Usai Viral, Mantan Wamendes Minta Maaf ke Roy Suryo dan Akui Punya Kios di Pasar Pramuka

Lintang Siltya Utami

Kamis, 26 Juni 2025 | 13:41 WIB
Usai Viral, Mantan Wamendes Minta Maaf ke Roy Suryo dan Akui Punya Kios di Pasar Pramuka
Pakar telematika Roy Suryo. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Publik belakangan dikejutkan dengan pengakuan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Roy Suryo yang mendapat pesan bernuansa intimidasi dari mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamen PDTT), Paiman Raharjo.

Hal tersebut dibeberkannya dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Sentana TV. Roy Suryo diduga mendapat pesan tersebut karena terus menyoroti kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

Pesan yang diterima Roy Suryo pada 6 Mei 2025 tersebut berisi saran Paiman Raharjo untuk berhenti membicarakan kasus ijazah Jokowi dan memikirkan keselamatan keluarga Roy Suryo.

Nama Paiman Raharjo juga terseret dalam dugaan lokasi percetakan ijazah. Beredar asumsi bahwa ijazah Sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi dicetak di Pasar Pramuka.

Setelah itu, muncul informasi yang berasal dari purnawirawan intelijen TNI Angkatan Darat yang menyatakan bahwa Paiman Raharjo memiliki kios percetakan di Pasar Pramuka.

Namun, dalam video terbaru yang juga dibagikan oleh Sentana TV berjudul "Mendadak Wakil Menteri Minta Maaf ke Roy Suryo dan Ngaku Punya Kios Pramuka" dan diunggah kembali oleh akun X @AnKiiim_, Roy Suryo membongkar isi chat yang diterimanya dari Paiman Raharjo. Ia menyebut bahwa mantan Wamendes itu meminta maaf kepadanya.

Roy Suryo mengatakan bahwa pesan berisi permintaan maaf dari Paiman Raharjo diterimanya pada pukul 8.37 pagi.

"Tapi ternyata jam 8 lebih 37 pagi, dia minta maaf ke saya. Jadi minta maaf ke saya, 'yang terhormat Mas Roy Suryo yang saya cintai, teriring salam dan doa, semoga Mas selalu sehat dan selalu dalam lindungan limpahan keberkahan Allah SWT'," ucap Roy Suryo membacakan isi pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

Roy Suryo menambahkan bahwa beruntung dirinya pernah menjabat sebagai menteri. Jika tidak, kemungkinan besar Paiman Raharjo akan mengirim teks lain kepadanya setelah mengungkapkan hal tersebut.

baca juga

"Untung, ini terus terang untung, untung saya pernah pada level ketika di Kementerian Pemuda dan Olahraga, coba kalau saya belum pernah jadi menteri, mungkin isi WhatsAppnya lain. Namanya juga profesor," sambungnya lagi.

Roy Suryo menambahkan bahwa Paiman Raharjo secara jelas meminta maaf kepadanya dan mengaku ikhlas atas pemberitaan yang diterimanya saat ini.

"Jadi gini, 'jika WhatsApp saya ke Mas Roy membuat Mas Roy tidak berkenan, saya mohon maaf'. Clear ya? Clear. 'Karena pikiran sepintas saat itu saya merasa kenal dengan Mas Roy, jadi murni niatan baik sebagai sahabat'. Nah ini yang menarik, terkait isu dan fitnah yang menimpa saya, saya terima dengan ikhlas karena saya sudah biasa difitnah dari dulu dan saya tetap kuat menghadapi, jika tidak kuat mungkin saya tidak akan jadi seperti sekarang ini, merantau ke Jakarta hanya modal lulusan SMP', ini saya hormati mengaku, soalnya ada yang nggak ngaku," beber Roy Suryo.

Setelah itu, Roy Suryo menyebutkan bahwa Paiman Raharjo pun terbuka tentang latar belakangnya, mulai dari lulusan SMP dan merantau, bahkan ia pernah bertahan hidup untuk menjadi tukang sapu dan satpam.

Tak hanya itu, Paiman Raharjo juga mengaku pernah memiliki kios usaha di Pasar Pramuka. Berikut ini isi pesan dari Paiman Raharjo kepada Roy Suryo:

"Yth Mas Roy Suryo yang saya cintai, teriring salam dan doa semoga mas selalu sehat dan selalu dalam limpahan keberkahan Allah SWT. Mohon ijin dan maaf mas, terkait WA saya pada bulan Mei 2025 ke Mas Roy Suryo tidak punya maksud apa-apa, hanya saran dari seorang sahabat, tidak punya niat intimidasi atau hal apapun kecuali niatan baik dan saran dari seorang sahabat. Saya ini orang kecil dan rakyat biasa yang tidak memiliki kapasitas untuk mengintimidasi seseorang atau orang lain. Jika WA saya ke Mas Roy Suryo membuat mas tidak berkenan, saya mohon maaf karena pikiran sepintas saat itu saya merasa kenal dengan mas sebagai sahabat, jadi murni niatan baik saran sebagai sahabat.

Terkait isu dan fitnah yang menimpa saya saat ini, saya terima dengan ikhlas, karena saya sudah biasa difitnah dari dulu dan saya tetap kuat menghadapi. Jika saya nggak kuat menghadapi mungkin saya tidak jadi seperti sekarang ini, merantau ke Jakarta hanya modal lulusan SMP dan menjadi tukang sapu dan satpam. Dalam perjalanan hidup saya agar saya bisa kuliah atau sekolah selain jadi tukang sapu, saya sejak tahun 1997-2002 usaha membuka pengetikan dan fotocopy dan bukan percetakan, dan setelah saya resmi menjadi Kaprodi di Fisip Moestopo tahun 2002, saya menekuni sebagai dosen tetap dan kios usaha saya di Pramuka Pojok Matraman saya jual semuanya. Jadi setelah tahun 2002, saya tidak tahu lagi perkembangan Pasar Pramuka Pojok. Kalau saya sekarang diisukan seperti yang beredar di media saat ini, saya menganggap ini cobaan dari Allah, dan saya ikhlas menerimanya, saya pun tidak dendam dengan Mas Roy Suryo karena bagaimanapun sahabat harus dijaga nama baiknya.

Sekali lagi, jika WA saya sebelumnya tidak berkenan atau salah, saya mohon maaf beribu maaf, ini murni saran untuk sahabat. Semoga Mas Roy beserta keluarga selalu sehat dan dalam lindungan-Nya. Wassalam, Prof. Paiman Raharjo,"

Tetapi dalam video yang sama, Roy Suryo mengutip artikel yang ditulis oleh pemerhati intelijen Sri Radjasa berjudul "Mengapa Paiman Raharjo Klaim Batas Waktu Kepemilikan Kios Percetakan".

"Tapi yang menarik, kita dapat cerita juga oleh pengamat intelijen Sri Radjasa yang menulis mengapa Paiman Raharjo klaim batas waktu kepemilikan kios percetakan. Karena dia (Paiman Raharjo) nulis 97 sampai 2002, padahal ditulis hasil temuan di lapangan terdapat informasi dari beberapa rekan sesama pemilik kios di Pasar Pramuka yang siap bersaksi, Paiman Raharjo memiliki kios ketik dan cetak sejak tahun 90-an sampai tahun 2017," beber Roy Suryo.

Keterangan yang diberikan oleh Paiman Raharjo dan temuan pengamat intelijen di lapangan berbeda sehingga kembali menimbulkan kecurigaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkit Kios Pasar Pramuka, Roy Suryo Bongkar Chat Eks Wamendes Paiman Raharjo, Isinya Bikin Gempar!

Ungkit Kios Pasar Pramuka, Roy Suryo Bongkar Chat Eks Wamendes Paiman Raharjo, Isinya Bikin Gempar!

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 11:01 WIB

Inkonsistensi Omongan Jokowi soal KKN Disorot Roy Suryo: Banyak yang Tak Cocok

Inkonsistensi Omongan Jokowi soal KKN Disorot Roy Suryo: Banyak yang Tak Cocok

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 12:47 WIB

Vokal di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Ngaku Diintimidasi Mantan Wamen

Vokal di Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Ngaku Diintimidasi Mantan Wamen

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 14:23 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×