BRIN Ungkap Tsunami Raksasa Pernah Terjadi di Selatan Jawa, Apa Risiko yang Mesti Diwaspadai?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:20 WIB
BRIN Ungkap Tsunami Raksasa Pernah Terjadi di Selatan Jawa, Apa Risiko yang Mesti Diwaspadai?
Ilustrasi tsunami.(Pixabay/KELLEPICS)

Suara.com - Pembangunan pesisir selatan Jawa kian masif. Namun di balik geliat ekonomi dan infrastruktur strategis, tersembunyi ancaman besar yang jarang dibicarakan, tsunami raksasa yang berpotensi berulang.

Melalui riset paleotsunami, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bukti ilmiah keberadaan tsunami purba berskala besar yang pernah menghantam selatan Jawa ribuan tahun lalu. Riset ini menjadi peringatan penting: ancaman megatsunami bukan mitos, dan bisa terulang.

“Selatan Jawa terus berkembang dengan pembangunan infrastruktur strategis, sementara ancaman tsunami raksasa yang berulang justru belum sepenuhnya dipahami dan diantisipasi,” ujar Peneliti Ahli Madya PRKG BRIN, Purna Sulastya Putra, seperti dikutip dari situs resmi BRIN. 

BRIN menemukan lapisan sedimen tsunami berumur sekitar 1.800 tahun, tersebar di wilayah seperti Lebak, Pangandaran, dan Kulon Progo. Peneliti menyimpulkan sedimen ini merupakan jejak tsunami raksasa akibat gempa megathrust bermagnitudo 9,0 atau lebih.

A clear and informative tsunami warning sign at Pantai Bercak beach in Pacitan, East Java, Indonesia. The sign, set against the backdrop of the ocean, provides critical safety information for beachgoers. [Unsplash/Jeffrey thuman]
A clear and informative tsunami warning sign at Pantai Bercak beach in Pacitan, East Java, Indonesia. The sign, set against the backdrop of the ocean, provides critical safety information for beachgoers. [Unsplash/Jeffrey thuman]

“Ini bukan satu-satunya. Jejak tsunami raksasa lainnya ditemukan berumur sekitar 3.000 tahun, 1.000 tahun, dan 400 tahun lalu,” kata Purna

Riset dilakukan lewat pengamatan di lingkungan rawa dan laguna, lokasi yang ideal untuk melacak jejak tsunami karena sedimen laut lebih mudah dikenali dan terawetkan di sana. Tim juga menggunakan analisis mikrofauna, unsur kimia, serta radiokarbon untuk memastikan asal-usul endapan tersebut.

Namun, proses ini tak mudah. Purna menjelaskan, tantangannya adalah tak semua endapan tsunami purba bisa bertahan utuh dan membedakannya dari banjir atau badai memerlukan kehati-hatian. 

Berpotensi Berulang

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa tsunami besar di selatan Jawa bersifat berulang, dengan siklus setiap 600–800 tahun. Ini artinya, potensi terjadinya gelombang raksasa di masa depan bukan sekadar kemungkinan.

“Ini artinya, bukan soal apakah tsunami besar akan terjadi, tapi kapan,” tegas Purna.

baca juga

Kondisi ini semakin mendesak untuk diperhatikan mengingat proyeksi jumlah penduduk yang akan tinggal di kawasan pesisir selatan Jawa pada 2030 lebih dari 30 juta orang.

BRIN menyoroti bahwa proyek-proyek strategis seperti bandara, pelabuhan, kawasan industri, hingga destinasi wisata masih minim integrasi dengan data risiko tsunami.

“Jika tidak dirancang dengan mempertimbangkan sejarah bencana, dampaknya akan sangat besar, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian ekonomi,” tambah Purna.

Meski memberi dampak ekonomi, peningkatan aktivitas ini justru memperbesar kerentanan wilayah. Menurut BRIN, data paleotsunami yang telah dikumpulkan bisa menjadi fondasi penting kebijakan tata ruang dan mitigasi bencana. Informasi ini bisa digunakan untuk menetapkan zona rawan, ,enentukan lokasi evakuasi, dan merancang jalur evakuasi yang efisien. 

“Pemerintah daerah sebaiknya mulai memanfaatkan data ini untuk menyusun rencana pembangunan yang berwawasan risiko, serta melakukan sosialisasi rutin ke masyarakat,” kata Purna

Purna mengingatkan, kesiapsiagaan masyarakat juga sangat penting. Detik pertama pasca-gempa bisa menjadi penentu keselamatan.

“Kalau terjadi gempa kuat di dekat pantai, jangan tunggu sirine atau pemberitahuan. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi,” Purna.

“Alam sering memberi sinyal pertama, dan kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan.”

Lewat hasil riset ini, BRIN berharap pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat bisa bergerak bersama membangun kesadaran bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjelasan Kenapa Gempa Rusia Magnitudo 8,7 Tak Picu Tsunami Besar

Penjelasan Kenapa Gempa Rusia Magnitudo 8,7 Tak Picu Tsunami Besar

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:59 WIB

Waspada Tsunami Rusia, Daerah Indonesia Bagian Mana Saja yang Berdekatan dengan Samudera Pasifik?

Waspada Tsunami Rusia, Daerah Indonesia Bagian Mana Saja yang Berdekatan dengan Samudera Pasifik?

Lifestyle | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:47 WIB

10 Tsunami Paling Dahsyat di Dunia, Tinggi Gelombang sampai 85 Meter

10 Tsunami Paling Dahsyat di Dunia, Tinggi Gelombang sampai 85 Meter

Tekno | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:56 WIB

Terkini

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 22:39 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:42 WIB

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:11 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:06 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:48 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB