Kuasai 'Tombol Kiamat', Ini 4 Modal Nekat Iran Berani Lawan Israel dan Amerika Serikat

Bangun Santoso

Senin, 23 Juni 2025 | 18:59 WIB
Kuasai 'Tombol Kiamat', Ini 4 Modal Nekat Iran Berani Lawan Israel dan Amerika Serikat
Ilustrasi bendera Iran. (Pixabay)

Suara.com - Di panggung geopolitik global yang penuh dengan kalkulasi untung-rugi, keberanian Iran untuk secara terbuka menantang dua kekuatan militer terbesar di dunia, Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya, Israel, seringkali tampak seperti sebuah tindakan nekat yang mendekati bunuh diri.

Namun, anggapan tersebut keliru. Sikap konfrontatif Teheran bukanlah sebuah gertakan kosong yang didasari oleh emosi semata, melainkan sebuah strategi yang telah diperhitungkan secara matang, berlandaskan pada empat pilar kekuatan fundamental yang membuat mereka menjadi lawan yang sangat berbahaya dan sulit ditaklukkan.

Fakta-fakta inilah yang menjadi modal Iran, mengubah mereka dari sekadar negara regional menjadi pemain global yang mampu membuat Washington dan Tel Aviv berpikir dua kali sebelum melancarkan serangan besar.

1. Menguasai 'Tombol Kiamat' Ekonomi Dunia: Selat Hormuz

Ini adalah kartu truf pamungkas milik Iran. Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit yang menjadi satu-satunya pintu keluar dari Teluk Persia ke lautan lepas. Sekitar 21% dari total konsumsi minyak dunia dan sepertiga dari gas alam cair (LNG) global harus melewati "mulut botol" ini setiap harinya.

Secara geografis, garis pantai Iran mendominasi selat ini, memberikan mereka kemampuan untuk memblokade atau setidaknya mengganggu jalur pelayaran paling vital di dunia ini kapan pun mereka mau.

Ancaman untuk menutup Selat Hormuz adalah senjata ekonomi pemusnah massal yang dampaknya akan langsung dirasakan di setiap pompa bensin dari Tokyo hingga New York, menjadikannya jaminan keamanan paling ampuh bagi rezim di Teheran.

2. Perang Asimetris: Pasukan Drone dan Rudal 'Penghancur'

Selama puluhan tahun di bawah sanksi, Iran sadar bahwa mereka tidak akan pernah bisa menandingi kecanggihan jet tempur atau kapal induk Amerika dalam perang konvensional.

baca juga

Sebagai gantinya, mereka menyempurnakan doktrin perang asimetris: fokus pada pengembangan senjata yang murah, efektif, dan mampu menimbulkan kerusakan masif. Hasilnya adalah salah satu program drone dan rudal balistik paling canggih di dunia.

Dengan ribuan drone kamikaze dan rudal presisi seperti Kheibar Shekan, Iran memiliki kemampuan untuk membanjiri sistem pertahanan musuh dan menyerang target-target vital dari jarak jauh.

Analis dari kantor berita internasional, The Associated Press (AP), menyoroti betapa strategi ini telah menjadi tulang punggung pertahanan Iran.

"Iran telah menyempurnakan strategi perang asimetris selama puluhan tahun. Mereka sadar tidak bisa menandingi kekuatan militer konvensional AS, sehingga mereka berinvestasi besar pada teknologi rudal, drone, dan yang paling penting, jaringan proksi regional yang loyal. Jaringan inilah yang memberi mereka kemampuan untuk menyerang kepentingan AS dan Israel tanpa harus memicu perang langsung di tanah mereka sendiri," tulis The Associated-Press dalam laporannya, (15/5/2025).

3. 'Tentara Bayangan' di Seluruh Kawasan: Jaringan Proksi

Inilah pilar ketiga yang menjadi "lengan-lengan tak terlihat" Iran di seluruh Timur Tengah. Melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Iran telah membangun, mendanai, dan mempersenjatai jaringan kelompok militan yang kuat dan loyal di berbagai negara.

Mulai dari Hezbollah di Lebanon yang memiliki puluhan ribu roket, milisi Houthi di Yaman yang mampu mengganggu Laut Merah, hingga berbagai kelompok militan di Irak dan Suriah. Jaringan proksi ini memungkinkan Iran untuk memproyeksikan kekuatan, mengancam pangkalan militer AS, dan menyerang Israel dari berbagai arah tanpa harus secara resmi menyatakan perang.

4. Ideologi Revolusi dan Ketahanan Nasional

Faktor terakhir, yang seringkali diremehkan, adalah kekuatan "perangkat lunak" mereka: ideologi dan ketahanan nasional. Sejak Revolusi Islam 1979, Iran telah menanamkan ideologi perlawanan terhadap "arogansi global" yang dipimpin AS.

Ditambah dengan pengalaman puluhan tahun hidup di bawah sanksi ekonomi yang berat, rakyat dan pemimpin Iran telah terbiasa dengan kesulitan dan tekanan. Ini menciptakan sebuah kebanggaan nasional dan tingkat toleransi penderitaan yang sangat tinggi, membuat mereka tidak mudah gentar oleh ancaman militer maupun tekanan ekonomi dari luar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Serang Iran, Kantor Sri Mulyani Kencangkan Ikat Pinggang

AS Serang Iran, Kantor Sri Mulyani Kencangkan Ikat Pinggang

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 18:50 WIB

Dubes Iran: Rudal yang Ditembakkan ke Israel Jenis Lama, Kami Sedang Cuci Gudang

Dubes Iran: Rudal yang Ditembakkan ke Israel Jenis Lama, Kami Sedang Cuci Gudang

News | Senin, 23 Juni 2025 | 18:38 WIB

Harga Minyak Meroket Usai AS Serang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Soal Beban APBN

Harga Minyak Meroket Usai AS Serang Iran, DPR Ingatkan Pemerintah Soal Beban APBN

News | Senin, 23 Juni 2025 | 18:31 WIB

Udinese Akan Diakuisisi Keluarga Milioner Israel, Jay Idzes Gagal Pindah?

Udinese Akan Diakuisisi Keluarga Milioner Israel, Jay Idzes Gagal Pindah?

Bola | Senin, 23 Juni 2025 | 17:42 WIB

Menlu Iran Bertemu Putin Usai Serangan Nuklir Oleh AS, Rusia Pecahkan "Perang Dunia"?

Menlu Iran Bertemu Putin Usai Serangan Nuklir Oleh AS, Rusia Pecahkan "Perang Dunia"?

News | Senin, 23 Juni 2025 | 17:35 WIB

Pertama Kalinya! Iran Hujani Israel dengan Rudal 'Penghancur Khaibar', Perang Masuk Babak Mengerikan

Pertama Kalinya! Iran Hujani Israel dengan Rudal 'Penghancur Khaibar', Perang Masuk Babak Mengerikan

News | Senin, 23 Juni 2025 | 17:33 WIB

Situs Nuklir Iran Diserang, Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Target Balasan

Situs Nuklir Iran Diserang, Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Target Balasan

News | Senin, 23 Juni 2025 | 17:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×