Oposisi Myanmar Sepakat Gencatan Senjata Usai Gempa Dahsyat

Tasmalinda | Suara.com

Senin, 31 Maret 2025 | 17:42 WIB
Oposisi Myanmar Sepakat Gencatan Senjata Usai Gempa Dahsyat
Sebuah gedung yang roboh terlihat setelah gempa magnitudo 7,7 terjadi di Mandalay yang mengakibatkan oposisi Myanmar umumkan gencatan senjata

Suara.com - Kelompok oposisi Myanmar yang tergabung dalam Pemerintahan Persatuan Nasional (NUG) mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan gencatan senjata pasca-gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang negara itu pada Jumat (28/3/2025).

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap bencana yang menelan banyak korban dan demi memastikan operasi penyelamatan dapat berlangsung tanpa hambatan.

Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada 30 Maret dan direncanakan berlangsung selama dua pekan.

Dalam periode ini, NUG berkomitmen untuk memberikan akses penuh bagi tim penyelamat dan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Melansir ANTARA, pada Ahad (30/3), NUG juga akan mengerahkan personel dari Gerakan Pembangkangan Sipil untuk membantu proses evakuasi serta distribusi bantuan di daerah-daerah yang berada di bawah kendali junta militer.

Sebagai kelompok yang dibentuk oleh anggota parlemen yang digulingkan dalam kudeta militer Februari 2021, NUG terus menunjukkan perlawanan terhadap rezim junta.

Namun, dalam momen darurat ini, mereka memilih untuk mengesampingkan konflik demi kepentingan kemanusiaan.

Langkah ini menjadi sorotan, mengingat ketegangan antara oposisi dan junta masih tinggi, tetapi bencana alam yang melanda Myanmar telah mendorong upaya solidaritas dan kemanusiaan dari berbagai pihak.

Gerakan Pembangkangan Sipil yang dikerahkan oleh NUG dalam operasi penyelamatan korban gempa terdiri dari pegawai negeri, tenaga medis, insinyur, serta berbagai profesional pro-demokrasi yang selama ini berperan aktif dalam menentang kekuasaan junta militer Myanmar.

Kelompok ini telah menjadi simbol perlawanan sipil terhadap rezim militer sejak kudeta 2021, dengan melakukan mogok kerja massal, menolak bekerja di bawah pemerintahan junta, serta terus mendukung perjuangan demokrasi di Myanmar.

Meskipun mereka bersedia turun tangan dalam operasi kemanusiaan pasca-gempa, NUG menegaskan bahwa keterlibatan mereka harus dibarengi dengan jaminan keamanan dari pihak militer.

Oposisi meminta junta untuk tidak melakukan penahanan atau tindakan represif terhadap personel yang terlibat dalam misi penyelamatan.

Hal ini mengingat banyak anggota gerakan sipil sebelumnya yang menjadi target penangkapan, penyiksaan, bahkan eksekusi oleh rezim militer.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 guncang Myanmar dan Thailand, Jumat (28/3/2025). [X/@SiriOfficialX]
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 guncang Myanmar dan Thailand, Jumat (28/3/2025). [X/@SiriOfficialX]

Hingga saat ini, junta Myanmar masih bungkam terhadap permintaan NUG dan belum memberikan tanggapan resmi.

Sikap diam ini menimbulkan kekhawatiran bahwa militer mungkin akan tetap menggunakan pendekatan keras terhadap kelompok pro-demokrasi, meskipun situasi darurat akibat bencana alam menuntut adanya kerja sama lintas pihak.

Di tengah ketidakpastian ini, upaya penyelamatan tetap berjalan, dengan berbagai organisasi kemanusiaan berusaha menjangkau daerah terdampak meskipun menghadapi banyak kendala, termasuk akses yang dibatasi oleh militer dan kondisi infrastruktur yang rusak akibat gempa dahsyat tersebut.
 
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3) telah menimbulkan kehancuran besar di berbagai wilayah.

Menurut laporan media setempat, jumlah korban tewas telah mencapai sedikitnya 1.700 orang, sementara lebih dari 3.408 lainnya mengalami luka-luka.

Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring dengan berlanjutnya proses evakuasi dan pencarian korban di bawah puing-puing bangunan yang roboh.

Banyak rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah, menghambat upaya penyelamatan yang dilakukan oleh tim tanggap darurat.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat, mengingat puluhan korban di berbagai wilayah masih dinyatakan hilang.

Diketahui, NUG menyatakan telah mengalokasikan dana hingga 1 juta dolar AS (sekitar Rp16.5 miliar) untuk operasi penyelamatan.

Myanmar menghadapi konflik berskala besar sejak kudeta militer pada Februari 2021.

Militer Myanmar, Tatmadaw, menghadapi perlawanan sengit dari kelompok etnis bersenjata serta kelompok pro-demokrasi, seperti Angkatan Pertahanan Rakyat, sayap militer NUG. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Oposisi Sepakat Gencatan Senjata untuk Selamatkan Korban

Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Oposisi Sepakat Gencatan Senjata untuk Selamatkan Korban

News | Senin, 31 Maret 2025 | 15:42 WIB

Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan

Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan

News | Senin, 31 Maret 2025 | 12:53 WIB

Lisa BLACKPINK Kirim Doa Usai Thailand Turut Diguncang Gempa Myanmar

Lisa BLACKPINK Kirim Doa Usai Thailand Turut Diguncang Gempa Myanmar

Your Say | Minggu, 30 Maret 2025 | 15:10 WIB

Indonesia Gerak Cepat, Kirim Tim SAR dan Bantuan Medis ke Myanmar Pasca Gempa Dahsyat

Indonesia Gerak Cepat, Kirim Tim SAR dan Bantuan Medis ke Myanmar Pasca Gempa Dahsyat

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 14:21 WIB

Korban Gempa Myanmar Sentuh 1000 Jiwa Lebih, Kondisi Memprihatinkan

Korban Gempa Myanmar Sentuh 1000 Jiwa Lebih, Kondisi Memprihatinkan

Video | Minggu, 30 Maret 2025 | 14:26 WIB

Gempa Myanmar, Korban Tewas Lebih dari 1.000 Orang, 2.300 Lainnya Luka-luka

Gempa Myanmar, Korban Tewas Lebih dari 1.000 Orang, 2.300 Lainnya Luka-luka

News | Sabtu, 29 Maret 2025 | 15:00 WIB

Gempa Myanmar Picu Tragedi di Bangkok: Gedung 30 Lantai Rata dengan Tanah, 43 Pekerja Hilang!

Gempa Myanmar Picu Tragedi di Bangkok: Gedung 30 Lantai Rata dengan Tanah, 43 Pekerja Hilang!

Video | Jum'at, 28 Maret 2025 | 22:38 WIB

Terkini

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:35 WIB

Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:17 WIB

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:57 WIB

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:34 WIB

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:09 WIB

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Sabtu, 04 April 2026 | 19:36 WIB

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

News | Sabtu, 04 April 2026 | 17:43 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB