Bentuk Map Ijazah UGM Jokowi Dinilai Janggal, Dokter Tifa: Seharusnya Horizontal

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2025 | 18:28 WIB
Bentuk Map Ijazah UGM Jokowi Dinilai Janggal, Dokter Tifa: Seharusnya Horizontal
Kolase Dokter Tifa dan Jokowi. [Ist]

Suara.com - Dokter Tifa menjadi salah satu tokoh yang sering mempertanyakan perihal keaslian ijazah milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi. Melalui akun X miliknya @DokterTifa, alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut kerap menyoroti kejanggalan yang ada dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Terbaru, pemilik nama asli Tifauzia Tyassuma tersebut menyorot bentuk map ijazah Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada yang sebelumnya sempat dibawa oleh Jokowi.

Sebagaimana yang diketahui, Jokowi mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menjalani pemeriksaan atas kasus ijazah palsu pada 20 Mei 2025. Kehadirannya kala itu pun sekaligus untuk mengambil ijazah miliknya yang sempat diserahkan tim kuasa hukumnya ke penyidik Bareskrim Polri untuk diperiksa di laboratorium forensik.

Dalam kesempatan itu, Jokowi terlihat membawa map hitam dengan logo Universitas Gadjah Mada di bagian depannya. Terlihat pula bahwa logo tersebut mulai memudar.

Map dengan logo Universitas Gadjah Mada itulah yang kini menarik atensi publik setelah tersebar di dunia maya. Menurut dokter Tifa, penempatan logo dan bentuk map berisi ijazah UGM itu memiliki keanehan. 

Dokter Tifa bahkan mencurigai jika map tersebut milik universitas lain, bukan Universitas Gadjah Mada.

"Apakah yang ada di dalam map hitam dengan logo UGM tercetak vertikal ini yang keluaran Universitas Pasar Pramuka (UPP)?" cuit dokter Tifa.

Bukan tanpa alasan, tuduhan dokter Tifa didasarkan pada bentuk map. Menurut dokter Tifa yang juga lulusan UGM, map ijazah kampus tersebut seharusnya berbentuk horizontal, bukan vertikal seperti yang dipegang oleh Jokowi.

"Sebab map hitam isi ijazah asli yang diberikan UGM kepada lulusannya, logo UGM tercetak horizontal, bukan vertikal. Karena ijazah UGM horizontal, bukan vertikal. Dan tradisi tersebut sejak UGM berdiri, bukan sekarang," beber dokter Tifa.

Lebih lanjut, dokter Tifa mengatakan jika detail seperti itu hanya akan diketahui oleh orang yang benar-benar alumni UGM.

"Detail seperti ini hanya diketahui oleh orang-orang yang betul-betul lulusan asli UGM. Orang yang ngaku-ngaku lulus UGM pasti tidak paham soal ini," imbuh dokter Tifa lagi.

Unggahan itu pun sontak menuai beragam tanggapan dari publik. Sejumlah warganet yang mengaku alumni Universitas Gadjah Mada namun dari fakultas yang berbeda pun memberikan keterangan serupa.

"Betul, logo horizontal. Map yang saya dapat warnanya sih biru. Mungkin beda fakultas beda warna. Tapi logo tetep horizontal," komentar @kidu******

"Bener dok, horizontal bukan vertikal," tambah @blan*****

"Betul, ijazah aku mulai dari SD, SMP, SMA, semuanya vertikal. Baru ijazah universitas yang horizontal," timpal @csul****

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Dinanti Kepastiannya, PSI Bakal Beri Jokowi Karpet Merah jika Daftar Calon Ketum

Masih Dinanti Kepastiannya, PSI Bakal Beri Jokowi Karpet Merah jika Daftar Calon Ketum

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 14:28 WIB

Satu Kandidat Bakal Daftar Calon Ketum Besok, PSI: Apakah Jokowi? Kita Tunggu

Satu Kandidat Bakal Daftar Calon Ketum Besok, PSI: Apakah Jokowi? Kita Tunggu

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:21 WIB

Pernyataan Yakup Hasibuan Soal Pembimbing Jokowi Bertolak Belakang dengan Pengakuan Kasmudjo: Salah!

Pernyataan Yakup Hasibuan Soal Pembimbing Jokowi Bertolak Belakang dengan Pengakuan Kasmudjo: Salah!

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:50 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB