'Jumat Keramat' Hasto: Keranda 'Matinya Demokrasi' Warnai Sidang Vonis di PN Jakpus

Chandra Iswinarno, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:41 WIB
'Jumat Keramat' Hasto: Keranda 'Matinya Demokrasi' Warnai Sidang Vonis di PN Jakpus
Keranda matinya demokrasi dibawa massa pendukung Hasto Kristiyanto dalam sidang vonis yang berlangsung di PN Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Jumat (25/7/2025). [Suara.com/Faqih]

Suara.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bakal menjalani vonis usai menjadi terdakwa dalam kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dan dugaan perintangan penyidikan terhadap Harun Masiku.

Berdasarkan pantauan Suara.com, ada sejumlah koin yang dikumpulkan di dalam galon serta wadah lainnya, sebagai bentuk dukungan terhadap Hasto.

Tak hanya itu, ada juga keranda mayat yang terbuat dari bambu dan ditutupi kain hitam, bertuliskan ‘Matinya Demokrasi’ menjadi properti sebagai tanda dukungan terhadap Sekjen PDIP tersebut. Pun kembang berwarna warni yang ditempati dalam sebuah wadah juga ditaruh di dekat keranda jenazah.

Sementara itu, massa pendukung Hasto juga menggelar orasi jelang sidang pembacaan vonis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Dalam orasi yang disampaikan seorang orator dari atas mobil komando, menegaskan bahwa Hasto tidak patut dihukum lantaran tidak bersalah.

"Hasto tidak makan duit APBN. Dia tidak bersalah, bebaskan Hasto. Merdeka, merdeka, merdeka,” kata ortaor, di depan PN Jakpus, Jumat (25/7/2025).

Selain itu, orator juga mengungkit kejahatan korupsi yang tidak tersentuh oleh KPK.

Salah satunya, kasus korupsi yang menjerat oleh mantan Gubernur Maluku Utara (Malut), dalam persidangan, nama Bobby Nasution disebut-sebut.

Meski demikian, hingga saat ini Bobby Nasution yang merupakan menantu dari Presiden ke-7, Joko Widodo tidak tersebruh sama sekali oleh KPK.

baca juga

“Kalian masih percaya dengan KPK saat ini?!,” kata orator.

“Tidak,” sambut massa.

Menurutnya, menjadikan Hasto sebagai terdakwa dalam perkara ini merupakan salah satu cara untuk menggembosi partai berlambang Banteng ini.

“Hasto hanya menjadi sasaran,” ucapnya.

Selain massa yang pro terhadap Hasto, ada pula massa yang kontra terhadap dirinya.

Segelintir massa yang sebagian besar menggunakan almamater berwarna-warni membentangkan spanduk dan poster mendukung para Hakim Tipikor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Vonis Hakim, Gaya Hasto PDIP Kepalkan Tangan Kanan, Simbol Apa?

Hadapi Vonis Hakim, Gaya Hasto PDIP Kepalkan Tangan Kanan, Simbol Apa?

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:37 WIB

Massa Pendukung Hasto Gelar Orasi Jelang Sidang, Sebut Nama Bobby Nasution yang Tidak Disentuh KPK

Massa Pendukung Hasto Gelar Orasi Jelang Sidang, Sebut Nama Bobby Nasution yang Tidak Disentuh KPK

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:31 WIB

Jelang Sidang Vonis, Kader Buka Jalan buat Hasto saat Tiba di PN Jakpus

Jelang Sidang Vonis, Kader Buka Jalan buat Hasto saat Tiba di PN Jakpus

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:22 WIB

Terkini

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

×