CEK FAKTA: Menteri Kesehatan Wajibkan Penumpang Pesawat Vaksin TBC, Narasinya Bikin Heboh!

Riki Chandra

Senin, 26 Mei 2025 | 12:27 WIB
CEK FAKTA: Menteri Kesehatan Wajibkan Penumpang Pesawat Vaksin TBC, Narasinya Bikin Heboh!
Ilustrasi vaksin. [Dok. Antara]

Suara.com - Beredar sebuah poster digital mencatut foto Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang bernarasi menyebut bahwa penumpang pesawat wajib vaksin Tuberkulosis (TBC).

Unggahan tersebut jadi perbincangan di media sosial hingga jadi pertanyaan publik.

Berikut narasi yang beredar:

“Semua penumpang yang akan naik pesawat agar sudah divaksin TBC dan menunjukan surat vaksin. Tujuannya untuk mencegah penyebaran lewat udara.”

Unggahan yang menarasikan Menteri Kesehatan wajibkan penumpang pesawat vaksin TBC. [Dok. Antara]
Unggahan yang menarasikan Menteri Kesehatan wajibkan penumpang pesawat vaksin TBC. [Dok. Antara]

Informasi tersebut menyebar cepat di media sosial. Tentunya hal itu memicu kebingungan sekaligus keresahan masyarakat yang tengah mempersiapkan perjalanan udara menjelang libur panjang sekolah dan cuti bersama.

Lantas, benarkah Menteri Kesehatan mewajibkan vaksin TBC untuk naik pesawat?

Berdasarkan penelusuran Tim Anti Hoax Antara, unggahan tersebut tidak benar dan termasuk berita hoaks.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram resminya.

Dalam pernyataan resminya, Kemenkes RI menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan yang mewajibkan vaksin TBC sebagai syarat untuk bepergian menggunakan moda transportasi udara.

“Tidak benar. Tidak ada kebijakan seperti itu dari Kemenkes,” tulis akun resmi @kemenkes_ri, sembari menyertakan stempel “HOAKS” pada unggahan tersebut.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek fakta dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar, terutama yang tidak berasal dari sumber resmi.

Heboh Vaksin TBC Usai Pertemuan Prabowo dan Bill Gates

Ramainya isu vaksin TBC sebagai syarat perjalanan udara ini diduga muncul setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pendiri The Gates Foundation, Bill Gates, pada 7 Mei 2025 di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Bill Gates membahas kerja sama terkait uji klinis vaksin Tuberkulosis yang dikembangkan dan didanai oleh yayasan Bill Gates.

Vaksin TBC yang tengah dikembangkan tersebut saat ini sedang menjalani uji coba di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya global mengurangi beban penyakit TBC yang masih tinggi di Indonesia.

Namun, belum ada keputusan pemerintah yang menetapkan vaksin tersebut sebagai syarat perjalanan domestik maupun internasional.

“Saat ini vaksin TBC masih dalam tahap uji klinis. Belum ada kebijakan mewajibkan masyarakat untuk mendapatkannya, apalagi menjadikannya syarat naik pesawat,” jelas juru bicara Kemenkes.

Tuberkulosis Masih Jadi Ancaman Kesehatan Global

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang paru-paru dan menyebar melalui udara.

WHO mencatat, Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di dunia dalam kasus TBC, setelah India. Setiap tahunnya, ratusan ribu kasus baru TBC tercatat di Indonesia.

Kemenkes mencatat, pada tahun 2024 lalu, jumlah kasus TBC di Indonesia mencapai lebih dari 820 ribu, dan sekitar 10 persen di antaranya sulit diobati karena resisten terhadap obat standar.

Karena itu, Kemenkes secara aktif mendorong penguatan upaya penanggulangan TBC melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, serta edukasi kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang tengah didorong adalah riset dan pengembangan vaksin TBC generasi baru, yang diharapkan lebih efektif dari vaksin BCG yang selama ini digunakan.

Namun demikian, Kemenkes menekankan bahwa belum ada regulasi yang menjadikan vaksin TBC sebagai syarat perjalanan udara, baik untuk rute domestik maupun internasional.

Fenomena hoaks terkait vaksin bukan pertama kali terjadi. Di era digital, disinformasi kesehatan menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan masyarakat.

Informasi yang keliru, apalagi menyangkut isu sensitif seperti vaksinasi, dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi keputusan masyarakat.

Atas dasar itu, Kemenkes terus mendorong masyarakat untuk hanya mengacu pada sumber informasi resmi, seperti laman resmi Kemenkes, kanal media sosial terverifikasi, dan media kredibel.

Masyarakat juga diajak untuk lebih aktif melakukan pengecekan melalui platform cek fakta sebelum membagikan informasi yang belum diverifikasi.

Kesimpulan

Unggahan yang menyebut bahwa Menteri Kesehatan mewajibkan vaksin TBC untuk penumpang pesawat adalah tidak benar.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan belum menerbitkan aturan yang mewajibkan vaksinasi TBC sebagai syarat perjalanan udara.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya hoaks dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Data dan Fakta Bantah Sesat Logika Rocky Gerung: Pesepak Bola Bagus dari Afrika karena MBG

Data dan Fakta Bantah Sesat Logika Rocky Gerung: Pesepak Bola Bagus dari Afrika karena MBG

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

Seskab Klaim 18 Stadion Dibangun dan Direnovasi di Pemerintahan Prabowo, Benarkah? Cek Faktanya

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks

Kemenkeu Tegaskan Kabar Suahasil Nazara Lantik 14 Pejabat Adalah Hoaks

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:27 WIB

AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur

AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 19:53 WIB

Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun

Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:35 WIB

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk

News | Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×