwa ada perjanjian yang harus dihormati oleh kedua pihak, dan ini satu-satunya cara untuk mengembalikan para tahanan Israel. Bahasa ancaman tidak ada nilainya dan hanya memperumit situasi,” ujar Sami Abu Zuhri, pejabat senior Hamas, kepada Reuters.

Israel membantah telah menahan bantuan kemanusiaan dan menyatakan bahwa pasukannya hanya menembak orang-orang yang mengabaikan peringatan agar tidak mendekati posisi militer Israel.

Gaza, yang merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia, telah mengalami kehancuran besar akibat ofensif militer Israel sejak Oktober 2023. Wilayah ini mengalami kelangkaan makanan, air, dan tempat tinggal, serta membutuhkan miliaran dolar dalam bantuan internasional.

Sementara itu, Trump telah memicu kemarahan Palestina dan dunia Arab dengan usulan kontroversialnya untuk menjadikan Gaza sebagai “Riviera Timur Tengah” dengan menggusur lebih dari dua juta penduduknya. Langkah ini dikritik keras karena dianggap melanggar hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa 1949, yang melarang pengusiran paksa populasi di bawah pendudukan militer.

Penduduk Gaza yang diwawancarai Reuters mengutuk ancaman Trump untuk membiarkan “neraka pecah” jika sandera tidak dibebaskan.

“Neraka yang lebih buruk dari apa yang sudah kami alami? Pembunuhan, kehancuran, semua praktik dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah terjadi di Jalur Gaza belum pernah terjadi di tempat lain di dunia,” kata Jomaa Abu Kosh, seorang warga Rafah, Gaza Selatan, di tengah reruntuhan rumah-rumah yang hancur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raja Yordania Tolak Mentah-Mentah Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza

Raja Yordania Tolak Mentah-Mentah Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 06:12 WIB

Kelompok Palestina Sebut Rencana Trump Rebut Gaza Sebagai Ancaman Perang

Kelompok Palestina Sebut Rencana Trump Rebut Gaza Sebagai Ancaman Perang

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 20:11 WIB

PBB Desak Gencatan Senjata Gaza Dipertahankan, Cegah Tragedi Berulang

PBB Desak Gencatan Senjata Gaza Dipertahankan, Cegah Tragedi Berulang

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 19:51 WIB

Trump Ancam Stop Bantuan, Mesir Desak Rekonstruksi Gaza Tanpa Penggusuran

Trump Ancam Stop Bantuan, Mesir Desak Rekonstruksi Gaza Tanpa Penggusuran

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 04:10 WIB

Larangan Transgender di Militer AS: Kontroversi Trump Berlanjut

Larangan Transgender di Militer AS: Kontroversi Trump Berlanjut

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 03:30 WIB

Balas Dendam Elegan! Denmark Galang Dana Triliunan Dolar untuk Beli California dari Trump

Balas Dendam Elegan! Denmark Galang Dana Triliunan Dolar untuk Beli California dari Trump

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 18:40 WIB

Kontroversial! Trump Tawarkan Beli Gaza, Warga Palestina Diminta Pindah!

Kontroversial! Trump Tawarkan Beli Gaza, Warga Palestina Diminta Pindah!

Video | Selasa, 11 Februari 2025 | 19:05 WIB

Trump Klaim Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza

Trump Klaim Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 17:18 WIB

Google Ikuti Trump, Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika

Google Ikuti Trump, Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika

News | Selasa, 11 Februari 2025 | 17:06 WIB

Makin Panas! Uni Eropa Siap Balas Tarif Dagang Donald Trump

Makin Panas! Uni Eropa Siap Balas Tarif Dagang Donald Trump

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 05:15 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB