Heboh Kurikulum Kesehatan di Sekolah: Antara Beban Siswa dan Kompetensi Guru

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:04 WIB
Heboh Kurikulum Kesehatan di Sekolah: Antara Beban Siswa dan Kompetensi Guru
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasukkan kurikulum kesehatan dasar ke sekolah justru dinilai bisa menjadi 'bencana baru'.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut wacana ini terjebak dalam dilema pelik. Jika dijadikan mata pelajaran atau mapel baru, murid akan terbebani; tapi jika diintegrasikan, kompetensi guru dinilai belum mumpuni.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menilai niat baik Kemenkes ini terancam gagal total di lapangan karena masalah fundamental dalam sistem pendidikan.

Ubaid secara tegas menolak opsi untuk menjadikan kesehatan sebagai mata pelajaran baru yang berdiri sendiri. Menurutnya, para siswa saat ini sudah terlalu terbebani dengan banyaknya mata pelajaran yang ada.

"Mestinya diintegrasikan saja langsung, tidak perlu ada mapel khusus. Jika pelajaran khusus, sudah banyak beban itu anak-anak," kata Ubaid kepada Suara.com, Selasa (12/8/2025).

Tapi Masalahnya, Gurunya Tak Kompeten

Namun, solusi integrasi pun ternyata bukan tanpa masalah. Ubaid justru melontarkan kritik yang lebih tajam; mayoritas guru di Indonesia dinilai belum memiliki kompetensi yang cukup untuk bisa menyisipkan materi kesehatan ke dalam pelajaran yang mereka ampu.

"Integrasi ini terancam gagal, karena mayoritas kompetensi guru kita masih buruk dan belum punya kemampuan yang cukup baik untuk bisa mengintegrasikan," tegasnya.

Menurutnya, jika pemerintah memaksakan salah satu dari dua opsi tersebut, hasilnya akan sama saja.

"Akibatnya, tujuan program malah tidak tercapai," imbuhnya.

Ubaid menyarankan agar materi kesehatan bisa disisipkan secara kreatif ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada.

"Misalnya konten kesehatan masuk pada pelajaran biologi, sejarah, bahkan bisa pelajaran agama," usulnya.

Polemik ini bermula dari inisiatif Menkes Budi Gunadi Sadikin yang tengah melobi Kementerian Pendidikan agar kurikulum kesehatan dasar menjadi mapel wajib di sekolah.

Tujuannya baik, yakni menanamkan kesadaran kesehatan sejak dini. Materi yang diusulkan pun sangat praktis, seperti:

  • Tindakan saat darurat gempa bumi.
  • Penanganan luka ringan.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Hingga keberanian menegur orang tua yang merokok.

Menkes berharap, dengan kurikulum ini, generasi muda Indonesia akan memiliki kesadaran kesehatan yang bersifat preventif (mencegah), bukan hanya kuratif (mengobati). Namun, niat baik ini kini terbentur pada realitas sistem pendidikan di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geledah Kemenkes, KPK Buru Otak Korupsi RS Kolaka Timur: Lebih Besar dari Bupati?

Geledah Kemenkes, KPK Buru Otak Korupsi RS Kolaka Timur: Lebih Besar dari Bupati?

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:49 WIB

Gengsi Hajatan 'Sound Horeg' Berujung Petaka, Warga Ramai-Ramai Berobat ke Poli THT

Gengsi Hajatan 'Sound Horeg' Berujung Petaka, Warga Ramai-Ramai Berobat ke Poli THT

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:36 WIB

Geledah Kemenkes Terkait Kasus Korupsi RS Kolaka Timur, KPK Lacak Aliran Uang dan Otak Intelektual

Geledah Kemenkes Terkait Kasus Korupsi RS Kolaka Timur, KPK Lacak Aliran Uang dan Otak Intelektual

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:23 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Atur Penggunaan Gawai pada Anak dan Perkuat Literasi Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:27 WIB