Kartu Bus: Penunjuk Arah dan Identitas Tambahan
Selain berfungsi sebagai tiket transportasi, kartu bus menjadi alat bantu penting jika jemaah tersesat atau kebingungan.
Petugas di lapangan bisa langsung mengenali rute asal jemaah dari kartu yang dibawanya.
Oleh karena itu, Mujib Roni mengimbau agar seluruh jemaah selalu membawa kartu tersebut ke mana pun pergi, dan lebih baik menyimpannya di tas kecil yang selalu dibawa.
"Kami ingin memastikan jemaah tidak tersesat. Kalau sampai ada yang lupa jalan pulang, petugas bisa bantu arahkan berdasarkan nomor kartu yang mereka pegang," tegasnya.

Pelayanan Transportasi yang Terorganisasi dan Ramah Jemaah
Layanan bus shalawat bukan hanya teknis dan mekanis, tapi juga sarat sentuhan manusiawi.
Para petugas yang ditempatkan di halte dan terminal adalah mereka yang sudah dilatih untuk ramah, sigap, dan siap membantu, terutama bagi jemaah lansia dan yang menggunakan kursi roda.
Bus-bus yang digunakan juga telah dilengkapi dengan AC, tempat duduk yang nyaman, serta sistem antrean yang tertib.
Dengan jadwal keberangkatan yang konsisten dan sistem rute yang jelas, jemaah bisa merasakan kenyamanan spiritual tanpa terganggu masalah teknis.
Dengan segala fasilitas dan perencanaan yang matang, bus shalawat telah menjadi pilar utama mobilitas jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah, keberadaan layanan ini menjamin bahwa setiap langkah menuju Masjidil Haram bisa dijalani dengan tenang, tertib, dan penuh khusyuk.
Sebuah bukti bahwa penyelenggaraan haji Indonesia semakin mendekati standar pelayanan terbaik dunia.
Berikut rute jemaah bus shalawat jemaah haji Indonesia:
1. Terminal Syib Amir
a. Bis 1: Hotel nomor 301, 302, 303, 304, 305, 306, 307, 309, 310, 311, 409, 410, 411, 412, dan 413
b. Bis 2: Hotel nomor 308, 407, dan 408
c. Bis 3: Hotel nomor 414, 415, 416, 417, dan 418
d. Bis 4: Hotel nomor 212, 213, 214, 215, 216, 217, 218, 219, 220, 221, dan 222
e. Bis 5: Hotel nomor 201, 202, 203, 204, 205, 206, 207, 208, 209, 210, 211, dan 126
f. Bis 6: Hotel nomor 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, dan 125
g. Bis 7: Hotel nomor 127. 128, 129
h. Bis 8: Hotel nomor 130
i. Bis 9: Hotel nomor 315, 316, 317, 318, 320, 321, 322, 323, 324, 325, 404, 404, dan 406
j. Bis 10: Hotel nomor 312 dan 313
k. Bis 11: Hotel nomor 419, 420, 421, 422, 423, 424, 425, 426, 510, 511, 512, 513, dan 514
l. Bis 12: Hotel nomor 401, 402, dan 403
m. Bis 13: Hotel nomor 501, 502, 503, 504, 505, 506, dan 507
n. Bis 14: Hotel nomor 515 dan 516
2. Terminal Jabal Ka’bah
a. Bis 15: Hotel nomor 601, 602, 603, dan 604
b. Bis 16: Hotel nomor 605, 606, 607, 608, 609, 610, dan 611
c. Bis 17: Hotel nomor 612 dan 613
d. Bis 18: Hotel nomor 614
e. Bis 19: Hotel nomor 701, 702, 703, 704, 705, dan 706
f. Bis 20: Hotel nomor 708, 709, dan 710
g. Bis 21: Hotel nomor 711, 712, 713, 714, 715, 716, 717, 718, dan 707
3. Terminal Jiad atau Ajyad
a. Bis 22: Hotel nomor 801, 802, 803, 804, 805, dan 806
b. Bis 23: Hotel nomor 807, 808, 809, 810, 811, 812, 813, 814, dan 815
c. Bis 24: Hotel nomor 816, 817, 818, 901, 902, 903, 904, 905, 906, 907, 908, 909, 910, dan 911
d. Bis 25: Hotel nomor 912, 913, 914, 1001, 1002, 1003, 1004, dan 1005
e. Bis 26: Hotel nomor 1006, 1007, 1008, 1009, 1010, 1011, 1012, 1013, dan 1014
f. Bis 27: Hotel nomor 1015, 1016, 1017, 1018, 1019, 1020, 1021, dan 1022