Membongkar Stereotip Besi Tua: Mengapa Sering Dikaitkan dengan Orang Madura?

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 03 Juli 2025 | 09:14 WIB
Membongkar Stereotip Besi Tua: Mengapa Sering Dikaitkan dengan Orang Madura?
Ilustrasi rongsokan besi tua. [Freepik]

Suara.com - Pulau Madura, bagian dari Jawa Timur, selama ini dikenal dengan identitas budaya khas seperti karapan sapi, sate Madura, serta tukang cukur yang banyak merantau ke berbagai daerah.

Namun, di balik kebanggaan itu, ada pula stereotip negatif yang terus melekat: orang Madura kerap diasosiasikan dengan dunia besi tua, bahkan dituding gemar mencuri besi. Mengapa citra semacam ini bisa muncul dan mengakar?

Pertanyaan itu penting untuk dijawab, karena dampaknya tidak sekadar pada citra, tapi juga akses terhadap kehidupan yang setara bagi masyarakat Madura.

Melalui cerita individu, catatan sejarah, hingga struktur ekonomi wilayah, kita bisa menelusuri bagaimana dan mengapa stereotip tersebut terbentuk.

Dilansir dari BBC Indonesia, Muhammad Sholehuddin, warga Pamekasan berusia kepala lima, telah lebih dari dua dekade menggantungkan hidupnya dari mencari dan menjual besi tua.

Ia mengaku mulai bergelut di dunia rongsokan sejak 1998. Dengan mengenakan singlet dan topi merah, ia memilah satu per satu tumpukan logam tua di bawah terik matahari.

Hasilnya tak selalu pasti. Kadang ia mendapatkan 50 kilogram besi dalam sehari, kadang hanya 10 kilogram. Pendapatan yang ia peroleh pun fluktuatif, apalagi ketika harga besi turun dari Rp6.000 menjadi Rp4.000 per kilogram.

Meski penghasilan kecil dan cuaca tidak bersahabat, Sholehuddin tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun. Ia menolak keras tuduhan bahwa pekerja seperti dirinya adalah pencuri.

“Saya tidak mau cari besi curian. Kami bekerja lurus,” tegasnya.

baca juga

Sayangnya, opini publik seringkali berbeda. Narasi yang menghubungkan orang Madura dengan pencurian besi berulang kali muncul, baik di media konvensional maupun media sosial.

Aksi pencurian rel kereta api makin ganas [ANTARA]
Aksi pencurian rel kereta api makin ganas [ANTARA]

Beberapa kasus menambah panjang daftar tuduhan, seperti pencurian besi di Jembatan Suramadu (2009), toko bangunan di Sumenep (2017), hingga pondok pesantren di Sampang (2022).

Di tahun 2025, warga Madura kembali menjadi sorotan setelah tertangkap membawa ratusan besi dari lokasi pembangunan vila di Bali.

Meski benar bahwa pelakunya berasal dari Madura, publik seolah langsung menarik kesimpulan bahwa pencurian besi adalah karakteristik etnis, bukan perbuatan individu.

Padahal, pelaku pencurian besi tidak hanya berasal dari Madura. Di Bandung Barat, polisi menangkap tiga warga lokal yang mencuri rel cadangan milik PT KAI.

Di Bojonegoro, warga setempat mencuri besi penahan tanah rel kereta. Namun, kasus-kasus ini tak lantas melahirkan stereotip serupa bagi etnis pelakunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks MU Punya PR Besar di Persija Jakarta, Apa Itu?

Eks MU Punya PR Besar di Persija Jakarta, Apa Itu?

Bola | Jum'at, 27 Juni 2025 | 10:53 WIB

Ulasan Buku Mata Blater: Mengenal Kondisi Alam, Budaya dan Karakter Orang Madura

Ulasan Buku Mata Blater: Mengenal Kondisi Alam, Budaya dan Karakter Orang Madura

Your Say | Selasa, 09 Mei 2023 | 08:27 WIB

Ulasan Buku Orang Madura Naik Haji, Kisah Orang Madura Patuh kepada Kiai

Ulasan Buku Orang Madura Naik Haji, Kisah Orang Madura Patuh kepada Kiai

Your Say | Senin, 11 Juli 2022 | 13:34 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×