Dorong Hilirisasi Kemenyan, Gibran Disinggung Apakah Bakal Jamin Perlindungan Hutan Adat?

Yazir F

Kamis, 17 Juli 2025 | 19:22 WIB
Dorong Hilirisasi Kemenyan, Gibran Disinggung Apakah Bakal Jamin Perlindungan Hutan Adat?
Wapres Gibran Lindungi Hutan Adat demi Hilirisasi Kemenyan (Instagram/@gibran_rakabuming)

Suara.com - Wacana hilirisasi komoditas unggulan Indonesia kembali datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menyoroti potensi besar kemenyan.

Pernyataan Wapres Gibran menuai tanggapan dari Aida Greenbury, sosok yang selama ini dikenal vokal dalam advokasi keberlanjutan sektor kehutanan dan kelapa sawit.

Greenbury meminta Gibran mempertimbangkan keberlanjutan hutan sebagai sumber utama industri kemenyan.

Melalui akun X @AidaGreenbury pada Kamis, 17 Juli 2025, Greenbury mengunggah ulang video viral Wapres Gibran yang menyinggung potensi kemenyan.

Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut menyayangkan kemenyan yang diremehkan hanya wewangian untuk dukun.

Padahal nilai kemenyan menurut Gibran setara dengan nikel, dan bisa menjadi bahan dasar bagi parfum mewah seperti Louis Vuitton dan Gucci.

Celurit Gibran Copot saat Panen Tebu
Gibran dorong hilirisasi kemenyan

Greenbury sendiri tidak ingin mengomentari perbandingan harga kemenyan dan nikel yang dituturkan Wapres Gibran.

"Membandingkan harga sumber daya terbatas seperti nikel dengan produk hutan terbarukan seperti kemenyan tidaklah sederhana," tulisnya dalam bahasa Inggris.

Greenbury lalu menekankan bahwa ekonom yang baik akan memperhitungkan nilai ekuitas komunitas dan modal alam dalam perbandingan tersebut.

baca juga

Meski mendukung hilirisasi kemenyan yang bertanggung jawab, Greenbury mengajak publik untuk melihat gambaran yang lebih besar.

Kemenyan, atau disebut 'haminjon' di Batak, adalah getah pohon Styrax yang telah dikumpulkan secara turun-temurun.

Getah ini mengandung asam sinamat, yaitu senyawa penting untuk pengawet, wewangian, kosmetik, dan farmasi.

Instagram @gibran_rakabuming
Gibran dorong hilirisasi kemenyan

Greenbury lebih menekankan fakta bahwa pohon Styrax tumbuh subur di hutan primer dan sekunder.

Pohon Styrax berada di bawah naungan pohon-pohon besar dan membutuhkan kelembaban.

Pohon Styrax bahkan lebih sering ditemukan di hutan adat masyarakat lokal, terutama di Sumatera.

"Sumber bibit dan benih (kemenyan yang) berkualitas baik sebagian besar berasal dari hutan alam," papar Greenbury.

"Singkatnya, produksi kemenyan yang berkelanjutan membutuhkan hutan yang lestari," imbuh Direktur Pelaksana Keberlanjutan di Asia Pulp & Paper (APP) tersebut.

Maka berdasarkan pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tentang hilirisasi kemenyan, Greenbury mengungkap pertanyaan sekaligus harapannya.

"Untuk mengembangkan industri hilirisasi kemenyan yang berkelanjutan, apakah Bapak Wakil Presiden akan mengakhiri perusakan hutan alam?" tanyanya.

Lebih lanjut, Greenbury juga mempertanyakan rencana maupun komitmen Wapres Gibran dalam menjamin perlindungan hutan adat masyarakat lokal.

"Akankah Bapak Wakil Presiden menjamin perlindungan hutan adat masyarakat setempat, dan mendukung masyarakat dalam membangun industri kemenyan yang berkelanjutan berdasarkan kesetaraan dan perlakuan yang adil?" tanyanya.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa pengakuan pemerintah terhadap hutan adat di Indonesia masih sangat minim, yaitu kurang dari 8 persen.

Banyak hutan adat terancam dan dihancurkan, terutama untuk perkebunan kelapa sawit.

Oleh sebab itu, Greenbury ragu merek global sekelas Louis Vuitton atau Gucci akan menerima produk yang berasal dari pelanggaran hak-hak dasar masyarakat.

"Akankah Bapak Wakil Presiden mewujudkan janjinya?" pungkas Aida Greenbury.

Menanggapi pernyataan Aida Greenbury, warganet menilai Wapres Gibran salah kaprah dengan makna hilirisasi.

"Kemenyan yang dimaksud adalah dari getah pohon, bukan yang dibakar untuk keramat itu. Jadi itu bukan hilirisasi," sindir akun @margiend***.

Sebagai informasi, hilirisasi adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

"Diskusi ini akan nyambung jika disampaikan ke Bapak Ir Kasmudjo karena beliau spesialis hasil hutan non kayu," sahut akun @evalez***.

"Gue yakin sih tuh orang pemahamannya gak sedalam ini. Cuma demen yang heboh-heboh kayak AI dan kemenyan yang terdengar catchy sebagai caper," balas akun @jepunlembay***.

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

News | Senin, 14 September 2026 | 16:22 WIB

Pantau Satwa Terdampak Karhutla, Aksi Gibran Bisa Dorong Lahirnya SOP Khusus Saat Force Majeure

Pantau Satwa Terdampak Karhutla, Aksi Gibran Bisa Dorong Lahirnya SOP Khusus Saat Force Majeure

News | Senin, 14 September 2026 | 13:25 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gibran Boyong Dokter Pribadi ke Karo, Periksa dan Beri Penanganan Anak Korban Keracunan MBG

Gibran Boyong Dokter Pribadi ke Karo, Periksa dan Beri Penanganan Anak Korban Keracunan MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 17:12 WIB

Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Gibran: Maaf, Ya

Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Gibran: Maaf, Ya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:26 WIB

'Tunggu ya, Pak. Maaf ya,' Gibran Mendadak Temui Warga yang Antre BBM di SPBU Palangka Raya

'Tunggu ya, Pak. Maaf ya,' Gibran Mendadak Temui Warga yang Antre BBM di SPBU Palangka Raya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:46 WIB

AHY Diprediksi Bakal Jadi Pesaing Kuat Gibran di Bursa Cawapres 2029

AHY Diprediksi Bakal Jadi Pesaing Kuat Gibran di Bursa Cawapres 2029

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:47 WIB

Menembus Asap Malam Karhutla Kubu Raya, Wapres Gibran Ingatkan Warga: Pakai Masker Ya

Menembus Asap Malam Karhutla Kubu Raya, Wapres Gibran Ingatkan Warga: Pakai Masker Ya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:46 WIB

Gibran Perintahkan Sekolah Aktifkan UKS dan Gandeng Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla

Gibran Perintahkan Sekolah Aktifkan UKS dan Gandeng Puskesmas Hadapi Dampak Karhutla

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×