Apa Makna Politik 'Makan Siang Plus-plus' Gibran dan Dasco?

M Nurhadi

Minggu, 10 Agustus 2025 | 08:05 WIB
Apa Makna Politik 'Makan Siang Plus-plus' Gibran dan Dasco?
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunggah momen makan siang bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. [Instagram]

Suara.com - Satu unggahan di media sosial Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada akhir pekan ini, memantik berbagai spekulasi dan analisis di kalangan pengamat politik.

Gibran membagikan momen makan siang santai bersama Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, pada Sabtu (9/8/2025).

Pertemuan yang tampak sederhana ini dinilai sarat akan makna politik, jauh melampaui sekadar agenda makan bersama.

Momen tersebut pertama kali diungkap oleh Gibran melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam foto yang diunggah, Gibran yang mengenakan kemeja putih kasual tampak duduk berhadapan dengan Dasco yang berbatik hitam di sebuah meja makan.

Suasana terlihat hangat dan tidak formal. Gibran pun menuliskan keterangan yang ringan, jauh dari kesan politis.

"Makan siang bersama Wakil Ketua DPR RI Bapak @sufmi_dasco. Menunya Mie Bakso, Nasi Dendeng Balado dan Tumis Daun Pepaya. Selamat berakhir pekan untuk kawan-kawan semua," tulis Gibran dalam unggahannya.

Meski dibingkai dengan santai, pertemuan dua tokoh sentral dari cabang kekuasaan yang berbeda—eksekutif dan legislatif—ini segera mengundang tafsir.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai pertemuan ini bukan agenda biasa.

baca juga

Menurutnya, ada pesan politik kuat yang ingin disampaikan melalui jamuan makan siang tersebut.

"Masyarakat melihatnya ini seperti 'makan siang plus-plus' persisnya. Satu sisi hanya sebatas makan siang bersama. Tapi di lain sisi pastinya banyak hal yang dibicarakan, terutama soal kondisi politik terkini, salah satunya program populis pemerintah," kata Adi kepada wartawan, Minggu (10/8/2025).

Adi menduga, di balik menu bakso dan dendeng balado, ada pembicaraan serius mengenai kelancaran program-program andalan pemerintah Prabowo-Gibran.

Program seperti makan bergizi gratis, koperasi desa merah putih, hingga sekolah rakyat diyakini menjadi topik pembahasan.

Pertemuan informal seperti ini, menurut Adi, bisa menjadi cara efektif untuk mengawal dan memastikan program prioritas dapat berjalan mulus tanpa hambatan di parlemen.

Lebih jauh, Adi menyoroti dimensi simbolik dari pertemuan ini.

Keakraban yang ditampilkan oleh Gibran sebagai representasi eksekutif dan Dasco sebagai pimpinan legislatif, menjadi penanda penting bagi stabilitas politik ke depan.

"Apa pun judulnya, Gibran adalah wapres mewakili unsur eksekutif. Dasco adalah pimpinan DPR merepresentaaikan legislatif. Secara simbol ini menjadi penanda hubungan wapres (eksekutif) dan legislatif akur, isu soal pemakzulan wassalam," ucapnya.

Sinyal ini seolah memupus kekhawatiran atau wacana liar mengenai potensi pemakzulan yang sempat beredar di ruang publik.

Kerukunan antara Istana dan Senayan yang disimbolkan oleh Gibran dan Dasco menjadi jaminan bahwa roda pemerintahan akan berjalan stabil.

Selain itu, pertemuan ini juga ditafsirkan sebagai upaya untuk meredam spekulasi lain yang tak kalah panas, yakni isu kerenggangan hubungan antara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Gibran, sebagai putra Jokowi, dan Dasco, sebagai orang kepercayaan Prabowo di Gerindra, menjadi jembatan simbolik yang membantah kabar tersebut.

"Secara simbolik, ada yang menafsirkan sebagai bentuk hubungan baik 08 (Prabowo) dengan Solo (Jokowi) yang belakangan ini kerap dispekulasikan rada renggang," kata Adi.

Dengan demikian, makan siang sederhana di akhir pekan itu ternyata membawa pesan berlapis.

Ia menjadi penegas soliditas koalisi pemerintah, sinyal keharmonisan antara eksekutif dan legislatif, sekaligus bantahan telak atas berbagai spekulasi keretakan yang dapat mengganggu stabilitas politik nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tom Lembong Mengudara Lagi: Kisah Asam Lambung, Kejutan Abolisi dan Perlawanan Baru

Tom Lembong Mengudara Lagi: Kisah Asam Lambung, Kejutan Abolisi dan Perlawanan Baru

News | Minggu, 10 Agustus 2025 | 07:05 WIB

Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-60

Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-60

Video | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 21:10 WIB

Ketika Prabowo Dikritik Senior Baret Merah:  Kalau Jumlahnya Terlalu Besar bukan Pasukan Khusus Lagi

Ketika Prabowo Dikritik Senior Baret Merah: Kalau Jumlahnya Terlalu Besar bukan Pasukan Khusus Lagi

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 20:54 WIB

Pesan Sudirman Said ke Prabowo: Lakukan Koreksi Total, Jangan Terus Topang Baron Kekuasaan

Pesan Sudirman Said ke Prabowo: Lakukan Koreksi Total, Jangan Terus Topang Baron Kekuasaan

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Sejarah Kohanudnas: Bubar Era Jokowi, Muncul Kembali Masa Presiden Prabowo

Sejarah Kohanudnas: Bubar Era Jokowi, Muncul Kembali Masa Presiden Prabowo

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 17:50 WIB

Prabowo Gak Masalah, Khofifah Ngotot Larang Bendera One Piece Dikibarkan di Jatim, Mengapa?

Prabowo Gak Masalah, Khofifah Ngotot Larang Bendera One Piece Dikibarkan di Jatim, Mengapa?

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:20 WIB

Profil Letjen Tandyo Budi Revita Sosok Wakil Panglima TNI, Dilantik Presiden Prabowo Besok!

Profil Letjen Tandyo Budi Revita Sosok Wakil Panglima TNI, Dilantik Presiden Prabowo Besok!

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Terkini

Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA

Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

×