Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem, Haruskah FIFA Ubah Jadwal?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 Juli 2025 | 11:10 WIB
Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem, Haruskah FIFA Ubah Jadwal?
Penjaga gawang Australia Andrew Redmayne diserbu rekan-rekan satu timnya setelah Australia lolos ke putaran final Piala Dunia setelah mengalahkan Peru dalam adu penalti playoff antarbenua Australia melawan Peru di Stadion Al Rayyan, Al Rayyan, Qatar, 13 Juni 2022. (REUTERS/MOHAMMED DABBOUS)

Suara.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda dunia menjadi ancaman nyata bagi para pemain dan penggemar di Piala Dunia 2026.

Para ilmuwan memperingatkan, tanpa perubahan jadwal yang signifikan, turnamen ini bisa membahayakan kesehatan, bahkan nyawa, banyak orang.

Peringatan ini muncul setelah Piala Dunia Antarklub FIFA di Amerika Serikat, yang baru saja selesai, menghadapi suhu tinggi dan badai. Turnamen itu disebut sebagai gambaran awal dari apa yang bisa terjadi ketika Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, di tengah musim panas.

Daftar 13 Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2026: Masih Ada Tempat Buat Timnas Indonesia [Tangkap layar Youtube]
Daftar 13 Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2026: Masih Ada Tempat Buat Timnas Indonesia [Tangkap layar Youtube]

“Semakin dalam dekade ini, semakin besar risikonya, kecuali kita mulai mempertimbangkan langkah-langkah lebih dramatis seperti bermain di bulan-bulan musim dingin atau di wilayah yang lebih sejuk,” kata Profesor Piers Forster, direktur Priestley Centre for Climate Futures di Inggris.

FIFA sendiri masih mempertahankan tradisi penyelenggaraan turnamen di bulan Juni–Juli, jadwal yang digunakan sejak Piala Dunia pertama pada 1930.

Namun, suhu global terus meningkat. Data dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS mencatat, periode musim panas secara global telah memanas lebih dari satu derajat sejak 1930. Di Eropa, kenaikannya bahkan mencapai hampir dua derajat sejak tahun 1990-an.

Ahli iklim Friederike Otto dari Imperial College London memperingatkan bahwa bermain sepak bola siang hari kini sangat berisiko.

“Kalau ingin bermain 10 jam sehari, sebaiknya dilakukan pagi buta atau larut malam, jika tidak ingin pemain dan penonton mengalami kelelahan panas atau bahkan kematian akibat sengatan panas,” ujarnya kepada Associated Press.

Adaptasi FIFA: Cukupkah?

baca juga

Pada Piala Dunia Antarklub lalu, FIFA mulai menyesuaikan diri dengan risiko panas: memberikan jeda minum tambahan, menyediakan air lebih banyak di sisi lapangan, dan memasang kipas angin di bangku cadangan. Namun, gelandang Chelsea Enzo Fernández mengaku tetap merasa pusing saat bertanding, dan menyarankan agar pertandingan tidak digelar pada siang hari.

FIFPRO, serikat pemain sepak bola dunia, memperingatkan bahwa enam dari 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026 berada dalam kategori “risiko sangat tinggi” terhadap tekanan panas.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan beberapa pertandingan siang akan dipindahkan ke stadion tertutup. Tapi belum ada keputusan konkret soal jadwal keseluruhan turnamen.

FIFA juga menyebut bahwa panas ekstrem tidak akan menjadi masalah besar untuk Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, dan Maroko, meskipun ketiga negara itu sudah mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius pada musim panas 2024.

Dalam evaluasi internalnya, FIFA menyatakan bahwa kondisi cuaca sulit diprediksi dan "kemungkinan besar tidak akan memengaruhi kesehatan pemain atau peserta lainnya."

Namun, ilmuwan iklim menilai pernyataan ini meremehkan risiko nyata di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia vs UEA? Fabio Lima Ancaman Mengerikan

Timnas Indonesia vs UEA? Fabio Lima Ancaman Mengerikan

Bola | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:50 WIB

Tak Ada Ole Romeny, Mauro Zijlstra Pun Jadi

Tak Ada Ole Romeny, Mauro Zijlstra Pun Jadi

Bola | Rabu, 16 Juli 2025 | 18:01 WIB

Pemain Keturunan Jerman 1,87 Meter Tanpa Naturalisasi Bisa Bela Timnas Indonesia di Ronde 4

Pemain Keturunan Jerman 1,87 Meter Tanpa Naturalisasi Bisa Bela Timnas Indonesia di Ronde 4

Bola | Rabu, 16 Juli 2025 | 19:12 WIB

Terkini

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:36 WIB

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:35 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:33 WIB

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 11:25 WIB

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 11:24 WIB

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB

×