Penasaran Kerja di Jepang? Ini Syarat Lengkapnya, Usai Tagar Kabur Aja Dulu Viral

Andi Ahmad S

Senin, 24 Februari 2025 | 07:58 WIB
Penasaran Kerja di Jepang? Ini Syarat Lengkapnya, Usai Tagar Kabur Aja Dulu Viral
Ilustrasi Jepang. [Sofia Terzoni/Pixabay]

Suara.com - Tagar Kabur Aja Dulu belakangan ini viral di media sosial, bahkan kabar tersebut menjadi sorotan luar negeri, salah satunya Jepang.

Hal itu disebabkan ditengah viralnya tagar kabur aja dulu, kabar tentang WNI yang bekerja di Jepang menjadi sorotan.

Baru-baru ini, seorang Kepala Desa dari Ciamis memutuskan untuk mundur dari jabatannya demi kembali bekerja di Jepang sebagai bagian dari perusahaan pembuat kapal.

Menanggapi hal tersebut, dilansir dari CNA, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, mengungkapkan bahwa Jepang sangat terbuka terhadap tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, sebagai solusi menghadapi tantangan demografi yang sedang dialami negara tersebut.

"Jepang kini tengah menghadapi isu demografi yang signifikan. Oleh karena itu, kami menyambut tenaga kerja dengan keterampilan dari berbagai negara," ujar Masaki belum lama ini.

Selain itu, seorang WNI bernama Iyus juga mencatatkan sejarah sebagai sopir bus asing pertama di Jepang.

Masaki pun memberikan apresiasi kepada warga Indonesia yang bekerja di Jepang, dengan menyatakan bahwa masyarakat Jepang sangat menghormati mereka. Menurutnya, banyak pekerja asal Indonesia yang dikenal sebagai pekerja keras.

"Warga Indonesia memiliki kualitas yang luar biasa. Tradisi persahabatan kami sudah terjalin lama, dan banyak dari mereka dikenal sebagai pekerja yang sangat berdedikasi di Jepang," tambahnya.

Masaki menambahkan bahwa tenaga kerja Indonesia tersebar di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, industri manufaktur, perikanan, hingga bidang jasa.

baca juga

"Tujuan saya adalah untuk meningkatkan jumlah pekerja terampil dari Indonesia," jelasnya.

Sopir asing pertama Jepang, orang Indonesia (nhk)
Sopir asing pertama Jepang, orang Indonesia (nhk)

Syarat Kerja di Jepang

Ketika ditanya tentang syarat untuk WNI yang ingin bekerja di Jepang, Masaki menyebutkan kemampuan berbahasa Jepang sebagai hal yang sangat penting.

"Mereka harus memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Jepang," katanya.

Ia juga menyadari adanya perbedaan budaya, terutama mengenai agama, mengingat mayoritas pekerja asal Indonesia adalah Muslim.

Namun, Masaki menambahkan bahwa masyarakat Jepang semakin memahami dan menghargai Islam.

"Jepang kini lebih terbuka dan lebih menghormati keberagaman agama, termasuk Islam," ujarnya.

Menurut data terbaru, jumlah TKI di Jepang telah meningkat hampir tiga kali lipat, dengan kenaikan sebesar 192 persen, menjadi 121.507 orang pada 2023, dibandingkan dengan 2018. Fenomena ini terjadi seiring dengan rendahnya tingkat upah di Indonesia, sementara Jepang menawarkan gaji yang jauh lebih tinggi, sekitar Rp18,7 juta per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepolisian Jepang Ajarkan Tata Rias ke Perwira Pria, Apa Tujuannya?

Kepolisian Jepang Ajarkan Tata Rias ke Perwira Pria, Apa Tujuannya?

News | Senin, 24 Februari 2025 | 07:55 WIB

Lagu Kritik Berujung Minta Maaf, Kisah Band Sukatani Jadi Sorotan Media Singapura

Lagu Kritik Berujung Minta Maaf, Kisah Band Sukatani Jadi Sorotan Media Singapura

News | Senin, 24 Februari 2025 | 01:45 WIB

Viral WNI di Jepang Dapat Pengembalian Pajak, Netizen Singgung "Coretax"

Viral WNI di Jepang Dapat Pengembalian Pajak, Netizen Singgung "Coretax"

Tekno | Minggu, 23 Februari 2025 | 18:10 WIB

Terkini

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

×