Ayah Juliana Marins Salahkan Pemandu Atas Kematian Putrinya: Dia Pergi Merokok dan Meninggalkannya

Dinda Rachmawati

Kamis, 03 Juli 2025 | 13:44 WIB
Ayah Juliana Marins Salahkan Pemandu Atas Kematian Putrinya: Dia Pergi Merokok dan Meninggalkannya
Juliana Marins bersama Kedua Orangtuanya (Instagram)

Suara.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Juliana Marins, seorang profesional muda asal Brasil yang meninggal dunia secara tragis setelah terjatuh ke jurang saat mendaki Gunung Rinjani di Indonesia. 

Kematian Juliana, yang baru berusia 26 tahun, bukan hanya meninggalkan luka emosional bagi orang-orang terdekatnya, tetapi juga memunculkan polemik internasional terkait dugaan kelalaian pihak pemandu wisata dan lambannya respon otoritas Indonesia.

Dalam wawancara eksklusif bersama program televisi Fantástico yang tayang di Brasil pada Minggu (29/6), Manoel Marins, ayah Juliana, secara terbuka menuding kelalaian pemandu sebagai penyebab utama tragedi ini.

Menurut kesaksiannya, Juliana sudah mengeluh lelah dan diminta untuk duduk di pinggir jalur tebing oleh pemandu. Namun yang mengejutkan, pemandu tersebut mengaku pergi selama 5 hingga 10 menit untuk merokok, meninggalkan Juliana seorang diri dalam kegelapan dini hari di jalur berbahaya.

“Ini benar-benar keterlaluan. Mereka membiarkan anak saya mati perlahan di dasar jurang tanpa bantuan. Pemandu itu pergi merokok dan meninggalkannya," tegas Manoel Marins.

Juliana Marins. [Instagram]
Juliana Marins. [Instagram]

“Ketika dia kembali, Juliana sudah tidak ada di tempatnya,” kata Manoel dengan suara bergetar. “Dan dia baru benar-benar mencari lagi sekitar pukul enam pagi, dua jam setelahnya. Bahkan saat itu, dia hanya merekam video dan mengirimkannya ke bosnya, bukan langsung meminta pertolongan.”

Lebih lanjut, keluarga Marins mengecam reaksi lambat dari otoritas taman nasional dan tim penyelamat Indonesia. Diketahui, tim pertama baru dipanggil sekitar pukul 08.30 pagi, dan baru tiba di lokasi kecelakaan pada pukul 14.00. 

"Perusahaan tur menjual paket jalur ‘mudah’ padahal penuh risiko. Tapi pelaku terbesar adalah koordinator taman. Dia lamban, pasif, dan tidak bertindak cepat. Itu kelalaian sistemik,” ucap dia.

Bahkan, Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Indonesia) baru tiba di lokasi sekitar pukul 7 malam.

baca juga

“Tim pertama datang tanpa peralatan lengkap. Mereka hanya membawa tali dan mencoba menolong dengan cara amatiran. Pemandu bahkan mengikat tali di pinggangnya dan mencoba turun ke jurang tanpa sistem berlabuh. Itu bukan penyelamatan, itu kegilaan,” kata Manoel.

Jenazah Juliana akhirnya ditemukan dua hari setelah kejadian, pada Rabu pagi (25/6). Hasil autopsi di Indonesia menunjukkan bahwa Juliana meninggal sekitar 20 menit setelah terjatuh.

Laporan awal juga menyebutkan ia mengalami luka dalam akibat cedera dada, yang menyebabkan pendarahan internal hebat. Namun pihak keluarga tidak menerima begitu saja kesimpulan tersebut.

Pada Selasa (1/7), jenazah Juliana tiba kembali di Brasil. Otoritas setempat kemudian melakukan autopsi ulang, atas permintaan keluarga, yang telah disetujui oleh Pengadilan Federal Brasil.

Kasus ini kini menjadi sorotan media Brasil, termasuk O Globo dan Folha de S. Paulo, serta memicu kecaman terhadap standar keselamatan wisata di destinasi populer seperti Rinjani. 

Keluarga Juliana menolak menutup kasus ini sebelum ada kejelasan, keadilan, dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat.

Estela Marins, ibu Juliana, turut menyuarakan kemarahannya, “Orang-orang ini membunuh anak saya. Kami tidak akan berhenti sampai ada keadilan.”

Mereka kini tengah berkonsultasi dengan pengacara HAM dan organisasi internasional untuk melangkah lebih jauh secara hukum.

Sementara itu, Pemerintah Kota Niterói, tempat kelahiran Juliana, telah membiayai pemulangan jenazah dan akan memberikan penghormatan dengan menamai salah satu sudut pandang (mirante) di kota itu atas nama Juliana Marins. Namun, tanggal penetapan penghormatan ini masih belum ditentukan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait kritik yang dilayangkan keluarga Marins. Namun tekanan internasional atas kasus ini terus meningkat, dan publik Brasil—bersama keluarga—menanti keadilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Potret Kenangan Ira Wibowo di Lokasi Jatuhnya Juliana Marins di Gunung Rinjani

5 Potret Kenangan Ira Wibowo di Lokasi Jatuhnya Juliana Marins di Gunung Rinjani

Entertainment | Kamis, 03 Juli 2025 | 08:34 WIB

Keluarga Juliana Marins Bakal Tuntut Pemerintah Indonesia, Menhut: Kami Minta Maaf Ya

Keluarga Juliana Marins Bakal Tuntut Pemerintah Indonesia, Menhut: Kami Minta Maaf Ya

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 20:19 WIB

Keluarga Juliana Marins Ancam Tuntut Pemerintah Indonesia

Keluarga Juliana Marins Ancam Tuntut Pemerintah Indonesia

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 16:49 WIB

Terkini

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:23 WIB

×