Bukan Efek Trump, Pakar Ungkap IHSG Indonesia Anjlok karena Konsumsi Lesu

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 26 Maret 2025 | 17:28 WIB
Bukan Efek Trump, Pakar Ungkap IHSG Indonesia Anjlok karena Konsumsi Lesu
Pengunjung melihat barang yang dijual saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan wilayah Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan perekonomian Indonesia mengalami tekanan signifikan hingga sempat terjadi trading halt beberapa waktu lalu. 

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai bahwa penyebab utama kemerosotan bukan berasal dari dampak eksternal, seperti proteksionisme Amerika Serikat atau kebijakan Donald Trump, melainkan persoalan di sektor riil dalam negeri.

Menurutnya, market sebenarnya terlambat mengidentifikasi sesuatu yang salah pada sektor riil yang ada di Indonesia.

Hal itu terlihat dari kondisi Indonesia yang menjadi satu-satunya negara di Asia dengan IHSG merah, ketika yang lain masih hijau atau aman. 

Dia menambahkan, faktor lain juga terlihat pada perputaran konsumsi impor barang.

"Yang harusnya satu bulan jelang Ramadan, lebaran itu orang belanja barang-barang impor, karena memang Indonesia perdagangannya liberal, dibuka keran impor."

"Tapi yang terjadi, justru anjloknya sampai 21 persen, impor khusus spesifik barang konsumsi. Itu menunjukkan memang ada yang salah dari konsumsi rumah tangga," jelas Bhima dikutip dari diskusi bersama Dirtyvote, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya konsumsi rumah tangga, sektor keuangan juga mengalami penurunan kepercayaan yang cukup serius. 

Simpanan individu atau perorangan menunjukkan tren menurun, sementara angka un-disposed loan atau pinjaman yang gagal tersalurkan terus meningkat secara konsisten.

baca juga

"Berarti kan bank yang nggak confidence melihat situasi, dia takut menyalurkan kredit, risikonya tinggi. Tapi di sisi yang lain, dari segi pelaku usaha juga masih tunggu dulu. Fasilitas kredit sudah tinggal tanda tangan tapi nggak jadi diambil," tuturnya.

Tekanan Besar

Kondisi ini menandakan bahwa sektor riil di Indonesia sedang berada dalam tekanan besar.

Ketidakpastian ekonomi membuat pelaku usaha memilih bersikap defensif, sementara konsumen menahan belanja.

Bhima menjelaskan bahwa IHSG yang sempat mencapai trading halt menjadi peringatan bahwa fundamental ekonomi Indonesia membutuhkan perhatian serius. 

"Jadi sektor riil itu sedang dalam situasi yang sakit sebenarnya," ucapnya.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara itu, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyatakan penyebab pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (24/3/2025) bukan karena pengumuman struktur Danantara.

Rully mengatakan hal tesebut setelah IHSG ditutup melemah 96,96 poin atau 1,55 persen ke posisi 6.161,22 pada perdagangan Senin (24/3/2025).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,00 poin atau 1,59 persen ke posisi 681,02.

"Saya rasa pengumuman struktur lengkap Danantara bukan menjadi faktor pelemahan IHSG hari ini, karena menurut saya nama-nama tim manajemen Danantara cukup diisi oleh profesional yang memiliki pengalaman yang memadai," ujar Rully kepada ANTARA.

Menurut dia, pelemahan indeks saham tanah air hari ini lebih dipengaruhi pesimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Memang hari ini lebih banyak saham-saham yang cenderung spekulatif yang menyebabkan pelemahan indeks. Sementara saham-saham yang terkait Danantara hari ini mengalami penguatan, seperti BMRI dan BBRI," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk melaporkan perkembangan terkini mengenai anjloknya IHSG pada Selasa (18/3/2025) silam.

Hal tersebut karena penurunan IHSG mengalami penurunan tajam hingga menembus -6,11 persen pada penutupan perdagangan sesi 1, hari ini, Selasa (18/3/2025).

"Ya tentu perkembangan perekonomian akan dilaporkan ke bapak presiden," kata Airlangga di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Terkait penurunan IHSG, Airlangga memberikan analisis. Menurutnya amblesnya IHSG disebabkan sejumlah faktor.

"Ketika ada saham-saham yang turun akibat mungkin laporan keuangannya atau informasi keluar, ini ada satu grup lah yang turunnya cukup dalam. Kemudian tentu kita melihat juga karena regulasi halt yang 5 persen itu kan kemarin diberlakukan saat Covid, tentu ini perlu ada review juga mengenai regulasi tersebut," tutur Airlangga.

Saat ditanya soal kekhawatiran anjloknya IHSG, Airlangga menegaskan secara fundamental masih kuat. Ia menilai penurunan saham merupakan hal wajar yang juga terjadi di berbagai negara.

"Kalau dari segi fundamental kuat, kalau penurunan ini kan di berbagai negara saham naik turun biasa, saat saham-saham yang negara lain minggu-minggu lalu turun cukup dalam. Mungkin sekarang, kemarin kita belum terlalu kena, baru berimbas satu dua hari ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Anjlok IHSG Rontok, BI Pede Ekonomi RI Masih Jauh dari Krisis

Rupiah Anjlok IHSG Rontok, BI Pede Ekonomi RI Masih Jauh dari Krisis

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:39 WIB

Danantara Dongkrak IHSG, Rosan: Sejalan Arahan Presiden Prabowo

Danantara Dongkrak IHSG, Rosan: Sejalan Arahan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 12:20 WIB

Pasar Saham Global Cemerlang, Cek Saham-saham IHSG Rekomendasi Hari Ini

Pasar Saham Global Cemerlang, Cek Saham-saham IHSG Rekomendasi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 08:18 WIB

Terkini

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan  Anak

Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:15 WIB

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:55 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

×