Ketika Prabowo Dikritik Senior Baret Merah: Kalau Jumlahnya Terlalu Besar bukan Pasukan Khusus Lagi

Wakos Reza Gautama

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 20:54 WIB
Ketika Prabowo Dikritik Senior Baret Merah:  Kalau Jumlahnya Terlalu Besar bukan Pasukan Khusus Lagi
Ilustrasi Prabowo Subianto (tengah). Prabowo pernah dikritik seniornya di Korps Baret Merah karena menggelembungkan jumlah personel Kopassus. [ANTARA/Walda Marison]

Suara.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan validasi organisasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Validasi organisasi tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025 tanggal 6 Agustus 2025.

Dalam validasi ini, Kopassus tidak lagi dipimpin jenderal bintang dua dengan sebutan Komandan Jenderal melainkan dipegang jenderal bintang tiga dengan sebutan Panglima Kopassus.

Validasi juga dilakukan terhadap komandan Grup Kopassus dari Kolonel menjadi Brigjen. Selain itu juga jumlah Grup Kopassus bertambah dari tiga menjadi enam.

1. Grup 1 Kopassus bermarkas di Banten
2. Grup 2 Kopassus akan bermarkas di Solo
3. Grup 3 Kopassus akan bermarkas di Dumai
4. Grup 4 Kopassus akan bermarkas di Penajam
5. Grup 5 Kopassus akan bermarkas di Kendari
6. Grup 6 Kopassus akan bermarkas di Timika

Untuk Markas utama Kopassus (Mako Kopassus) tetap berada di Jakarta. Pusdiklatpassus Kopassus juga tetap berada di Batujajar Bandung. Sedangkan Sat 81 AT dan Sat Sandha Kopassus juga berada di Jakarta.

Peresmian validasi organisasi Kopassus ini akan dilakukan pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Prabowo Dikritik Senior

Pemekaran organisasi Kopassus bukan kali ini saja terjadi. Ketika Prabowo Subianto menjadi Komandan Kopassus, juga terjadi validasi.

Awalnya Kopassus dipimpin Brigjen dengan sebutan Komandan Kopassus. Begitu Prabowo menjadi Komandan Kopassus, terjadi validasi di mana Kopassus dipimpin jenderal bintang dua dengan sebutan Komandan Jenderal.

baca juga

Ini membuat Prabowo naik pangkat dua kali dalam jabatan yang sama dalam jangka waktu hanya 8 bulan. Konsekuensi dari validasi ini, jumlah personel Kopassus mau tak mau harus ditambah.

Dari yang tadinya hanya berjumlah 3 ribu personel, Prabowo menambahnya menjadi 6 ribu personel. Ia lalu menyaring dan membentuk dua grup lain lagi selain grup 1, 2 dan 3 yang sebelumnya sudah ada.

Grup yang dibikin Prabowo adalah grup 4 dan grup 5 yang merupakan orang-orang pilihan dari 3 grup pertama. Grup 4 yang disebut Sandhi Yudha berlokasi di Cijantung Jakarta dan merupakan orang pilihan dari 3 grup pertama yang dilatih kembali menjadi berkualifikasi Intelijen Tempur.

Sedangkan grup lainnya adalah Grup 5 atau yang dikenal sebagai Den 81 —disebut demikian karena keberhasilannya dalam peristiwa pembajakan pesawat di Don Muang, Muangthai tahun 1981.

Orang-orang ini adalah orang pilihan dari grup 4 dan merupakan yang terbaik yang dimiliki Kopassus. Mereka memiliki Ksatrian tersendiri di Cijantung dan terisolir.Klasifikasinya adalah anti teroris dan akan selalu mengikuti perjalanan kenegaraan Presiden.

Langkah Prabowo membengkakkan jumlah personel Kopassus ini mendapat kritik dari para seniornya di Baret Merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Sudirman Said ke Prabowo: Lakukan Koreksi Total, Jangan Terus Topang Baron Kekuasaan

Pesan Sudirman Said ke Prabowo: Lakukan Koreksi Total, Jangan Terus Topang Baron Kekuasaan

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Polemik Wakil Panglima TNI Era Gus Dur, Elit TNI Menolak Jenderal Pilihan Presiden

Polemik Wakil Panglima TNI Era Gus Dur, Elit TNI Menolak Jenderal Pilihan Presiden

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:04 WIB

Sejarah Kohanudnas: Bubar Era Jokowi, Muncul Kembali Masa Presiden Prabowo

Sejarah Kohanudnas: Bubar Era Jokowi, Muncul Kembali Masa Presiden Prabowo

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 17:50 WIB

Prabowo Gak Masalah, Khofifah Ngotot Larang Bendera One Piece Dikibarkan di Jatim, Mengapa?

Prabowo Gak Masalah, Khofifah Ngotot Larang Bendera One Piece Dikibarkan di Jatim, Mengapa?

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:20 WIB

Profil Letjen Tandyo Budi Revita Sosok Wakil Panglima TNI, Dilantik Presiden Prabowo Besok!

Profil Letjen Tandyo Budi Revita Sosok Wakil Panglima TNI, Dilantik Presiden Prabowo Besok!

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Terkini

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 09:25 WIB

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 09:21 WIB

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 09:18 WIB

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:13 WIB

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 09:12 WIB

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 08:48 WIB

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 08:44 WIB

Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo

Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo

News | Sabtu, 05 September 2026 | 08:34 WIB

×