TN Tesso Nilo Jadi Kebun Sawit Ilegal,Wawancara Zulkifli Hasan dan Harrison Ford Viral Lagi

Sumarni

Minggu, 29 Juni 2025 | 20:39 WIB
TN Tesso Nilo Jadi Kebun Sawit Ilegal,Wawancara Zulkifli Hasan dan Harrison Ford Viral Lagi
Wawancara Zulkifli Hasan dan Harrison Ford Viral Lagi (Instagram/@zul.hasan)

Suara.com - Aida Greenbury yang dikenal vokal dalam advokasi sektor kehutanan dan kelapa sawit membagikan video wawancara Harrison Ford dengan Zulkifli Hasan.

Video tersebut dibagikan setelah Kementerian Kehutanan melaporkan separuh Taman Nasional (TN) Tesso Nilo saat ini menjadi kebun sawit ilegal.

Jabatan Menteri Kehutanan yang sekarang dipegang Raja Juli Antoni juga pernah diduduki Zulkifli Hasan.

Presiden SBY mempercayakan jabatan Menteri Kehutanan Indonesia kepada Zulkifli Hasan pada 2009 hingga 2014.

Jelang masa jabatannya berakhir, tepatnya pada 2013, Zulkifli Hasan diwawancara Harrison Ford yang merekam film dokumenter "Years of Living Dangerously".

Dalam cuplikan video yang dibagikan akun X @AidaGreenbury pada Sabtu, 28 Juni 2025, Harrison Ford menunjukkan kekesalannya melihat kondisi hutan di Indonesia.

"Salah satu sumber besar korupsi sebenarnya adalah sektor kehutanan," tutur seorang narasumber.

"Ini mengerikan. Wow. Aku tak sabar ingin bertemu Menteri Kehutanan," sahut Harrison Ford.

Keinginan Harrison Ford bertemu dengan Menteri Kehutanan Indonesia yang sedang dijabat Zulkifli Hasan kala itu terkait kondisi Taman Nasional Tesso Nilo.

baca juga

Bahkan Harrison Ford meminta Zulkifli Hasan serius saat membicarakan taman nasional yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tersebut.

"Itu tidak lucu ya," tegas Harrison Ford sebanyak dua kali saat Zulkifli Hasan menyambutnya dengan tawa.

Harrison Ford melihat banyaknya penebangan ilegal hutan di Taman Nasional Tesso Nilo yang membuat perasaannya sangat pilu.

"Hanya 18 persen hutan yang tersisa. Kami melihatnya ada jalan baru, jalan baru ilegal, hutan yang ditebang, pohon yang tumbang ke tanah terbakar di tempat mereka jatuh," cerita Harrison Ford.

"Ini sangat merusak, sungguh memilukan melihatnya. Anda tentu melihatnya," sambung Harrison Ford.

Namun Zulkifli Hasan justru mengaku baru melihatnya.

"Saya baru lihat, terkaget-kaget. Kami tiap hari mencoba menyelesaikan persoalan ini. Kami baru mengalami apa yang disebut demokrasi," kata Zulkifli Hasan membela diri.

Alasan tersebut tidak bisa diterima Harrison Ford yang merasa pemerintah seharusnya dengan mudah bisa menangani penebangan ilegal.

"Pak, para penebang ilegal ini tidak mungkin jatuh begitu saja dari langit. Mereka datang ke sana secara bertahap dan ada banyak waktu untuk menghentikan mereka, menghentikan aktivitas ini," tutur Harrison Ford dengan nada penuh mosi.

Sayangnya Zulkifli Hasan bersikeras bahwa Indonesia yang baru mengenal sistem demokrasi, tidak seperti Amerika, membuatnya kesulitan menangani masalah di Taman Nasional Tesso Nilo.

"Tadi saya sudah jelaskan, ini bukan Amerika. Memang berbeda. Kami baru mengalami apa yang disebut dengan reformasi," jelas Zulkifli Hasan.

"Aku mengerti, kamu kalah melawan semua ini. Apakah itu yang kamu katakan padaku?" tanya Harrison Ford yang diiyakan Zulkifli Hasan.

Jawaban Zulkifli Hasan yang tidak memuaskan hanya menyisakan luka di ucapan Harrison Ford ketika undur diri.

"Oke, baiklah. Aku melihat semua kekayaan ini, tapi itu untuk orang yang di atas. Turun di bagian bawah, hanya ada ketidakadilan, ilegalitas, dan korupsi. Terima kasih atas waktunya," tutup aktor Amerika yang kini berusia 82 tahun itu.

Wawancara Zulkifli Hasan dengan Harrison Ford yang kembali jadi viral membuat warganet mengaku malu saat melihatnya.

"Zul nggak perduli yang diprotes sama HF. Dia cuma bangga bisa dalam satu frame dengan HF," komentar akun @Bfor***.

"Dan si Zulhas ini sampe sekarang masih menjabat di pemerintahan. Kayak apaan sih, kerja nggak ada yang bener masih tetep dikasih jabatan," sahut akun @MihaelKhee***,

"Harrison Ford membuang kesempatan hanya dengan wawancara dan bersabar padahal bisa langsung pukul tepat dihidungnya puluhan kali," sindir akun @consoledotl***.

"Masih bisa senyum dan tertawa? Oh ya, gambaran mereka yg menjabat ini yah. Nyawa manusia aja dianggap bahan candaan, apalagi alam," kata akun @_oi***.

Sebagai informasi, Taman Nasional Tesso Nilo belakangan ini viral atas upaya Satgas Garuda untuk menertibkan kawasan seluas 81.739 hektare tersebut.

Sekitar 40 ribu hektare Taman Nasional Tesso Nilo saat ini telah dibuka dan ditanami sawit secara ilegal.

Oleh sebab itu, Satgas Garuda bersama Direktoral Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan akan merehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo .

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran Makan Bergizi Gratis Naik jadi Rp121 Triliun Tahun Ini

Anggaran Makan Bergizi Gratis Naik jadi Rp121 Triliun Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 17:11 WIB

Prabowo Panggil 12 Menteri ke Hambalang, Zulhas Sebut Bahas Koperasi

Prabowo Panggil 12 Menteri ke Hambalang, Zulhas Sebut Bahas Koperasi

News | Senin, 23 Juni 2025 | 18:09 WIB

Zulhas Beberkan Progres Koperasi Desa Merah Putih di Hambalang, Begini Katanya

Zulhas Beberkan Progres Koperasi Desa Merah Putih di Hambalang, Begini Katanya

News | Senin, 23 Juni 2025 | 17:41 WIB

Indonesia Tambah 184 Ribu Ekor Sapi Impor

Indonesia Tambah 184 Ribu Ekor Sapi Impor

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 14:29 WIB

Kapan Pemerintah Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih? Zulkifli Hasan Bilang Ini

Kapan Pemerintah Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih? Zulkifli Hasan Bilang Ini

News | Kamis, 08 Mei 2025 | 23:04 WIB

Gagal Jadi Mertua, Zulkifli Hasan Didesak Pimpin Shipper Verrell Bramasta dan Fuji

Gagal Jadi Mertua, Zulkifli Hasan Didesak Pimpin Shipper Verrell Bramasta dan Fuji

Entertainment | Rabu, 30 April 2025 | 21:52 WIB

Terkini

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:23 WIB

×