Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Indonesia Tambah 184 Ribu Ekor Sapi Impor

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 16 Mei 2025 | 14:29 WIB
Indonesia Tambah 184 Ribu Ekor Sapi Impor
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). [Suara.com/Lilis Varwati]

Suara.com - Pemerintah memutuskan untuk menambah impor sapi bakalan atau sapi hidup dengan menambah kuota sebanyak 184 ribu ekor.

Dengan penambahan ini, total kuota impor sapi bakalan untuk tahun 2025 melonjak menjadi 534 ribu ekor, sebuah langkah ambisius untuk mendongkrak produksi daging sapi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan strategi jitu untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia pada impor daging sapi beku.

Sebelumnya, kuota impor sapi bakalan untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar 350 ribu ekor. Penambahan kuota yang cukup besar ini diharapkan dapat mempercepat proses penggemukan sapi di dalam negeri, sehingga ketersediaan daging sapi lokal meningkat secara signifikan.

"Jadi saya tadi sudah bicara kalau memang kita fokusnya (sapi) bakalan, nanti bakalan kita bebasin saja, nggak usah dikuota-kuota lagi kan. Kalau kita pengin penggemukan, artinya yang diatur daging bekunya," tegas Zulhas di Jakarta, Jumat (16/5/2025), mengisyaratkan perubahan paradigma kebijakan impor sapi yang lebih berorientasi pada pemberdayaan peternak lokal.

Lebih lanjut, Zulhas menekankan bahwa impor sapi hidup memiliki dampak positif yang lebih luas dibandingkan impor daging beku. Menurutnya, kebijakan ini akan memberdayakan para peternak dan petani di seluruh Indonesia. Sapi-sapi bakalan yang diimpor akan dikelola secara langsung oleh peternak lokal, memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan usaha penggemukan dan meningkatkan pendapatan.

Selain itu, impor sapi hidup juga dinilai memberikan nilai tambah ekonomi bagi berbagai pihak terkait. Proses penggemukan sapi membutuhkan pakan ternak, yang sebagian besar berasal dari petani rumput dan petani jagung. Dengan demikian, kebijakan ini secara tidak langsung akan menggerakkan sektor pertanian dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

"Itu ada petaninya, ada petani rumput, ada makanan jagung. Jadi banyak yang terlibat. Tapi kalau beku nggak, nggak ada nilai tambahnya, dari sana masuk sini langsung jual, jadi di harganya bisa lebih murah daripada kalau kita gemukin kan," papar Zulhas, menjelaskan multiplikasi efek ekonomi dari impor sapi hidup.

Meskipun fokus utama adalah impor sapi bakalan, pemerintah juga menetapkan kuota untuk impor daging sapi beku, yaitu sebesar 180 ribu ton. Kebijakan ini lanjut Zulhas kemungkinan diambil untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan konsumen akan daging sapi dengan harga yang lebih terjangkau dalam jangka pendek, sembari menunggu produksi sapi lokal meningkat.

baca juga

Namun, kebijakan yang cukup mengejutkan diambil terkait impor daging kerbau beku. Zulhas mengumumkan bahwa kuota impor daging kerbau beku dipangkas drastis sebesar 100 ribu ton, dari sebelumnya 200 ribu ton menjadi hanya 100 ribu ton.

Menurut Zulhas, pemangkasan kuota impor daging kerbau beku dilakukan karena permintaan di dalam negeri terbilang sedikit. Data menunjukkan bahwa realisasi impor daging kerbau beku selama ini tidak signifikan, sehingga kuota yang besar dianggap tidak perlu dan bahkan berpotensi menumpuk.

"Permintaan dari Kementan (Kementerian Pertanian) 200 ribu ton, tapi yang masuk sampai hari ini sedikit. Jadi kita kurangi separuh," kata Zulhas, menunjukkan respons pemerintah terhadap dinamika pasar dan preferensi konsumen.

Meskipun tantangan menghadang, optimisme pemerintah untuk mencapai swasembada daging sapi melalui kebijakan impor sapi bakalan ini cukup tinggi. Dengan fokus pada pemberdayaan peternak lokal dan penciptaan nilai tambah di sektor hulu, diharapkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor daging beku di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cetak Rekor: Cadangan Beras Bulog Tembus 3,7 Juta Ton, Lampaui Era Soeharto

Cetak Rekor: Cadangan Beras Bulog Tembus 3,7 Juta Ton, Lampaui Era Soeharto

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 15:51 WIB

Bulog 58 Tahun Tumbuh dan Tangguh Sebagai Pilar Utama Capaian Swasembada: Peneliti UI Apresiasi

Bulog 58 Tahun Tumbuh dan Tangguh Sebagai Pilar Utama Capaian Swasembada: Peneliti UI Apresiasi

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:28 WIB

Kapan Pemerintah Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih? Zulkifli Hasan Bilang Ini

Kapan Pemerintah Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih? Zulkifli Hasan Bilang Ini

News | Kamis, 08 Mei 2025 | 23:04 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×