Mesir Tolak Usulan Israel untuk Mengelola Gaza: Tidak Dapat Diterima!

Bella | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2025 | 05:41 WIB
Mesir Tolak Usulan Israel untuk Mengelola Gaza: Tidak Dapat Diterima!
Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]

Suara.com - Pemerintah Mesir dengan tegas menolak usulan yang diajukan oleh pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, yang menyarankan agar Mesir mengambil alih administrasi Jalur Gaza setelah perang berakhir. Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut gagasan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan kebijakan lama Mesir serta dunia Arab terhadap konflik Palestina-Israel.

"Setiap gagasan atau proposal yang menyimpang dari prinsip dasar sikap Mesir dan Arab terhadap Gaza… ditolak dan tidak dapat diterima," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tamim Khallaf, seperti dikutip oleh kantor berita resmi MENA, Rabu (27/2).

Khallaf menegaskan bahwa segala upaya yang mengabaikan pembentukan negara Palestina merdeka hanyalah "solusi setengah hati" yang justru akan memperpanjang konflik alih-alih menyelesaikannya.

Mesir menyatakan siap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza setelah tercapainya harapan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. /ANTARA/Anadolu/py
Mesir menyatakan siap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk rekonstruksi Jalur Gaza setelah tercapainya harapan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. /ANTARA/Anadolu/py

Menurutnya, Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang dianeksasi Israel, adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang harus berada di bawah kedaulatan dan pemerintahan penuh Palestina.

Lapid, dalam pernyataannya pada Selasa (26/2), mengusulkan agar Mesir mengelola Gaza selama minimal delapan tahun setelah perang usai, dengan imbalan keringanan utang dalam jumlah besar.

Namun, Mesir menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima gagasan yang berupaya memindahkan atau menempatkan kembali 2,4 juta warga Palestina dari Gaza ke wilayahnya, menyebutnya sebagai "garis merah."

Sikap tegas Mesir ini juga mencerminkan penolakannya terhadap rencana kontroversial yang sebelumnya diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengusulkan agar Amerika Serikat "mengambil alih" Gaza setelah populasinya direlokasi ke Mesir atau Yordania.

Mesir, bersama negara-negara Arab lainnya, memimpin upaya diplomatik untuk menentang gagasan tersebut, yang dinilai sebagai upaya untuk mengubah peta demografi Palestina secara permanen.

Sejak dimulainya perang terbaru di Gaza, Mesir telah berperan aktif dalam upaya mediasi dan bantuan kemanusiaan, tetapi menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus tetap mengarah pada pembentukan negara Palestina yang berdaulat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi

Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 21:53 WIB

Serangan Udara Terbaru Israel ke Wilayah Suriah Selatan, Targetkan Area Al-Kiswah

Serangan Udara Terbaru Israel ke Wilayah Suriah Selatan, Targetkan Area Al-Kiswah

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 21:11 WIB

Kisah Pilu Eli Sharabi: Disiksa Hamas, Keluarga Tewas Kini Kondisinya Memprihatinkan

Kisah Pilu Eli Sharabi: Disiksa Hamas, Keluarga Tewas Kini Kondisinya Memprihatinkan

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 18:08 WIB

Tepi Barat Memanas: Irlandia Serukan Aksi Internasional Hentikan Israel

Tepi Barat Memanas: Irlandia Serukan Aksi Internasional Hentikan Israel

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 16:01 WIB

Hezbollah Dukung Pemerintah Lebanon, Syaratkan Monopoli Senjata dan Netralitas

Hezbollah Dukung Pemerintah Lebanon, Syaratkan Monopoli Senjata dan Netralitas

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 03:05 WIB

Ekonomi Israel Terpukul: Konflik di Gaza Picu Gelombang Pengangguran

Ekonomi Israel Terpukul: Konflik di Gaza Picu Gelombang Pengangguran

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 11:59 WIB

Israel Hancurkan Rumah dan Toko, Usir 12.000 Warga Palestina di Tulkarem

Israel Hancurkan Rumah dan Toko, Usir 12.000 Warga Palestina di Tulkarem

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 11:16 WIB

Cerita Jordi Cruyff Latih Klub Israel: Saya Gak Boleh Salah Jika Tidak...

Cerita Jordi Cruyff Latih Klub Israel: Saya Gak Boleh Salah Jika Tidak...

Bola | Rabu, 26 Februari 2025 | 11:09 WIB

Eks Sandera IDF: Kami Merasa Nyawa Kami Tidak Cukup Berharga

Eks Sandera IDF: Kami Merasa Nyawa Kami Tidak Cukup Berharga

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 08:53 WIB

Sosok Alona Suslova Wanita Israel Kekasih Jordi Cruyff

Sosok Alona Suslova Wanita Israel Kekasih Jordi Cruyff

Bola | Rabu, 26 Februari 2025 | 08:50 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB