Eks BIN: Ada Rapat Tertutup Bahas Proklamasi Negara Riau Merdeka

Bernadette Sariyem

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:45 WIB
Eks BIN: Ada Rapat Tertutup Bahas Proklamasi Negara Riau Merdeka
Kolase logo Negara Riau Merdeka (kiri) dan Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra (kanan). [Suara.com]

Suara.com - Sekelompok orang disebut-sebut akan memproklamasikan Negara Riau Merdeka, menjelang perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025 mendatang.

Hal tersebut diungkap mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra.

Tuduhan serius ini ia sampaikan dalam sebuah siniar  yang tayang di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis, 7 Agustus 2025, dan sontak memicu polemik di tengah masyarakat.

Dalam perbincangan berdurasi hampir satu jam yang dipandu oleh Jurnalis Senior, Darmawan Sepriyossa, Sri Radjasa dengan tegas mengungkap informasi yang ia klaim sangat valid.

Menurutnya, sebuah rapat tertutup telah digelar oleh kelompok tertentu di Riau untuk menggulirkan kembali wacana pemisahan diri dari NKRI.

Ia secara spesifik menuding kelompok pendukung mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi berada di balik gerakan tersebut.

"Ini ngeri, karena saya dapat informasi yang sangat bisa dipercaya. Beberapa hari lalu, pendukung Jokowi di Riau mengadakan rapat gelap membahas wacana gerakan Riau Merdeka. Gila!" kata Sri Radjasa, dikutip hari Jumat (8/8/2025).

Ia mengaku sangat yakin dengan informasi ini, karena berasal dari informan tepercaya yang pernah menjadi jaringannya saat masih aktif bertugas di lapangan.

"Bisa dipercaya, karena dia (informan) dulu adalah kaki tangan anak panah saya di lapangan. Karena Riau kan pernah punya pengalaman separatis," kata dia.

baca juga

Menurut analisisnya, motif di balik gerakan ini bukanlah ideologi, melainkan pragmatisme yang didanai untuk menciptakan instabilitas politik.

Tujuannya, kata Sri, adalah untuk mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan.

"Cuma, sasarannya untuk mengganggu kewibawaan Presiden, kalau sampai ini muncul kembali," ujarnya.

Awalnya, diskusi dalam siniar tersebut menyinggung fenomena viral bendera Jolly Roger dari animasi One Piece yang marak digunakan sebagai simbol kekecewaan.

Namun, Sri Radjasa melihatnya sebagai gejala yang lebih dalam, di mana fenomena sosial dimanfaatkan untuk agenda disintegrasi.

Ia memaparkan sebuah pola yang menurutnya berbahaya.

"Siram uang, jalan. Selalu begitu. Kemudian muncullah perorangan memaki-maki Prabowo, muncullah One Piece. Nanti muncul lagi separatis. Mereka akan mengumpulkan kekuatan massa dahulu lalu melakukan Deklarasi Riau Merdeka. Ini sangat berani. Kita masih menyelidiki kapan itu (Deklarasi, red) tapi itu keputusan rapat tertutup yang paling pertama deklarasi," paparnya.

Sri Radjasa mengingatkan agar pemerintah tidak menganggap remeh potensi ini.

Ia menarik paralel dengan kasus sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara yang dianggap sepele.

Namun isu itu justru memicu kebangkitan kembali gerakan separatisme Aceh di Eropa, melalui Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF).

"Tapi di sana (Eropa), ini dijadikan isu sampai hari ini digulirkan. Ini kerawanannya tinggi. Orang lupa, karena persoalan damai di Aceh masih menyisakan separatisme, karena di sana (Eropa) ASNLF berdiri lagi."

Dia menjelaskan, "ASNLF ini cikal bakal Gerakan Aceh Merdeka (GAM) perjuangan di Luar Negeri. Nah, ASNLF ini sekarang sudah menjadi anggota tetap di UNPO (Unrepresented Nations and Peoples Organization). Organisasi seperti PBB tapi untuk masyarakat yang tidak terwakili. Dan, UNPO ini memiliki reputasi memerdekakan beberapa negara. Nah, ini kan kerawanan," kata Sri.

Klaim ini seolah mendapat pembenaran visual dengan munculnya spanduk-spanduk misterius di berbagai titik strategis di Pekanbaru, seperti di flyover dan pagar Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Spanduk berlatar hitam dengan tulisan Arab Melayu itu berbunyi 'Selamat Datang di Daerah Istimewa Riau'.

Meski demikian, tudingan ini langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak pemerintah daerah. Gubernur Riau, Abdul Wahid, dengan singkat dan tegas menyatakan bahwa informasi yang disebarkan Sri Radjasa tidak benar.

"Tidak ada, info hoaks," tegas Abdul Wahid seperti dikutip dari Riau Online.

Sri Radjasa sendiri mengaku telah mengantongi nama dua tokoh masyarakat, salah satunya seorang akademisi, yang digadang-gadang akan memimpin kembali gerakan Riau Merdeka menggantikan mendiang Tabrani Rab.

Namun, ia belum mengungkap identitas mereka ke publik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Pembuat Film Animasi Merah Putih One For All yang Tuai Kontroversi?

Siapa Pembuat Film Animasi Merah Putih One For All yang Tuai Kontroversi?

Entertainment | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:05 WIB

CEK FAKTA: BIN Umumkan Kudeta dan Darurat Militer Beredar di YouTube

CEK FAKTA: BIN Umumkan Kudeta dan Darurat Militer Beredar di YouTube

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:51 WIB

Berapa Umur Ahmad Aysar Hadi? Pemain Malaysia Dituding Palsukan Usia Lawan Timnas Indonesia U-23

Berapa Umur Ahmad Aysar Hadi? Pemain Malaysia Dituding Palsukan Usia Lawan Timnas Indonesia U-23

Bola | Kamis, 24 Juli 2025 | 06:58 WIB

Ternyata Ini Penyebab Sleeping Prince Arab Saudi Koma Hingga Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun

Ternyata Ini Penyebab Sleeping Prince Arab Saudi Koma Hingga Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun

Entertainment | Senin, 21 Juli 2025 | 08:15 WIB

Kisah Tragis Putra Mahkota Saudi Setelah 20 Tahun Koma

Kisah Tragis Putra Mahkota Saudi Setelah 20 Tahun Koma

Video | Minggu, 20 Juli 2025 | 15:05 WIB

Impiannya Jadi Tentara Kandas, Akhir Pilu Pangeran Tidur Setelah 20 Tahun Koma

Impiannya Jadi Tentara Kandas, Akhir Pilu Pangeran Tidur Setelah 20 Tahun Koma

News | Minggu, 20 Juli 2025 | 17:05 WIB

Tragedi 'Pangeran Tidur': Dari Kecelakaan Maut Hingga Akhir Hayat Usai 20 Tahun Koma

Tragedi 'Pangeran Tidur': Dari Kecelakaan Maut Hingga Akhir Hayat Usai 20 Tahun Koma

News | Minggu, 20 Juli 2025 | 14:52 WIB

Akhir Penantian 20 Tahun: Kisah Haru 'Pangeran Tidur' Arab Saudi Berpulang

Akhir Penantian 20 Tahun: Kisah Haru 'Pangeran Tidur' Arab Saudi Berpulang

News | Minggu, 20 Juli 2025 | 13:54 WIB

Berapa Kekayaan Pangeran Arab Sleeping Prince yang Meninggal usai Koma 20 Tahun?

Berapa Kekayaan Pangeran Arab Sleeping Prince yang Meninggal usai Koma 20 Tahun?

Lifestyle | Minggu, 20 Juli 2025 | 13:28 WIB

Terkini

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×