Tragedi 'Pangeran Tidur': Dari Kecelakaan Maut Hingga Akhir Hayat Usai 20 Tahun Koma

Tasmalinda Suara.Com
Minggu, 20 Juli 2025 | 14:52 WIB
Tragedi 'Pangeran Tidur': Dari Kecelakaan Maut Hingga Akhir Hayat Usai 20 Tahun Koma
Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud meninggal dunia (x.com)

Suara.com - Sebuah takdir tragis akhirnya mencapai titik akhir. Pangeran Al-Waleed bin Khalid, yang dijuluki 'Pangeran Tidur', meninggal dunia setelah hampir 20 tahun dalam kondisi koma.

Kisahnya adalah pengingat menyakitkan tentang bagaimana kehidupan bisa berubah dalam sekejap. Mari kita telusuri kembali kronologi perjalanan hidup sang pangeran yang terhenti oleh kecelakaan maut.

Lahir dari keluarga bangsawan, Pangeran Al-Waleed bin Khalid bin Talal Al Saud memiliki masa depan cerah di hadapannya.

Ia adalah keponakan dari salah satu orang terkaya di dunia, investor global Pangeran Al-Waleed bin Talal.

Di usia 18 tahun, ia sedang meniti karier militer dengan berkuliah di sebuah akademi bergengsi di London. Semuanya tampak sempurna.

Pada suatu malam di tahun 2005, takdir berkata lain. Pangeran Al-Waleed mengalami kecelakaan lalu lintas hebat di London.

Mobil yang ditumpanginya ringsek, dan ia menderita cedera kepala katastrofik yang menyebabkan pendarahan otak parah.

Sejak malam itu, ia tidak pernah sadarkan diri.

Dunia seakan berhenti berputar bagi pangeran muda itu. Ia segera diterbangkan kembali ke Riyadh dan dirawat di rumah sakit khusus dengan fasilitas terbaik.

Baca Juga: Akhir Penantian 20 Tahun: Kisah Haru 'Pangeran Tidur' Arab Saudi Berpulang

Namun, teknologi medis tercanggih sekalipun tidak mampu membangunkannya. Ia memasuki kondisi koma yang dalam, sebuah tidur panjang yang akan berlangsung selama dua dekade.

Selama bertahun-tahun, kondisinya dipantau secara ketat.

Keluarga, terutama ayahnya, Pangeran Khalid bin Talal, menghabiskan waktu di sisinya, berharap akan ada keajaiban.

Namun, pada 2015, harapan itu dipukul telak oleh diagnosis medis. Dokter secara resmi menyatakan Pangeran Al-Waleed mengalami brain death atau kematian batang otak.

Secara medis, tidak ada lagi harapan untuk pulih.

Namun, keluarganya menolak menyerah. Dengan napas yang masih berhembus berkat alat bantu, mereka menganggapnya masih hidup dan terus merawatnya dengan penuh kasih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI