Viral! Menjelang HUT RI ke-80, Warga Kibarkan Bendera One Piece di Samping Merah Putih

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 30 Juli 2025 | 06:35 WIB
Viral! Menjelang HUT RI ke-80, Warga Kibarkan Bendera One Piece di Samping Merah Putih
Tangkapan layar video Ramai-ramai kibarkan bendera one piace. [Instagram]

Suara.com - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, sebuah fenomena unik sekaligus kontroversial muncul di beberapa daerah, salah satunya di Grobogan, Jawa Tengah.

Sejumlah warga diketahui mengibarkan bendera bajak laut dari anime One Piece, yakni bendera hitam dengan simbol tengkorak mengenakan topi jerami, berdampingan dengan bendera Merah Putih di depan rumah mereka.

Fenomena ini pertama kali viral setelah akun Instagram @zonagrobogan mengunggah sebuah video yang memperlihatkan beberapa rumah warga yang telah memasang bendera Merah Putih seperti biasa, namun ditemani oleh bendera One Piece yang dikibarkan di bawah atau di sampingnya.

Dalam video tersebut terlihat kombinasi bendera yang tak lazim, yang kemudian memicu perbincangan luas di media sosial.

Unggahan tersebut disertai caption singkat namun penuh tanda tanya: "Trend apa lagi ini?" Pertanyaan tersebut tampaknya mewakili kegelisahan sebagian masyarakat yang mempertanyakan apakah tren ini bentuk ekspresi budaya pop, simbol perlawanan, atau sekadar ikut-ikutan tanpa memahami makna simbol negara.

Viral di Media Sosial, Netizen Terbelah

Unggahan tersebut langsung menyulut diskusi seru di kolom komentar. Banyak netizen yang menanggapi dengan nada bercanda, mengaitkan bendera bajak laut anime tersebut sebagai simbol ‘perlawanan’ terhadap ketidakadilan, atau bahkan sebagai bentuk sindiran terhadap sistem yang ada.

“Simbol perlawanan kepada pemerintah Konoha,” tulis seorang pengguna, menyindir sistem pemerintahan dari semesta anime Naruto.

Lainnya menanggapi lebih serius sekaligus provokatif. “YOK VIRALKAN DAN LAKUKAN SERENTAK,” tulis akun lain yang mendukung agar aksi ini dijadikan gerakan massal menjelang 17 Agustus.

Sementara itu, ada pula yang menambah guyonan khas penggemar anime: “Yang bisa lawan anggota Konoha adalah kru Mugiwara,” merujuk pada kelompok bajak laut yang dipimpin Luffy, tokoh utama One Piece.

Antara Ekspresi Budaya Pop dan Norma Nasionalisme

Fenomena ini menimbulkan perdebatan lebih luas, terutama terkait bagaimana ekspresi budaya pop ditampilkan di ruang publik yang beririsan dengan simbol negara.

Apakah memasang bendera bajak laut di samping Merah Putih adalah bentuk ekspresi kreatif yang sah, ataukah melanggar etika nasionalisme?

Secara hukum, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan mengatur dengan tegas bahwa bendera Merah Putih harus dikibarkan secara hormat dan tidak boleh ditempatkan sejajar atau di bawah bendera lain yang bukan lambang negara sahabat dalam acara resmi.

Meskipun bendera One Piece bukanlah bendera negara, pengibaran yang berdampingan dengannya bisa ditafsirkan sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol negara jika dilakukan sembarangan.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai tindakan aparat terkait fenomena ini. Namun sejumlah netizen meminta pemerintah daerah maupun aparat keamanan untuk turun tangan dengan pendekatan edukatif, bukan represif.

“Jangan langsung ditangkap. Ajak diskusi, tanya alasannya. Jangan-jangan mereka lebih cinta keadilan ketimbang yang di DPR,” tulis salah satu komentar.

Fenomena pengibaran bendera One Piece di samping Merah Putih adalah potret nyata bagaimana budaya pop telah menyatu dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Kemunculannya bisa dibaca dalam berbagai sudut pandang. Apakah ini sekadar gaya, sindiran sosial, atau bentuk perlawanan simbolik? Jawabannya tentu beragam, tergantung dari siapa yang memaknainya.

Bagi sebagian orang, bendera bajak laut anime mungkin hanyalah ekspresi fandom atau bentuk kreativitas menjelang perayaan kemerdekaan.

Namun, saat simbol budaya populer ditempatkan sejajar dengan lambang negara, persoalannya tidak lagi sederhana. Di sinilah pentingnya pemahaman kolektif tentang mana yang boleh dijadikan ekspresi dan mana yang harus dihormati sebagai simbol nasional.

Yang pasti, cinta negeri tak harus seragam, tapi tetap harus hormat. Karena Merah Putih bukan sekadar kain, melainkan warisan darah dan nyawa.

Jika ingin menyampaikan pesan melalui simbol-simbol budaya pop seperti bendera anime, pastikan itu tidak merendahkan martabat bendera bangsa sendiri.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Link Twibbon Template HUT RI 2025 Terbaru, Kekinian dan Gratis

10 Link Twibbon Template HUT RI 2025 Terbaru, Kekinian dan Gratis

Tekno | Rabu, 30 Juli 2025 | 06:25 WIB

Masuk Tahun Kedua, Turnamen Tenis Meja Mujahidien Cup 2025 Rampung Digelar

Masuk Tahun Kedua, Turnamen Tenis Meja Mujahidien Cup 2025 Rampung Digelar

Sport | Selasa, 29 Juli 2025 | 10:59 WIB

Tata Cara Upacara 17 Agustus yang Benar, Cek Panduannya di Sini

Tata Cara Upacara 17 Agustus yang Benar, Cek Panduannya di Sini

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 11:53 WIB

Terkini

Motif Asmara Tak Direstui! Aksi Fortuner Putih Culik Lansia di PIK Terancam 12 Tahun Bui

Motif Asmara Tak Direstui! Aksi Fortuner Putih Culik Lansia di PIK Terancam 12 Tahun Bui

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:21 WIB

Kinerja Positif, BTN Raih Laba Bersih Konsolidasi Rp1,85 Triliun per Mei 2026

Kinerja Positif, BTN Raih Laba Bersih Konsolidasi Rp1,85 Triliun per Mei 2026

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:15 WIB

Waspada! Stiker Sedot WC Jadi Kode Transaksi Sabu di Cipayung Jakarta Timur

Waspada! Stiker Sedot WC Jadi Kode Transaksi Sabu di Cipayung Jakarta Timur

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:08 WIB

Kapal Perang Rusia Lepas Tembakan Peringatan ke Jacht Inggris di Jalur Pelayaran Selat Inggris

Kapal Perang Rusia Lepas Tembakan Peringatan ke Jacht Inggris di Jalur Pelayaran Selat Inggris

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:51 WIB

Update Gempa Sigi: 787 Rumah Rusak, 1 Tewas dan 55 Warga Luka

Update Gempa Sigi: 787 Rumah Rusak, 1 Tewas dan 55 Warga Luka

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:46 WIB

Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja

Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:36 WIB

Bukan Warga Nekat! Satpol PP Ungkap Sosok Orang 'Penting' yang Viral Berenang di Kolam Bundaran HI

Bukan Warga Nekat! Satpol PP Ungkap Sosok Orang 'Penting' yang Viral Berenang di Kolam Bundaran HI

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:28 WIB

Waspada Macet! Ada 5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini

Waspada Macet! Ada 5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:11 WIB

Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan

Aksinya Terekam Video! Pria di Penjaringan Ditangkap usai Cabuli Anjing di Toko Hewan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:41 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:00 WIB