Ketergantungan Batu Bara Hambat Transisi Energi, Filantropi Diminta Turun Tangan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 11 Agustus 2025 | 11:10 WIB
Ketergantungan Batu Bara Hambat Transisi Energi, Filantropi Diminta Turun Tangan
Ilustrasi tambang batu bara. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Indonesia masih mengandalkan bahan bakar fosil untuk memenuhi 61% kebutuhan energinya, terutama dari batu bara. Meski sumber daya ini melimpah, ketergantungan tersebut dinilai tidak berkelanjutan.

Selain berdampak pada lingkungan, pola ini juga berpotensi menghambat upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang membutuhkan transformasi besar di sektor energi.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyebut, salah satu hambatan utama dalam percepatan transisi energi adalah persoalan pendanaan. Padahal, kata dia, Indonesia memiliki potensi besar energi terbarukan yang bersumber dari matahari, angin, air, laut, hingga panas bumi.

Pemerintah pun telah menyiapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik hingga 2034, dengan total investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 171 miliar dolar AS dalam kurun 10 tahun.

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

Menurut Eddy, sektor filantropi dapat memainkan peran kunci untuk mengatasi hambatan ini. Dukungan filantropi, lanjutnya, tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga edukasi publik, penguatan kapasitas masyarakat, serta pembiayaan riset dan inovasi.

Filantropi pun dapat berperan dalam advokasi kebijakan, kampanye kesadaran publik, hingga mendorong regulasi yang mendukung aksi iklim.

Ia mendorong penerapan skema kemitraan 4P, public, private, philanthropic, partnership, untuk memperluas akses pendanaan dan mengurangi risiko implementasi.

Eddy mengungkapkan, sejumlah lembaga filantropi internasional dari Amerika dan Eropa telah menunjukkan minat mendukung program pensiun dini PLTU batu bara di Indonesia.

“Prinsip sustainability adalah keniscayaan. Kolaborasi dengan sektor filantropi merupakan langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berbasis energi terbarukan,” ujar Eddy di Jakarta, Sabtu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beralih ke Gas Pertamina, RSUP Hasan Sadikin Bandung Sukses Lakukan Efisiensi

Beralih ke Gas Pertamina, RSUP Hasan Sadikin Bandung Sukses Lakukan Efisiensi

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 19:16 WIB

ESDM Sebut Ada Perusahaan Rusia Kepincut Investasi di Sektor Minerba

ESDM Sebut Ada Perusahaan Rusia Kepincut Investasi di Sektor Minerba

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 08:56 WIB

Pengembangan Industri Baterai EV Dinilai Bisa Percepat Transisi Energi

Pengembangan Industri Baterai EV Dinilai Bisa Percepat Transisi Energi

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:50 WIB

Terkini

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:16 WIB

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

News | Senin, 28 September 2026 | 19:12 WIB

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:11 WIB

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Riau | Senin, 28 September 2026 | 19:10 WIB

Rekam Jejak Ko Hyung-jin Wasit Timnas Indonesia vs Malayisa Malam Ini: Memori Kelam 2019

Rekam Jejak Ko Hyung-jin Wasit Timnas Indonesia vs Malayisa Malam Ini: Memori Kelam 2019

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:06 WIB

BEI Bantah Aturan Saham Minimum Rp1 Jadi Biang IHSG Anjlok ke 6.100

BEI Bantah Aturan Saham Minimum Rp1 Jadi Biang IHSG Anjlok ke 6.100

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:05 WIB

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

News | Senin, 28 September 2026 | 19:03 WIB

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

News | Senin, 28 September 2026 | 18:57 WIB

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Bola | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

×