Naik Gunung Fuji Kini Bayar Rp 4,3 Juta! Ini Alasan di Balikny

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 17 Maret 2025 | 17:50 WIB
Naik Gunung Fuji Kini Bayar Rp 4,3 Juta! Ini Alasan di Balikny
Kereta Api baru langsung menuju gunung Fuji [shutterstock]

Suara.com - Pendaki yang mencoba salah satu dari empat jalur utama Gunung Fuji akan dikenakan biaya masuk sebesar 4.000 yen (Rp 4,3 juta) mulai musim panas ini, setelah pemerintah setempat mengesahkan RUU pada hari Senin.

Gelombang wisatawan asing yang memecahkan rekor ke Jepang telah memicu kekhawatiran tentang kepadatan di gunung tertinggi di negara itu, yang dulunya merupakan tempat ziarah yang damai.

Tahun lalu, wilayah Yamanashi -- rumah bagi Gunung Fuji -- memberlakukan biaya masuk sebesar 2.000 yen ($14) ditambah sumbangan opsional untuk rute pendakian paling populer di gunung berapi yang masih aktif tersebut, Jalur Yoshida.

Pembatasan jumlah peserta harian dan reservasi daring juga diberlakukan di jalur tersebut oleh pejabat yang khawatir tentang keselamatan dan kerusakan lingkungan di lereng megah Fuji.

Ilustrasi Gunung Fuji Jepang (Pixabay.com/olivergotting)
Ilustrasi Gunung Fuji Jepang (Pixabay.com/olivergotting)

Biaya Jalur Yoshida akan digandakan untuk musim pendakian Juli-September tahun ini, sementara wilayah tetangga Shizuoka mengesahkan RUU pada hari Senin untuk juga mengenakan biaya sebesar 4.000 yen untuk tiga jalurnya, yang sebelumnya gratis.

Berkat pembatasan baru tersebut, jumlah pendaki yang mendaki Gunung Fuji menurun menjadi 204.316 tahun lalu, dari 221.322 pada tahun 2023, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup.

Meskipun jumlah pendaki terus berkurang dibandingkan jumlah sebelum pandemi, "200.000 pendaki masih sangat banyak", kata Natsuko Sodeyama, pejabat prefektur Shizuoka, kepada AFP.

"Tidak ada gunung lain di Jepang yang menarik banyak orang dalam rentang waktu lebih dari dua bulan. Jadi, beberapa pembatasan diperlukan untuk memastikan keselamatan mereka."

Gunung Fuji tertutup salju hampir sepanjang tahun, tetapi selama musim panas, banyak orang mendaki lerengnya yang curam dan berbatu di malam hari untuk melihat matahari terbit.

baca juga

Gunung simetris ini telah diabadikan dalam banyak karya seni, termasuk "Gelombang Besar" karya Hokusai. Gunung ini terakhir kali meletus sekitar 300 tahun yang lalu.

Wisatawan melihat Gunung Fuji dari Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, Jepang, Kamis (1/11). (AFP/Behrouz Mehri)
Wisatawan melihat Gunung Fuji dari Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi, Jepang, Kamis (1/11). (AFP/Behrouz Mehri)

Gunung Fuji, atau Fuji-san, adalah gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian sekitar 3.776 meter (12.389 kaki). Terletak di perbatasan antara Prefektur Yamanashi dan Shizuoka, gunung ini adalah salah satu ikon paling terkenal di Jepang, sering digambarkan dalam seni, fotografi, dan budaya pop.

Gunung Fuji adalah gunung berapi stratovolcano yang terakhir meletus pada tahun 1707. Bentuk kerucutnya yang simetris dan puncak yang sering diselimuti salju menjadikannya objek yang memukau. Sekitar 300.000 orang mengunjungi gunung ini setiap tahun untuk mendaki, terutamanya pada musim panas, saat jalur pendakian terbuka.

Di sekeliling Gunung Fuji terdapat taman nasional, yang menawarkan pemandangan alam yang indah serta beragam aktivitas outdoor. Gunung ini juga dihormati dalam budaya Jepang dan dianggap sebagai tempat suci, sering dihubungkan dengan berbagai mitos dan legenda.

Sebagai destinasi wisata, Gunung Fuji menawarkan berbagai pengalaman, termasuk melihat sunrise dari puncaknya, berfoto dengan latar belakang gunung yang megah, serta menikmati keindahan alam di sekitarnya seperti Danau Kawaguchi dan kawasan onsen.

Base Camp Gunung Everest. [Nature.com]
Base Camp Gunung Everest. [Nature.com]

Biaya pendakian gunung bervariasi secara signifikan tergantung pada lokasi, tingkat kesulitan, perizinan, dan layanan yang disediakan. Berikut adalah gambaran umum biaya untuk beberapa gunung terkenal di dunia:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hal Serba Pertama Usai Sandy Walsh Antar Yokohama F. Marinos Menang di J1 League

3 Hal Serba Pertama Usai Sandy Walsh Antar Yokohama F. Marinos Menang di J1 League

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 15:02 WIB

Hanya Sebulan Hijrah, Sandy Walsh Catatkan Diri Menjadi Pemain Terbaik Indonesia di Jepang

Hanya Sebulan Hijrah, Sandy Walsh Catatkan Diri Menjadi Pemain Terbaik Indonesia di Jepang

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 14:14 WIB

Setelah Menunggu Sebulan, Sandy Walsh Akhirnya Nikmati Menit Bermain Penuh di Liga Jepang

Setelah Menunggu Sebulan, Sandy Walsh Akhirnya Nikmati Menit Bermain Penuh di Liga Jepang

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 09:59 WIB

Rekap Semifinal All England 2025, Wakil China Masih Mendominasi

Rekap Semifinal All England 2025, Wakil China Masih Mendominasi

Your Say | Minggu, 16 Maret 2025 | 09:50 WIB

Lima Besar Merek Mobil Paling Diminati di Tengah Gempuran Merek Mobil China di Indonesia

Lima Besar Merek Mobil Paling Diminati di Tengah Gempuran Merek Mobil China di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:38 WIB

4 Anime Iyashikei, Genre 'Damai' yang Cocok untuk Healing

4 Anime Iyashikei, Genre 'Damai' yang Cocok untuk Healing

Your Say | Sabtu, 15 Maret 2025 | 11:05 WIB

Terkini

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove

Sumut | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:45 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:41 WIB

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:39 WIB

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:36 WIB

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:33 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal

Malang | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:31 WIB

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:28 WIB

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:27 WIB

Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat

Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:21 WIB

Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai

Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 15:20 WIB

×