Israel Perpanjang Pendudukan di Lebanon Selatan, Picu Ketegangan Baru

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Selasa, 18 Februari 2025 | 07:55 WIB
Israel Perpanjang Pendudukan di Lebanon Selatan, Picu Ketegangan Baru
Ilustrasi tentara Israel. [shutterstock]

Suara.com - Militer Israel mengatakan pasukannya akan tetap berada di lima lokasi strategis di Lebanon selatan setelah batas waktu penarikan pasukan pada hari Selasa berdasarkan gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah, karena pemerintah Lebanon menyatakan frustrasi atas penundaan lainnya.

Gencatan senjata terpisah di Gaza juga diragukan karena wilayah tersebut menandai 500 hari perang Israel dengan Hamas, sementara Israel dan Amerika Serikat mengirimkan sinyal yang saling bertentangan mengenai apakah mereka ingin gencatan senjata dilanjutkan. Pembicaraan tentang fase kedua gencatan senjata belum dimulai.

Juru bicara militer Letkol Nadav Shoshani mengatakan lima lokasi di Lebanon menyediakan titik pandang atau terletak di seberang komunitas di Israel utara, tempat sekitar 60.000 warga Israel masih mengungsi. Dia mengatakan "tindakan sementara" tersebut disetujui oleh badan yang dipimpin AS yang memantau gencatan senjata, yang sebelumnya diperpanjang tiga minggu.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pasukan Israel harus mundur dari zona penyangga di Lebanon selatan yang akan dipatroli oleh tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB. Gencatan senjata telah berlaku sejak berlaku pada bulan November.

"Israel berkomitmen untuk melakukan penarikan dengan cara yang benar, secara bertahap, dan dengan cara yang menjaga keamanan warga sipil kami," kata Shoshani kepada wartawan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan kepada wartawan bahwa gencatan senjata "harus dihormati," dengan mengatakan "musuh Israel tidak dapat dipercaya." Ia mengatakan pejabat Lebanon bekerja secara diplomatis untuk mencapai penarikan Israel, "dan saya tidak akan menerima bahwa satu pun warga Israel tetap berada di wilayah Lebanon."

Hizbullah mulai menembakkan roket, pesawat nirawak, dan rudal ke Israel sehari setelah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 dari Gaza yang memicu perang di sana.

Konflik Israel-Hizbullah memanas menjadi perang habis-habisan pada bulan September ketika Israel melakukan serangan udara besar-besaran dan menewaskan sebagian besar pemimpin senior kelompok yang didukung Iran tersebut.

Sebelumnya pada hari Senin, sebuah pesawat nirawak Israel menargetkan sebuah mobil di kota pelabuhan selatan Lebanon, Sidon, serangan terdalam di wilayah Lebanon sejak gencatan senjata berlaku.

Israel mengatakan pihaknya menargetkan Mohammad Shaheen, kepala operasi Hamas di Lebanon. Video AP di sana memperlihatkan sebuah kendaraan yang hangus terbakar.

"Sekarang rasa takut kembali menghantui masyarakat," kata Ahmed Sleim, seorang warga Sidon, yang khawatir akan kembalinya perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Timur Tengah Memuncak: Hizbullah Ancam Israel Jelang Tenggat Waktu Penarikan Mundur Pasukan

Ketegangan Timur Tengah Memuncak: Hizbullah Ancam Israel Jelang Tenggat Waktu Penarikan Mundur Pasukan

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:42 WIB

Visi Trump untuk Gaza: Akankah Picu Pelanggaran Hukum Internasional?

Visi Trump untuk Gaza: Akankah Picu Pelanggaran Hukum Internasional?

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:36 WIB

Ultimatum Israel untuk Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Penaklukan Gaza

Ultimatum Israel untuk Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Penaklukan Gaza

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:12 WIB

Salah Sasaran, Pria Florida Tembak 2 Turis Israel Dikira Warga Palestina

Salah Sasaran, Pria Florida Tembak 2 Turis Israel Dikira Warga Palestina

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:02 WIB

Uni Eropa Desak Israel Pulangkan Warga Gaza yang Terusir dari Rumahnya

Uni Eropa Desak Israel Pulangkan Warga Gaza yang Terusir dari Rumahnya

News | Senin, 17 Februari 2025 | 23:47 WIB

Ketegangan Meningkat: Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon Selatan

Ketegangan Meningkat: Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon Selatan

News | Senin, 17 Februari 2025 | 20:25 WIB

Terkini

Siapa Majid Khademi? Bos Intelijen Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel

Siapa Majid Khademi? Bos Intelijen Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 18:47 WIB

Merasa Dizalimi, Kerry Cs Laporkan 4 Hakim Perkara Pertamina ke KY dan Bawas MA

Merasa Dizalimi, Kerry Cs Laporkan 4 Hakim Perkara Pertamina ke KY dan Bawas MA

News | Senin, 06 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Pro Palestina Desak Malaysia Batasi Ekspor Rare Earth ke AS, Berpotensi Jadi Mesin Perang

Aktivis Pro Palestina Desak Malaysia Batasi Ekspor Rare Earth ke AS, Berpotensi Jadi Mesin Perang

News | Senin, 06 April 2026 | 18:30 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Kenapa Harga Plastik di Pasar Ikut Mahal?

Konflik Timur Tengah Memanas, Kenapa Harga Plastik di Pasar Ikut Mahal?

News | Senin, 06 April 2026 | 18:30 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver

Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver

News | Senin, 06 April 2026 | 18:17 WIB

Tiga Saksi Biro Travel Diperiksa, KPK Dalami Keuntungan Ilegal Kuota Haji 2023-2024

Tiga Saksi Biro Travel Diperiksa, KPK Dalami Keuntungan Ilegal Kuota Haji 2023-2024

News | Senin, 06 April 2026 | 18:04 WIB

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim

News | Senin, 06 April 2026 | 17:48 WIB

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, KAI Minta Maaf dan Lakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, KAI Minta Maaf dan Lakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

News | Senin, 06 April 2026 | 17:36 WIB

Kasus Foto AI di JAKI, Lurah Kalisari Akui Kesalahan dan Beri Sanksi Petugas PPSU

Kasus Foto AI di JAKI, Lurah Kalisari Akui Kesalahan dan Beri Sanksi Petugas PPSU

News | Senin, 06 April 2026 | 17:26 WIB

Laporan KPK: Kekayaan Gibran Bertambah Rp 395 Juta, Total Kini Rp 27,9 Miliar

Laporan KPK: Kekayaan Gibran Bertambah Rp 395 Juta, Total Kini Rp 27,9 Miliar

News | Senin, 06 April 2026 | 17:18 WIB