'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Kamis, 26 Juni 2025 | 18:41 WIB
'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil
Ilustrasi Gunung Rinjani. (Foto: Wikipedia)

Suara.com - Kematian tragis seorang pendaki asal Brasil setelah terjatuh ke dalam jurang di dekat kawah aktif Gunung Rinjani menjadi pengingat brutal akan bahaya ekstrem yang tersembunyi di balik keindahan puncak gunung berapi.

Ini bukan sekadar risiko jatuh biasa. Menurut epidemiolog Dicky Budiman, area di sekitar kawah aktif seperti Rinjani adalah sebuah 'jebakan maut' yang mengombinasikan medan mematikan dengan ancaman tak terlihat.

Tragedi yang menimpa turis Brasil pada Sabtu, 21 Juni 2025, seharusnya menjadi pelajaran keras bagi setiap pendaki, bahkan yang paling berpengalaman sekalipun.

Korban dilaporkan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 400 meter di dekat danau kawah, sebuah area yang menurut para ahli memiliki tingkat bahaya tertinggi.

Dicky Budiman menjelaskan, bahwa topografi di sekitar kawah aktif sangatlah berbahaya. Tepi kawah seringkali rapuh dan tidak stabil, sementara struktur tebingnya curam dan berbatu. Ditambah lagi dengan suhu permukaan yang bisa sangat panas.

“Lava di kawah aktif itu sangat padat dan kental, biasanya hanya muncul di permukaan kawah tertentu seperti di Rinjani yang memiliki struktur tebing curam dan berbatu, serta suhu yang ekstrem,” ujar Dicky kepada wartawan, Kamis (26/6/2025).

Namun, ancaman paling mengerikan di kawah aktif justru adalah 'pembunuh' yang tidak berwarna dan tidak berbau yakni gas beracun.

Dicky menekankan bahwa gas seperti karbon dioksida (CO) dan sulfur dioksida (SO) yang terus-menerus keluar dari perut bumi bisa menjadi sangat mematikan dalam sekejap.

“Gas-gas ini bisa menyebabkan gejala pusing, sesak napas, lalu kehilangan kesadaran hingga kematian. Yang lebih mengkhawatirkan, banyak korban tidak menyadari sudah terpapar karena gas ini tak terlihat dan tak tercium,” jelas Dicky.

baca juga

Ketika seseorang jatuh ke dalam area kawah, konsentrasi gas beracun ini bisa sangat pekat, membuat korban yang mungkin selamat dari benturan awal akhirnya tewas karena keracunan gas.

Lebih lanjut, ia memaparkan kombinasi cedera fatal yang mungkin terjadi saat seseorang jatuh ke kawah aktif. Tubuh tidak hanya berisiko hancur akibat benturan yang menyebabkan patah tulang multipel dan pendarahan otak, tetapi juga menghadapi ancaman luka bakar parah dari uap panas atau permukaan kental lava yang suhunya bisa mencapai ratusan derajat Celsius.

Dalam skenario lain, jika korban jatuh dan terendam air di lereng kawah, hipotermia bisa menjadi penyebab kematian yang cepat.

Tragedi pendaki Brasil, yang jasadnya baru berhasil dievakuasi pada Rabu (25/6) setelah upaya pencarian dan evakuasi yang sangat sulit akibat medan ekstrem, harus menjadi titik evaluasi total terhadap standar keselamatan pendakian gunung berapi.

"Ini harus jadi pembelajaran terhadap kesehatan dan keselamatan pendaki untuk jangan pernah mendekati tepi kawah. Karena tepi kawah itu sering rapuh," ujarnya memberi pesan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins

Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:08 WIB

Berlangsung Dramatis di Tebing, Tim Relawan Tidur Semalam Bersama Jasad Juliana Marins

Berlangsung Dramatis di Tebing, Tim Relawan Tidur Semalam Bersama Jasad Juliana Marins

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:42 WIB

Menginap di Jurang Demi Jasad Pendaki Brasil: Kisah Heroik Relawan Rinjani yang Menyentuh Hati

Menginap di Jurang Demi Jasad Pendaki Brasil: Kisah Heroik Relawan Rinjani yang Menyentuh Hati

Video | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:45 WIB

Di Tengah Kritik Lambannya Evakuasi Juliana Marins, Fiersa Besari: Hormat untuk Basarnas

Di Tengah Kritik Lambannya Evakuasi Juliana Marins, Fiersa Besari: Hormat untuk Basarnas

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:31 WIB

Sekaya Apa Alexandre Pato? Eks Striker Brasil Siap Biayai Pemulangan Jenazah Juliana dari Indonesia

Sekaya Apa Alexandre Pato? Eks Striker Brasil Siap Biayai Pemulangan Jenazah Juliana dari Indonesia

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:29 WIB

Isi Lengkap Tulisan Pilu Ayah Juliana Marins Sambut Jenazah Anaknya di Brasil

Isi Lengkap Tulisan Pilu Ayah Juliana Marins Sambut Jenazah Anaknya di Brasil

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:01 WIB

Warga Brasil Temukan 3 Faktor Sulitnya Evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani

Warga Brasil Temukan 3 Faktor Sulitnya Evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 13:58 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×