Inkonsistensi Omongan Jokowi soal KKN Disorot Roy Suryo: Banyak yang Tak Cocok

Lintang Siltya Utami

Rabu, 25 Juni 2025 | 12:47 WIB
Inkonsistensi Omongan Jokowi soal KKN Disorot Roy Suryo: Banyak yang Tak Cocok
Pakar telematika Roy Suryo. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Polemik kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi hingga kini semakin memanas.

Tak hanya ijazahnya yang dipertanyakan, sejumlah pihak kini mulai menyoroti skripsi dan lokasi Kuliah Kerja Nyata atau KKN Jokowi. Terbaru, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Roy Suryo menyinggung ada banyak hal yang tidak cocok tentang KKN yang dilakukan Jokowi.

Hal tersebut dibeberkan Roy Suryo dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Deddy Sitorus Official berjudul "Roy Suryo Blak Blakan Telanjangi Kebohongan Jokowi dari Esemka sampai Ijazah Palsu" dan diunggah ulang oleh akun X @PaltiWest.

Menurut Roy Suryo, pernyataan Jokowi tentang garis waktu KKN yang dilakukannya tidak tepat.

"Penjelasan-penjelasan itu yang kemudian nggak cocok, termasuk soal KKN, Kuliah Kerja Nyata. Kan ini juga dalam rangkaian," ucap Roy Suryo kepada Deddy Sitorus.

Host podcast tersebut segera menimpali perihal IPK Jokowi yang di bawah 2. Presiden Republik Indonesia ke-7 itu sebelumnya pernah mengaku bahwa dirinya hanya mendapat IPK kurang dari 2 pada Juni 2013.

Deddy Sitorus menyoroti bahwa umumnya universitas seperti UGM tidak mengizinkan mahasiswa untuk mengikuti KKN jika IPK di bawah 2. Bahkan, sejumlah kampus mensyaratkan IPK minimal 2 untuk herregistrasi dan terancam DO atau drop out jika tidak bisa memenuhi syarat.

"Tiga tahun sudah KKN, padahal IP-nya di bawah dua. Artinya kalau kita pegang omongannya sendiri di bawah dua, ya nggak mungkin tiga tahun (sudah) KKN," kata Deddy Sitorus.

Roy Suryo pun setuju dengan pendapat pemilik podcast tersebut. Pasalnya jika dosen pembimbing Jokowi kala itu bersikap sesuai aturan, maka tak mungkin Jokowi diperbolehkan untuk mengikuti KKN.

baca juga

"Nggak mungkin, mas. Kalau di bawah dua, berarti satu semester dia hanya ngambil 15, 15, 15, nggak boleh lebih 15. Kalau benar dosen pembimbing akademiknya. Maka dia nggak akan mungkin," timpal Roy Suryo.

Lebih lanjut, Roy Suryo juga menilai bahwa banyak pihak yang mempertanyakan perihal aturan tersebut. Ia mengatakan jika Jokowi akhirnya meralat tahun KKN menjadi awal 1985, setelah sebelumnya Bareskrim Polri menyebut bahwa Jokowi melakukan KKN pada 1983.

"Nah, setelah banyak sekali suara 'nggak mungkin', dia meralat bahwa saya KKN tahun 85 awal. Loh kok 85 awal? Dulu kan katanya 83," imbuh Roy Suryo lagi.

Garis waktu tahun 1985 tersebut menimbulkan tanda tanya lainnya, di mana jika Jokowi melakukan KKN dan wisuda di tahun yang sama.

"85 KKN, wisudanya 85 juga?" tanya Deddy Sitorus, diikuti gelak tawa Roy Suryo.

Roy Suryo lantas menyinggung kedatangan Rismon Sianipar ke Boyolali, Kecamatan Wonosegoro untuk mengecek langsung lokasi KKN Jokowi. Namun, orang-orang yang tinggal di kecamatan tersebut pun turut mengatakan jika Jokowi melakukan KKN pada 1983, sesuai keterangan Bareskrim Polri.

"Jadi ketika doktor Rismon ke desa KKN, rupanya desa KKN-nya itu yang ada di Wonosegoro, Boyolali, Desanya Ketoyan, itu rupanya belum di-update. Jadi masih 83, mereka semua itu bersuara 'iya 83, ada orang mirip pakai kacamata, kemudian dibonceng pakai vespa, ngambil gitar'," beber Roy Suryo.

Tak hanya itu, Roy Suryo juga menyoroti unggahan salah satu kader PSI Dian Sandi Utama yang mengklaim memiliki foto KKN Jokowi. Dian Sandi juga meminta Rismon Sianipar dan timnya untuk melakukan uji forensik terhadap foto lawas tersebut.

"Terus yang menarik lagi karena orang kacamata itu, barusan ini ada hubungannya dengan kader PSI. Kader PSI baru-baru ini juga mengunggah sebuah foto KK, yang katanya itu ada Joko Widodo. Saya perhatikan foto KKN, kita disuruh periksa forensiknya, saya tanya pada dia, ini mana yang anda sebutkan? Nggak ada orang berkacamata di situ," pungkas Roy Suryo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batal Nyalon Jadi Ketum PSI, Jokowi Sakit Apa?

Batal Nyalon Jadi Ketum PSI, Jokowi Sakit Apa?

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 20:44 WIB

PSI Beberkan Kondisi Kesehatan Jokowi Usai Batal Maju Ketum: Lagi Masa Recovery Kok

PSI Beberkan Kondisi Kesehatan Jokowi Usai Batal Maju Ketum: Lagi Masa Recovery Kok

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 20:16 WIB

Dari Kampus ke Desa: Langkah Awal Mahasiswa UMBY Lewat Pembekalan KKN 2025

Dari Kampus ke Desa: Langkah Awal Mahasiswa UMBY Lewat Pembekalan KKN 2025

Your Say | Selasa, 24 Juni 2025 | 20:13 WIB

Terkini

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

×