Cerita Megawati Soal Hubungan Indonesia-Uzbekistan Terjalin dari Makam Imam Bukhari

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 15 April 2025 | 23:19 WIB
Cerita Megawati Soal Hubungan Indonesia-Uzbekistan Terjalin dari Makam Imam Bukhari
Presiden RI kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam acara pertunjukan teater musik Imam Al-Bukhari dan Sukarno di Gedung Kesenian Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025) malam. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Presiden RI kelima RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam acara pertunjukan teater musik Imam Al-Bukhari dan Sukarno di Gedung Kesenian Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025) malam.

Pertunjukan tersebut merupakan hasil kolaborasi seniman Indonesia dan Uzbekistan untuk memperingati hubungan historis dan spiritual antara kedua negara.

Dalam pidato yang disampaikan dalam acara tersebut, Megawati menekankan bagaimana pentingnya sejarah sebagai fondasi peradaban.

Kemudian, ia mengutip pesan Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno soal JASMERAH, atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, yang pernah menjadi tema pidato pada 17 Agustus 1966.

Menurutnya, sebuah bangsa dan negara bakal hancur apabila melupakan akar sejarah yang pernah dilalui.

"Sebab, jika suatu bangsa telah lupa akan sejarahnya di masa lampau, maka suatu saat bangsa tersebut akan tergelincir dan jatuh," kata Megawati dalam sambutan.

Tak hanya itu, ia lantas menceritakan hubungan antara Indonesia-Uzbekistan yang terjalin hangat setelah upaya diplomasi yang dilakukan oleh Bung Karno.

Megawati mengatakan, Bung Karno saat berkunjung ke Uni Soviet pada 1956. Kala itu, Bung Karno bersikeras meminta kepada Presiden Uni Soviet saat itu, Nikita Kurchev, untuk segera menemukan makam Imam Bukhari.

Bung Karno menyatakan hal tersebut lantaran telah berniat untuk berziarah ke makam Imam Bukhari, yang dikenal sebagai ulama besar perawi hadis Nabi Muhammad SAW.

baca juga

"Awalnya banyak yang menentang, bahkan lokasi makam nyaris terlupakan. Namun, Bung Karno dengan tegas berkata, Kalaupun harus naik kereta api sendiri, saya akan tetap pergi," ujarnya.

Dampak Besar

Langkah Bung Karno itu ternyata membawa dampak besar hingga saat ini. Pemerintah Uni Soviet akhirnya merespons permintaan tersebut.

Makam Imam Al-Bukhari kemudian berhasil ditemukan oleh Pemerintahan Soviet. Tak hanya itu, Pemerintah Uni Soviet kala itu juga melakukan pemugaran tempat tersebut.

Kekinian, Kompleks Makam di Desa Hartang, yang berjarak 25 kilometer dari Samarkand, Uzbekistan, menjadi destinasi wisata religi umat Islam.

Bahkan tempat tersebut kini kerap didatangi umat islam dari berbagai belahan dunia untuk berziarah.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Dok. Tim Media Megawati)
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Dok. Tim Media Megawati)

"Dari langkah kecil itu, lahirlah perubahan besar. Pemerintah Soviet mulai membuka kembali pintu bagi warisan Islam di Asia Tengah," kata Megawati.

"Imam Bukhari pun kembali hadir dalam kesadaran umat, bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi sebagai simbol pengetahuan, moralitas, dan kebesaran peradaban Islam," katanya.

Adapun, pertunjukan teater tersebut disutradarai oleh Ahmad Fauzi asal Indonesia dan Valikhon Umarov dari Uzbekistan yang menjadi simbol persahabatan kedua bangsa.

Megawati menyebut bahwa Uzbekistan merupakan bagian dari sejarah spiritual Indonesia. Tak hanya itu, ia kemudian mengutip peribahasa negara dari Asia Tengah itu dalam pidatonya.

"Jika hati kita dekat, jarak bukanlah penghalang," katanya.

Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Kebudayaan (Menbud) Dr Fadli Zon, Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Jakarta Pramono Anung, dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.

Selain itu, hadir pula putra Megawati, M Prananda Prabowo (Ketua DPP PDIP), dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Kemudian tampak juga jajaran elite PDIP seperti Ganjar Pranowo, Deddy Sitorus, Djarot Saiful Hidayat, Bintang Puspayoga, dan Ronny Talapessy.

Tak ketinggalan, adik kandung Megawati, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra, serta budayawan ternama Butet Kartaredjasa dan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi turut memeriahkan acara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Fadli Zon hingga Pram-Rano, Megawati Saksikan Teater Seni Imam Al-Bukhari-Soekarno di GKJ

Ada Fadli Zon hingga Pram-Rano, Megawati Saksikan Teater Seni Imam Al-Bukhari-Soekarno di GKJ

News | Selasa, 15 April 2025 | 21:15 WIB

PDIP Belum Gelar Kongres, Peneliti BRIN Singgung Suksesor Megawati dan Belum Solidnya Sikap Partai

PDIP Belum Gelar Kongres, Peneliti BRIN Singgung Suksesor Megawati dan Belum Solidnya Sikap Partai

News | Selasa, 15 April 2025 | 14:33 WIB

Akui Megawati dan Prabowo Bakal Bertemu Lagi, Begini Kata Puan Maharani

Akui Megawati dan Prabowo Bakal Bertemu Lagi, Begini Kata Puan Maharani

News | Senin, 14 April 2025 | 13:46 WIB

Terkini

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×