Viral Tamu Hotel Indonesia Pekalongan Diusir karena Tolak Biaya Tambahan

Yohanes Endra

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 05:30 WIB
Viral Tamu Hotel Indonesia Pekalongan Diusir karena Tolak Biaya Tambahan
Viral Tamu Hotel Indonesia Pekalongan Diusir karena Tolak Biaya Tambahan (TikTok/ramasahid)

Suara.com - Akun TikTok @ramasahid menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat menginap di salah satu hotel di Pekalongan, Jawa Tengah.

Rama Sahid mengaku memilih hotel tersebut karena merupakan hotel syariah dan menawarkan harga promo.

Namun setelah check in, Rama masih diminta biaya tambahan.

"Saya kekeh dengan prinsip saya, nggak ada tambahan biaya sama sekali," ujarnya.

Pengalaman tersebut merupakan yang pertama kali untuk Rama meski sering menginap di hotel.

"Tidak ada satu pun yang pernah mengenakan biaya tambahan saat check in," terang Rama.

"Yang ngakunya akadnya syariah, tetapi setelah sampai sana malah dikasih biaya tambahan," imbuhnya.

Rama Sahid yang tetap tak mau membayar biaya tambahan akhirnya diusir dari hotel.

baca juga

"Saya ujung-ujungnya diusir, padahal saya sudah mau istirahat," ungkapnya.

Melalui ceritanya tersebut, Rama Sahid berharap pihak aplikasi yang menyediakan layanan pemesanan hotel dapat berbenah.

Review hotel di aplikasi tersebut cukup baik, sementara di Google Maps hanya 3,8 dari nilai maksimal 5 bintang.

"Please Travel*ka, tolong beresin kasus ini. Karena ini bisa mengancam keselamatan tamu-tamu lainnya yang menginap di hotel tersebut," kata Rama.

Dari percakapan yang direkam Rama Sahid, pihak hotel menyinggung selisih biaya dengan pihak aplikasi penyedia hotel.

Rama sebagai customer menolak dibawa-bawa dengan masalah tersebut.

Menurut Rama, pihak hotel seharusnya komplain kepada pihak aplikasi, bukan membebankan biaya tambahan kepadanya.

Pihak hotel juga membawa Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam pembicaraan mereka.

"Saya juga kenal orang PHRI. Saya juga orang PHRI. Jangan bawa-bawa nama PHRI. Malah saya kasuskan di PHRI nanti," tegas Rama.

Setelah berdebat, Rama Sahid akhirnya diperbolehkan masuk kamar tanpa biaya tambahan.

Namun baru mau beristirahat, Rama diusir dari hotel akibat tidak mematuhi peraturan hotel yaitu membayar biaya tambahan.

Pintu kamarnya sempat dipukul sangat keras lantaran Rama menguncinya dari dalam setelah mendapat ancaman.

Rama juga dituding membuat tamu-tamu lain di hotel tidak nyaman dengan kehadirannya.

"Anda tidak mematuhi peraturan yang ada di sini. Silakan check out saja," ujar seorang pria paruh baya yang diduga security hotel.

Ketika Rama meminta uangnya kembali, pihak hotel menolak dan menyarankan langsung ke aplikasi penyedia hotel.

Di sisi lain, pihak hotel juga meminta Rama membayar biaya tambahan di luar aplikasi tersebut

"Anda komplain ke Travel*ka. Anda pembayaran di sana kan?" kata bapak-bapak berkumis sebelumnya.

"Saya usir dengan kasar. (Diusir karena) Nggak mematuhi peraturan ada biaya tambahan. Di perusahaan ada masing-masing aturan," tegasnya.

Rama Sahid yang membuat konten diusir dari hotel tersebut rupanya adalah founder Adaptable Consulting dan 'Yuk Berani Bicara'.

Ia lebih dikenal sebagai Coach Rama Sahid, yakni seorang profesional trainer, consultant, writer dan entrepreneur.

Tiga video yang direkam Rama telah ditonton 3 juta, 19 juta, dan 15 juta pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Akibatnya, Hotel Indonesia Pekalongan yang dikunjungi Rama Sahid banjir ulasan buruk dari warganet.

Nama di Google Maps pun berubah menjadi Hotel Ghoib Indonesia Pekalongan dan rating-nya turun menjadi 3,7/5 bintang dari 830 ulasan.

Dibagikan akun Instagram @popfmindonesia, pihak hotel telah memberikan klarifikasi.

Menurut pihak hotel, Rama Sahid hanya diminta biaya tambahan sebesar Rp10.224.

Pihak hotel juga mengajak Rama Sahid bertemu untuk menyelesaikan kesalahpaham mereka.

Sayangnya warganet tetap memboikot Hotel Indonesia Pekalongan karena dinilai bersikap arogan.

"Pakai nama syariah tapi ada sistem riba," sindir akun @affandia***.

"Liat review di google map ternyata sudah lama modus minta extra payment di lokasi. Asli parah ini hotel," sahut akun @egaandala***.

"Emang hotel yang salah, kalau sudah bayar aplikasi kenapa bayar lagi, gak ada aturan yang mengharuskan bayar lagi," balas akun @gardenskyni***.

Tanggapan Traveloka atas artikel di Suara.com

Menanggapi pemberitaan Suara.com berjudul “Viral Tamu Hotel Indonesia Pekalongan Diusir karena Tolak Biaya Tambahan” yang tayang pada 15 Agustus 2025, pihak Traveloka ingin menyampaikan bahwa Traveloka telah menghubungi Bapak Muhammad Sahid Ramadhan dalam memberikan konfirmasi status terkini, serta solusi terbaik terkait situasi yang Bapak Muhammad Sahid Ramadhan alami.

Traveloka berkomitmen untuk mendukung mitra agar layanan mereka tetap berkualitas, sekaligus menjaga kenyamanan dan kepuasan pengguna. Memberikan kemudahan dan layanan terbaik bagi seluruh pihak adalah prioritas utama Traveloka.

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pengantin di Pati Ini Jadikan Demo Besar-besaran Background Foto Nikah

Viral Pengantin di Pati Ini Jadikan Demo Besar-besaran Background Foto Nikah

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 15:53 WIB

Viral Lulusan S1 Teknik Industri Jadi Pemulung, Dulu Pegang Klien Asing, Publik: Bapak Salah Negara

Viral Lulusan S1 Teknik Industri Jadi Pemulung, Dulu Pegang Klien Asing, Publik: Bapak Salah Negara

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 21:58 WIB

Fenomena Bendera One Piece di Demo Pati: Ketika Nakama Turun ke Jalan Melawan Kekuasaan Arogan

Fenomena Bendera One Piece di Demo Pati: Ketika Nakama Turun ke Jalan Melawan Kekuasaan Arogan

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:22 WIB

5 Fakta Penting Aksi Bendera One Piece Ustaz Felix yang Jadi Uji Kebijakan Publik

5 Fakta Penting Aksi Bendera One Piece Ustaz Felix yang Jadi Uji Kebijakan Publik

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 23:09 WIB

Buka-bukaan Ustaz Felix Siauw Soal One Piece: Bukan Sekadar Hobi, tapi Pesan untuk Pemerintah

Buka-bukaan Ustaz Felix Siauw Soal One Piece: Bukan Sekadar Hobi, tapi Pesan untuk Pemerintah

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:40 WIB

Terkini

TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:03 WIB

Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah

Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:35 WIB

Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara

Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:07 WIB

50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:03 WIB

Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN

Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:44 WIB

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:08 WIB

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:05 WIB

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:33 WIB

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:27 WIB

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

×