Polri Dapat Piagam Penghargaan: Konsisten Dikritik Rakyat Tak Goyah, Dipuji Presiden Sumringah

Dwi Bowo Raharjo | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 01 Juli 2025 | 20:25 WIB
Polri Dapat Piagam Penghargaan: Konsisten Dikritik Rakyat Tak Goyah, Dipuji Presiden Sumringah
Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian (Koalisi RFP) saat menggelar aksi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian menggelar aksi simbolik di depan Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta pada peringatan HUT ke-79 Bhayangkara yang jatuh pada Selasa, 1 Juli 2025.

Aksi ini sebagai bentuk kritik terhadap ketidakprofesionalan dan berbagai aksi kekerasan yang melibatkan kepolisian yang tak kunjung direspons dengan perbaikan secara menyeluruh.

Aksi simbolik itu mereka gelar dengan berbagai kegiatan, salah satunya teatrikal sebagai pengingat atas berbagai kasus kekerasan oleh kepolisian yang memakan korban jiwa.

Teaterikal diperankan sejumlah orang yang mengenakan pakaian serba putih. Dalam aksinya mereka meneriakkan sejumlah nama korban kekerasan oleh kepolisian.

Di antaranya, Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 135 orang meninggal pada 2022; Afif Maulana di Padang, Sumatera Barat yang diduga jadi korban penyiksaan kepolisian pada Juni 2024, hingga kasus penembakan terhadap Gamma Rizkynata Oktafandy di Semarang pada Desember 2024.

Teatrikal kemudian mereka akhiri dengan menyiramkan cat berwarna merah sebagai simbol darah kepada salah satu pemeran yang tergulung kain panjang putih.

Wakil Ketua YLBHI, Arif Maulana yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian, menjelaskan teatrikal itu menggambarkan bagaimana penderitaan yang dialami oleh para korban.

Alih-alih, melakukan perbaikan justru kepolisian berupaya melakukan pencitraan atas berbagai kekerasan yang dilakukannya.

Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian (Koalisi RFP) saat menggelar aksi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian (Koalisi RFP) saat menggelar aksi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Bahwa selama ini seringkali fakta di lapangan berbeda dengan narasi di media. Ada pencitraan yang dilakukan oleh institusi kepolisian ketika ada berbagai kasus yang menjerat anggotanya," kata Arif saat ditemui Suara.com di lokasi.

Dalam aksinya mereka juga membentangkan spanduk besar yang bertuliskan "Polisi akan Terus Membunuh!! Reformasi Polisi Segera." Aksi kemudian mereka akhiri dengan memberikan piagam penghargaan yang berisi sindiran kepada kepolisian.

"Kami memberikan penghargaan piagam kepada institusi kepolisian yang hari ini berulang tahun. Yang pada intinya mengingatkan sejumlah hal yang di antaranya adalah soal bagaimana kerusakan dan problem-problem kepolisian itu terjadi," jelas Arif.

Piagam penghargaan itu berisi sembilan poin sendiri yang merepresentasikan kritikan masyarakat terhadap Polri. Adapun beberapa poin kritikan itu berbunyi, "Konsisten dikritik rakyat tak goyah, dipuji presiden langsung sumringah."

Kemudian berbunyi, "Keuletan melanggengkan pelanggaran kebebasan sipil, meski dalam kondisi kamera menyala dan di depan umum.

Di akhir piagam penghargaan itu terdapat tulisan yang berbunyi, "Diberikan pada peringatan Hari Bhayangkara ke 79, sebagai peringatan bahwa kepercayaan publik tidak lahir dari ruang kosong melainkan realitas keseharian."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Robot Polisi Habis Miliaran, Operator Sebut Polri Tidak Membeli

Bantah Robot Polisi Habis Miliaran, Operator Sebut Polri Tidak Membeli

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 20:07 WIB

Momen HUT ke-79 Bhayangkara, Ini Sederet Asa Anggota DPR ke Polri

Momen HUT ke-79 Bhayangkara, Ini Sederet Asa Anggota DPR ke Polri

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 18:51 WIB

Pamer ke Prabowo, Kapolri Listyo Klaim Indonesia Aman Serangan Teroris: Zero Attack Sejak 2023

Pamer ke Prabowo, Kapolri Listyo Klaim Indonesia Aman Serangan Teroris: Zero Attack Sejak 2023

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 18:10 WIB

Gelar Aksi di Polda Metro, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Reformasi Polri

Gelar Aksi di Polda Metro, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Reformasi Polri

Foto | Selasa, 01 Juli 2025 | 18:20 WIB

Robot Polisi Sempat Bermasalah saat Dipamerkan di HUT ke-79 Bhayangkara, Alasannya Begini!

Robot Polisi Sempat Bermasalah saat Dipamerkan di HUT ke-79 Bhayangkara, Alasannya Begini!

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:13 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB