Wajah Gelap Pengawasan Digital di Korea Utara: Ketika Smartphone Menjadi Senjata Rezim

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 04 Juni 2025 | 12:34 WIB
Wajah Gelap Pengawasan Digital di Korea Utara: Ketika Smartphone Menjadi Senjata Rezim
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (KCNA/ Reuters)

Suara.com - Sebuah smartphone yang berhasil diselundupkan keluar dari Korea Utara mengungkap fakta mencengangkan tentang bagaimana teknologi digunakan oleh rezim Kim Jong-un untuk memperkuat cengkeraman kekuasaan dan menindas kebebasan rakyatnya.

Temuan ini menambah daftar panjang praktik pengawasan ekstrem di salah satu negara paling tertutup di dunia.

Dilansir dari UNILAD, hasil investigasi itu yang dilakukan oleh BBC News.

Menunjukkan bahwa perangkat seluler yang tampak biasa itu sebenarnya telah dimodifikasi secara khusus oleh pemerintah Korea Utara. Dari luar, bentuknya memang menyerupai ponsel pada umumnya.

Namun di dalamnya, tersembunyi sistem pengawasan yang sangat canggih dan mengerikan.

Ponsel tersebut diketahui mengambil tangkapan layar secara otomatis setiap lima menit. Gambar-gambar ini kemudian disimpan dalam folder tersembunyi yang tidak dapat diakses oleh pengguna, melainkan hanya dapat dibuka oleh pihak berwenang.

Ini berarti setiap aktivitas pengguna, termasuk percakapan pribadi, penelusuran informasi, hingga aplikasi yang digunakan, dapat dimonitor secara diam-diam.

Lebih jauh, sistem sensor juga ditanamkan dalam fitur teksnya. Ketika seorang jurnalis BBC, Jean Mackenzie, mencoba mengetik kata “oppa”, yang dalam budaya Korea Selatan sering digunakan sebagai panggilan sayang kepada kekasih pria – ponsel itu secara otomatis mengoreksinya menjadi “comrade” (rekan).

Kata itu, menurut ponsel, hanya boleh digunakan untuk menyebut saudara kandung. Penggantian kata ini mencerminkan ideologi negara yang berupaya mensterilkan pengaruh budaya asing dan menjaga narasi tunggal tentang hubungan sosial.

baca juga

Tak hanya itu. Ketika pengguna mencoba mengetikkan “Korea Selatan”, ponsel akan secara otomatis menggantinya dengan istilah “negara boneka”, sebutan propaganda yang selama ini digunakan pemerintah Korea Utara untuk merujuk pada tetangganya di selatan.

Hal ini mencerminkan betapa ketat dan sistematisnya kontrol ideologi yang dibangun negara lewat perangkat sehari-hari.

Pengawasan digital bukan sekadar teori atau ancaman samar. Berdasarkan laporan media pada tahun lalu, sebanyak 30 remaja dilaporkan dieksekusi secara publik karena kedapatan menonton drama Korea Selatan, sebuah tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap ideologi negara.

Martyn Williams, seorang pakar teknologi informasi Korea Utara, menjelaskan kepada BBC bahwa ponsel cerdas kini telah menjadi alat utama dalam doktrinasi.

“Alasan utama kontrol ketat ini adalah karena banyak mitos seputar keluarga Kim sebenarnya adalah kebohongan.

Mereka sangat takut jika rakyat mengetahui kebenaran dari luar,” ujarnya.

ilustrasi smartphone (freepik.com/freepik)
ilustrasi smartphone (freepik.com/freepik)

Sementara itu, Kang Gyuri, seorang pembelot asal Korea Utara yang berhasil melarikan diri pada 2023 dan kini tinggal di Korea Selatan, menceritakan pengalaman kelamnya hidup dalam pengawasan total.

“Saya merasa tercekik. Saya dulu berpikir pembatasan seperti ini normal. Saya mengira negara lain juga hidup seperti itu. Tapi setelah keluar, saya sadar hanya Korea Utara yang seperti ini,” ungkapnya.

Upaya penyelundupan media dari Korea Selatan, seperti drama dan musik K-pop, terus dilakukan oleh para aktivis dengan cara-cara unik, seperti mengapungkan USB dalam botol ke perbatasan sungai.

Namun, risikonya sangat besar, dan pemerintah Korea Utara menanggapinya dengan tindakan yang brutal.

Di tengah gelombang globalisasi dan keterbukaan informasi, Korea Utara justru semakin membentengi diri dengan teknologi yang mengintai warganya sendiri.

Di tangan rezim otoriter, teknologi bukanlah alat pembebasan, melainkan senjata represi.

Smartphone yang seharusnya menjadi simbol konektivitas dan kemerdekaan justru berubah menjadi mata-mata negara yang selalu mengintai, mencatat, dan mengontrol setiap detik kehidupan rakyatnya.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa dalam konteks otoritarianisme, teknologi dapat menjadi pisau bermata dua: membawa harapan, tapi juga ketakutan. Dan di Korea Utara, sisi gelap itu sangat nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 HP Murah yang Cocok untuk Content Creator Pemula: Kamera Tajam, Harga Mulai Rp3 Jutaan

4 HP Murah yang Cocok untuk Content Creator Pemula: Kamera Tajam, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Lifestyle | Rabu, 04 Juni 2025 | 07:13 WIB

Oppo Kenalkan Smartphone Terbaru Kelas Menengah Lewat Reno 14 Pro, Desain Kamera Mirip iPhone

Oppo Kenalkan Smartphone Terbaru Kelas Menengah Lewat Reno 14 Pro, Desain Kamera Mirip iPhone

Your Say | Selasa, 03 Juni 2025 | 18:45 WIB

Tecno Pova Curve 5G Meluncur, Hadirkan Layar Melengkung Elegan dan Bodi Ramping

Tecno Pova Curve 5G Meluncur, Hadirkan Layar Melengkung Elegan dan Bodi Ramping

Your Say | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:04 WIB

Terkini

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk

Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan

Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi

Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo

Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!

Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung

Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok

Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:01 WIB

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:00 WIB

MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku

MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×