Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (4/5) malam.
Mantan Perdana Menteri Jepang tersebut berkunjung ke kediaman pribadi Prabowo bersama dengan delegasi.
Berdasarkan keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Kishida dan rombongan tiba di Kertanegara sekitar pukul 19.00 WIB.
Pertemuan dilanjutkan dengan jamuan santap malam usai kedua belah pihak bertemu di ruang kerja.
Turut hadir dalam pertemuan mendampingi presiden, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri juga hadir dalam pertemuan.
Airlangga mengatakan dalam pertemuan tersebut Kishida menyampaikan surat dari Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba kepada Prabowo.
"Ya tentu mantan PM Kishida itu menyampaikan surat dari Perdana Menteri Ishiba yang disampaikan langsung kepada pak presiden dan tentu salah satu isinya terkait dengan beliau special envoy perdana menteri khusus untuk proyek-proyek AZEC (Asia Zero Emission Community) ini," kata Airlangga usai pertemuan di Kertanegara, Minggu (4/5/2025).
Selain menyampaikan pesan resmi dari pemerintah Jepang, kedua pihak turut membahas perkembangan proyek kerja sama dalam kerangka AZEC. Airlangga menyampaikam saat ini Indonesia memiliki lebih dari 170 MoU dengan Jepang.

"Dan besok (Senin (5/5) akan ada penandatanganan financial closing terhadap proyek di Muara Laboh, Sumatera Barat, di mana proyek itu adalah 80 MW geothermal dengan investasi sekitar 500 juta USD," kata Airlangga.
Melalui pertemuan di kediamannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang. Prabowo berharap kolaborasi dapat terus diperkuat di tengah tantangan ketidakpastian global.
"Bapak presiden mengapresiasi kerja sama Indonesia dengan Jepang dan berharap ini bisa terus ditingkatkan di tengah ketidakpastian akibat perang tarif," kata Airlangga.
Kishida juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan kedua negara di tengah situasi global yang tidak menentu.
"Kishida juga menyampaikan betapa situasi ini menjadi tidak menentu dan dalam situasi seperti ini kerja sama dua negara menjadi sangat penting," kata Airlangga.
Sebelum menerima Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, Prabowo diketahui lebih dulu meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (4/5/2025) pagi.

Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran anggota Kabinet Merah Putih untuk duduk dan berkoordinasi bersama dalam mencari solusi mengurangi biaya haji agar lebih terjangkau lagi bagi umat Islam di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan bahwa pemerintah berupaya memberi pelayanan terbaik kepada jamaah haji karena mereka telah menabung dan menunggu cukup lama.
"Kita juga berjuang keras untuk menurunkan biaya haji semurah-murah yang kita mampu. Jadi saya minta Menteri Agama, Kepala Badan Haji, tentunya dibantu Penasihat Khusus Presiden bidang Haji untuk koordinasi sebaik-baiknya, duduk bersama dan mencari solusi-solusi untuk mengurangi biaya haji," kata Prabowo sebagaimana dilansir Antara.
Meski biaya ibadah haji pada pemerintahannya sudah turun sebanyak Rp4 juta, Prabowo mengaku masih belum puas akan penurunan tersebut.
Prabowo ingin biaya haji di Indonesia lebih terjangkau dari negara tetangga.
"Tapi (penurunan biaya haji) Rp4 juta saya minta dikurangi lagi karena saya belum puas. Kita harus yang termurah yang bisa kita capai. Kalau bisa lebih murah dari Malaysia," kata Prabowo kepada jajaran.
Presiden menyebutkan bahwa jamaah haji dan umroh dari Indonesia mencapai lebih dari 2 juta warga, bahkan mendekati 2,2 juta warga dalam satu tahun. Pada musim puncaknya, jumlah warga yang pergi ke Tanah Suci bisa mencapai 12.000 orang per hari.
Menurut Presiden, angka tersebut merupakan sesuatu yang sangat besar karena kemungkinan Indonesia merupakan negara dengan rombongan haji dan umroh terbesar di dunia.
Oleh karena itu, Presiden juga akan mengupayakan penurunan biaya haji lewat jalur diplomasi dengan Kerajaan Arab Saudi.
"Saya sudah minta waktu untuk ketemu pimpinan negara Saudi, Kerajaan Arab Saudi. Di situ saya akan membahas upaya kita permintaan Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo juga meminta Garuda Indonesia yang selama ini menjadi maskapai resmi penerbangan haji jamaah Indonesia untuk melakukan efisiensi.