Kasus Polisi Intimidasi Band Sukatani, YLBHI: Bentuk Pembangkangan terhadap Perintah Kapolri

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 26 Februari 2025 | 12:31 WIB
Kasus Polisi Intimidasi Band Sukatani, YLBHI: Bentuk Pembangkangan terhadap Perintah Kapolri
Ilustrasi Band Punk Sukatani. [Suara.com/Iqbal Assaputro]

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menganggap jika upaya polisi yang diduga telah mengintimidasi personel band Sukatani terkait lagu "Bayar Bayar Bayar" adalah bentuk pembangkangan atau insubordinasi terhadap perintah Kapolri. Pasalnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menjamin institusinya tidak antikritik.

Lewat video yang diunggah di akun Instagram @yayasanlbhindonesia pada Selasa (25/2/2025), Ketua YLBHI, Muhammad Isnur turut menyinggung soal pernyataan Kapolri yang menjamin soal kebebasan berekspresi. Bahkan, bagi siapa yang mengkritik akan didaulat menjadi "Sahabat Kapolri."

Namun, terkait kasus intimidasi terhadap Band Sukatani, YLBHI menganggap ada sejumlah anggota Polri yang tidak patuh dengan perintah Kapolri.

"Dari kasus Sukatani, kita melihat ada dua hal. Yang pertama ada instruksi atau sikap Kapolri. Di mana Kapolri jelas menegaskan, menjamin kebebasan berekspresi, bahkan menjadikan kritikus yang paling tajam bagi Sahabat Kapolri. Tetapi kenyataannya di lapangan berbeda, ada yang tidak taat melaksanakan perintah Kapolri ini," ujar Isnur dikutip Suara.com, Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, adanya upaya teror yang dialami personel Band Sukatani adalah bentuk tindakan melawan perintah Kapolri yang diduga dilakukan sejumlah anggota dari Polda Jawa Tengah.

"Ada yang coba-coba melakukan intimidasi terhadap mereka yang berekspresi dan dalam hal ini kepada Sukatani. Sebagai seniman kita lihat ini sebagai insubordinasi, bentuk pembangkangan terhadap perintah Kapolri," beber Isnur.

Atas kasus intimidasi terhadap dua personel band Sukatani, Isnur pun masih mempertanyakan siapa yang memerintahkan para polisi untuk meneror personel band bergenre post-punk/new wave asal Purbalingga itu.

"Pertanyaannya mungkinkan seorang reserse, orang Ditsiber itu bergerak sendiri? Pertanyaaannya apakah ada perintah? Siapa yang memerintahkan? Siapa yang melakukan instruksi untuk melakukan ini-itu?" ujarnya.

Demi bisa menuntaskan kasus pengintimidasian yang dialami band Sukatani, YLBHI pun mendesak agar Kompolnas, Komisi III DPR dan Propram Mabes Polri turun tangan guna mengawasi adanya upaya pembangkangan sejumlah anggota kepada perintah Kapolri terkait intimidasi dan pembredelan terhadap lagu band Sukatani.

Sukatani Band (Instagram/sukatani.band)
Sukatani Band (Instagram/sukatani.band)

"Maka di sini penting sekali, bukan hanya pemeriksaan Propam, kita prediksi bakal gagal di Polda Jawa Tengah. Harusnya turun Kompolnas, sebagai pengawas, turun Komisi III untuk ngecek gimana insubordinasinya. Juga turun Propam Mabes Polri, karena kami khawatir, ada banyak bias ya kalau hanya diperiksa oleh Propam Polda Jawa Tengah," ucapnya.

Diketahui, Divisi Propam Polri diketahui telah memeriksa empat anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah yang diduga melakukan intimidasi Band Sukatani pada Jumat (21/2/2025) lalu.

Namun hingga kekinian hasil dari pemeriksaan tersebut belum disampaikan.

Lewat akun X resmi @DivPropam, mereka hanya menegaskan, pemeriksaan itu dilakukan sebagai wujud Polri tidak anti kritik dan menerima segala masukan sebagai evaluasi.

Selain itu, Divisi Propam Polri juga mengklaim menjamin keamanan dan perlindungan dua personel Band Sukatani: Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy dan Novi Citra Indriyati atau Twister Angel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Feri Amsari Kritik Telak Raffi Ahmad dan Deddy Corbuzier Masuk Kabinet Prabowo: Jadi Republik Content Creator!

Feri Amsari Kritik Telak Raffi Ahmad dan Deddy Corbuzier Masuk Kabinet Prabowo: Jadi Republik Content Creator!

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 20:00 WIB

Koar-koar Ogah Terima Gaji, Pakar Kuliti 'Cuan' Deddy Corbuzier jadi Stafsus Menhan: Jumlahnya Lebih Besar dari Gajinya!

Koar-koar Ogah Terima Gaji, Pakar Kuliti 'Cuan' Deddy Corbuzier jadi Stafsus Menhan: Jumlahnya Lebih Besar dari Gajinya!

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 18:31 WIB

Berdamai Dulu? Rocky Gerung soal Kader PDIP Diizinkan Ikut Retret Magelang: Jokowi Ingin Mega Tunduk ke Prabowo

Berdamai Dulu? Rocky Gerung soal Kader PDIP Diizinkan Ikut Retret Magelang: Jokowi Ingin Mega Tunduk ke Prabowo

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 15:21 WIB

Lagu Band Sukatani "Bayar Bayar Bayar" Dilarang Polisi, Ajudan Prabowo Minta Maaf

Lagu Band Sukatani "Bayar Bayar Bayar" Dilarang Polisi, Ajudan Prabowo Minta Maaf

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 17:49 WIB

Terkini

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:39 WIB

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:29 WIB

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:22 WIB

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:23 WIB

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

Pakai Masker! Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat, Terburuk Keempat di Dunia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:10 WIB

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

Top 20 Kekuatan Militer Dunia Berdasarkan Personel Aktif: Indonesia Nomor Berapa?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:03 WIB

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

Kemendagri Siap Kawal Percepatan Pembangunan PSEL di Daerah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:45 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB