Tragedi Rinjani: Di Balik Evakuasi Mustahil, Mengapa Netizen Brasil Ramai 'Mengadu' ke Prabowo?

Bangun Santoso

Rabu, 25 Juni 2025 | 16:02 WIB
Tragedi Rinjani: Di Balik Evakuasi Mustahil, Mengapa Netizen Brasil Ramai 'Mengadu' ke Prabowo?
Juliana Marins, WN Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani (Instagram/@resgatejulianamarins)

Suara.com - Tragedi meninggalnya pendaki wanita asal Brasil, Juliana Marins (26), di Gunung Rinjani tidak hanya menyisakan duka dan pertanyaan teknis seputar evakuasi, tetapi juga memicu sebuah fenomena digital yang tak terduga.

Di tengah keputusasaan dan lambatnya proses penyelamatan, ribuan warganet Brasil menyerbu kolom komentar akun media sosial Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, menjadikannya sebagai tumpuan harapan terakhir.

Insiden ini menjadi potret kompleks dari sebuah tragedi modern, di mana harapan dan diplomasi digital dari warga negara asing berbenturan langsung dengan kenyataan pahit di lapangan yang dibatasi oleh hukum fisika dan keterbatasan teknologi.

Serbuan Digital ke Akun Prabowo

Saat kabar Juliana Marins terjebak di jurang Rinjani dan video drone yang menunjukkan dirinya masih hidup viral di Brasil, kepanikan dan frustrasi melanda keluarga serta publik di negara tersebut.

Dalam upaya mencari pertolongan secepat mungkin, mereka melakukan langkah yang lazim di era digital: menarik perhatian figur paling berkuasa.

Akun Instagram Presiden Joko Widodo dan, yang paling signifikan, Presiden terpilih Prabowo Subianto, dibanjiri komentar berbahasa Portugis. "Akun Instagram Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo dibanjiri komentar dari warganet Brasil yang memohon percepatan evakuasi menggunakan helikopter," lapor sejumlah media nasional pada hari Minggu, 22 Juni 2025.

Pesan-pesan seperti "Ajude-nos, por favor" (Tolong kami) dan permohonan untuk mengerahkan segala sumber daya negara menjadi pemandangan umum. Bagi mereka, Prabowo adalah simbol otoritas tertinggi yang diharapkan bisa menerobos segala kebuntuan birokrasi dan teknis.

Fakta Pahit di Ketinggian 9.400 Kaki

baca juga

Namun, harapan yang digantungkan di dunia maya itu harus berhadapan dengan tembok realitas di lereng Rinjani. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bukannya tidak berusaha. Mereka berpacu dengan waktu, namun dihadapkan pada medan vertikal dan cuaca yang tidak menentu.

Puncak dari operasi penyelamatan yang dramatis terjadi pada Selasa malam. Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

"Pukul 18.00 WITA, satu orang rescuer dari Basarnas atas nama Khafid Hasyadi berhasil menjangkau korban pada kedalaman 600 meter, selanjutnya dilakukan pemeriksaan korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan," kata Syafii dalam keterangan resminya.

Juliana dipastikan meninggal dunia, diduga kuat akibat kombinasi cedera dan hipotermia setelah terjebak berhari-hari.

Penjelasan Ahli: Kenapa Helikopter Tak Bisa Menjangkau?

Pertanyaan terbesar publik, baik di Indonesia maupun Brasil, adalah mengapa helikopter tidak bisa langsung diterjunkan ke lokasi korban. Pengamat penerbangan Gerry Soejatman memberikan penjelasan teknis yang mencerahkan mengapa opsi tersebut mustahil dilakukan. Menurutnya, masalah utamanya adalah ketinggian ekstrem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Kisah Tragis Pendaki Tewas di Gunung yang Mengguncang Dunia, Terbaru Juliana Marins

7 Kisah Tragis Pendaki Tewas di Gunung yang Mengguncang Dunia, Terbaru Juliana Marins

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:13 WIB

Kunker Perdana di Bali, Prabowo Fokus Kesehatan dan Ekonomi, Apa Saja yang Diresmikan?

Kunker Perdana di Bali, Prabowo Fokus Kesehatan dan Ekonomi, Apa Saja yang Diresmikan?

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 14:38 WIB

Sejarah Tergantung Rezim yang Berkuasa, Pandji Pragiwaksono: Wajah Gajah Mada Mirip Mohammad Yamin

Sejarah Tergantung Rezim yang Berkuasa, Pandji Pragiwaksono: Wajah Gajah Mada Mirip Mohammad Yamin

Entertainment | Rabu, 25 Juni 2025 | 14:13 WIB

Kenapa Helikopter Tak Langsung Angkut Pendaki Brasil di Rinjani? Pengamat Beberkan Alasannya

Kenapa Helikopter Tak Langsung Angkut Pendaki Brasil di Rinjani? Pengamat Beberkan Alasannya

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 14:04 WIB

Mendagri Disorot Usai Banyak Masalah Diselesaikan Prabowo, Ahmad Muzani: Jangan Jadi Beban Presiden

Mendagri Disorot Usai Banyak Masalah Diselesaikan Prabowo, Ahmad Muzani: Jangan Jadi Beban Presiden

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 13:37 WIB

SUARA LIVE! Dugaan Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut hingga Penemuan Juliana Pendaki Rinjani asal Brasil

SUARA LIVE! Dugaan Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut hingga Penemuan Juliana Pendaki Rinjani asal Brasil

Video | Rabu, 25 Juni 2025 | 13:37 WIB

Pendaki Brasil Dipastikan Meninggal di Gunung Rinjani, Tim SAR Ungkap Kesulitan Proses Evakuasi

Pendaki Brasil Dipastikan Meninggal di Gunung Rinjani, Tim SAR Ungkap Kesulitan Proses Evakuasi

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

×