Refly Harun: Kasus Ijazah Jokowi Konyol! Orang Pintar Jadi Bodoh

Eviera Paramita Sandi

Selasa, 05 Agustus 2025 | 09:10 WIB
Refly Harun: Kasus Ijazah Jokowi Konyol! Orang Pintar Jadi Bodoh
Tangkap Layar [Youtube Refly Harun]

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan bahwa kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) adalah konyol.

Refly merasa bahwa semakin hari kasus tersebut justru mengubah pola pikir orang lain, yang pintar menjadi bodoh dan sebaliknya.

“Betapa konyolnya soal ijazah ini, orang pintar jadi bodoh, orang bodoh sok sok pintar ya jadinya, haha,” sebut Refly Harun dikutip dari youtubenya, Senin (4/8/25).

Refly kemudian membahas soal pernyataan Jokowi saat berpidato dalam acara reuninya dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 80.

Dalam acara tersebut, Jokowi sempat mengatakan bahwa teman-temannya dilarang untuk bersenang-senang terlebih dahulu sebelum ijazahnya diputuskan benar-benar asli.

Ketika nantinya Pengadilan memutuskan bahwa ijazah Jokowi palsu, ia justru mengatakan bahwa ijazah milik teman-teman lainnya juga palsu.

Hal ini menurut Refly mengindikasikan bahwa ijazah milik Jokowi benar-benar tidak asli alias palsu.

“Soal ijazah Jokowi, dari pernyataan Jokowi yang seolah minta pembelaan dari teman-temannya saat reuni, sadar nggak itu mengindikasikan bahwa ijazahnya itu memang nggak asli, atau palsu,” ungkap Refly.

“Katanya ‘Jangan senang-senang dulu, kalau pengadilan mengatakan asli maka bapak ibu boleh senang-senang. Tapi kalau Pengadilan mengatakan palsu, maka 88 orang lainnya juga palsu”, eee lucu juga kan logikanya, dia paham nggak ya bahwa 1 angkatan itu memang masuknya sama, tapi keluarnya kan nggak sama bro, kan beda-beda,” sambung Refly.

baca juga

Pernyataan Jokowi tersebut menurut Refly adalah bentuk dirinya telah melibatkan orang lain dalam masalahnya.

“Berarti 88 itu palsu semua, nggak bisa begitu dong haha,” ucapnya.

“Gimana logikanya? Dia (Jokowi) buang badan, kesannya melibatkan orang lain dalam masalahnya,” tambahnya.

Refly menjelaskan bahwa logikanya teman satu Angkatan masuk belum tentu akan sama tahun kelulusannya.

“Jadi sekali lagi hati-hati dengan pernyataannya sendiri. Justru itu pernyataan yang mengindikasikan Pak Jokowi nggak paham,” ujarnya.

“Orang itu yang masuknya sama, tapi kan keluarnya beda-beda. Nah dia nggak pernah keluar barangkali. Atau kuliahnya nggak nyampek, sehingga dia berpikir wah ini mesti sama-sama semua, ya nggak lah, ada yang 85,87, bahkan 88,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bebaskan Hasto, Rocky Gerung sebut Prabowo Kini Bela Megawati Bukan Jokowi

Bebaskan Hasto, Rocky Gerung sebut Prabowo Kini Bela Megawati Bukan Jokowi

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:42 WIB

Pakar Sebut Amnesti untuk Hasto-Tom Lembong Jadi Langkah Awal Prabowo Akhiri Dominasi Jokowi

Pakar Sebut Amnesti untuk Hasto-Tom Lembong Jadi Langkah Awal Prabowo Akhiri Dominasi Jokowi

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:42 WIB

Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?

Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 08:30 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×