Nakhoda KMP Tunu Pratama Jaya Dicari Netizen: Jadi Saksi Kunci Tenggelamnya Kapal

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 08 Juli 2025 | 16:36 WIB
Nakhoda KMP Tunu Pratama Jaya Dicari Netizen: Jadi Saksi Kunci Tenggelamnya Kapal
Ilustrasi nahkoda kapal Tunu Pratama Jaya [gemini ai]

Suara.com - Nakhoda Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, Agus Slamet masih menjadi buruan netizen.

Akibat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di selat Bali, banyak netizen yang kini menyalahkan sang nakhoda.

Mereka menilai bahwa kecelakaan tersebut bentuk kelalaian dari sang nakhoda. Banyak bermunculan komentar negatif di sosial media soal sang nakhoda.

Di luar kendali manusia, kecelakaan tersebut tentu bukan menjadi keinginan semua pihak. Bahkan, hingga Selasa (8/7/25) Nakhoda Agus Slamet belum berhasil ditemukan.

Selayaknya para nakhoda, mereka tentu menginginkan selamat sampai tujuan dalam menjalankan setiap tugasnya.

Pria yang memegang lisensi Ahli Nautika Tingkat III itu belum ditemukan dan diduga termasuk dalam daftar orang hilang.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, mengatakan nahkoda kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya sampai saat ini belum ditemukan.

“Sampai sejauh ini kami belum ada laporan mengenai keberadaan nahkoda, Pak, tapi ada beberapa anak buah, ABK, yang selamat, Pak. Sementara belum ditemukan (nahkoda)," jawab Dudi saat rapat bersama anggota Komisi V DPR RI dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Agus Slamet diketahui memimpin langsung pelayaran pada malam itu, saat kapal bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.

baca juga

Namun demikian, tanggung jawabnya itu digantikan oleh Mualim 1 yang saat insiden itu terjadi langsung membangunkan nahkoda asli.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami kebocoran di ruang mesin hingga menyebabkan blackout sekitar pukul 00.19 WITA.

Tak lama setelah itu, KMP Tunu Pratama Jaya terbalik dan hilang dari radar.

Update KMP Tunu Pratama Jaya

Korban meninggal sampai Senin (7/7/25) tercatat sebanyak 8 orang.  Sementara korban ditemukan selamat ada 30 orang, dan masih dalam pencarian sebanyak 27 orang.

Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto.

Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jawa Timur, AKBP Adam Bimantoro menyampaikan jasad yang ditemukan pada Minggu (6/7/25) sore oleh nelayan di bagian Selatan Selat Bali, sudah teridentifikasi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.

Korban yang ditemukan itu berjenis kelamin laki-laki, atas nama Daniar Nadief (21), warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, pada Senin (7/7/25) pagi, Tim DVI Polda Jatim juga merilis jenazah korban Kapal Tunu yang ditemukan tim SAR pada Minggu (6/7/25) siang, dan lokasi penemuan korban sekitar 6 mil arah Selatan dari Lokasi tenggelamnya kapal.

Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut atas nama I Kadek Oka (51), warga Desa Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.

Setelah teridentifikasi, jenazah diserahkan ke pihak keluarga di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa berdasarkan investigasi tim gabungan, area pencarian korban juga terus dikembangkan hingga sepanjang 10 mil dari area duga atau area perkiraan tenggelamnya kapal.

Bahkan, Tim SAR Gabungan juga bekerja maksimal untuk melakukan pencarian korban.

Harapannya dengan area yang diperluas, korban yang ditemukan juga akan semakin banyak.

Berdasarkan laporan Basarnas, tim SAR akan melakukan deteksi bawah air dengan menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle), dengan memperhatikan waktu yang tepat agar dapat mendapatkan hasil maksimal.

Penggunaan ROV ini dinilai lebih efektif dalam pencarian bangkai kapal. Meski demikian, tim tetap harus mempertimbangkan arus dan kedalaman laut.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal tersebut membawa 53 penumpang, 12 Kru, dan 22 kendaraan.

KMP Tunu berangkat dari Pelabuhan Ketapang pukul 22.56 WIB dan hanya berselang sekitar 25 menit kemudian, yakni pada pukul 23.20 WIB, kapal tersebut mengirimkan panggilan darurat.

Selang lima belas menit kemudian KMP Tunu dilaporkan tenggelam.

Menurut informasi yang beredar, kapal diduga mengalami kebocoran di ruang mesin, yang kemudian menyebabkan kapal terbalik ditengah pelayaran.

Hingga hari kelima pencarian, dari 65 penumpang, 39 telah dievakuasi. Rinciannya Sembilan meninggal dunia, 30 selamat dan 26 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hari Tenggelam, Ini Temuan Terbaru Terkait Keberadaan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

5 Hari Tenggelam, Ini Temuan Terbaru Terkait Keberadaan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

News | Senin, 07 Juli 2025 | 19:09 WIB

Hari Ke-5 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya: Fokus ke Selatan, Ada Titik Terang?

Hari Ke-5 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya: Fokus ke Selatan, Ada Titik Terang?

Video | Senin, 07 Juli 2025 | 16:05 WIB

Bukan Tanpa Sebab, Ternyata Ini Alasan Bali-Jawa Tak Dibangun Jembatan

Bukan Tanpa Sebab, Ternyata Ini Alasan Bali-Jawa Tak Dibangun Jembatan

News | Senin, 07 Juli 2025 | 15:44 WIB

Terkini

Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina

Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:22 WIB

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:50 WIB

Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:41 WIB

Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:25 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 06:46 WIB

Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat

Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:14 WIB

Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat

Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:45 WIB

DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!

DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:25 WIB

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:10 WIB

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:29 WIB

×