Fenomena Brave Pink Ramai Jadi Ikon Solidaritas, Sekarang Kok Malah Jadi Perdebatan?

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 04 September 2025 | 11:38 WIB
Fenomena Brave Pink Ramai Jadi Ikon Solidaritas, Sekarang Kok Malah Jadi Perdebatan?
Viral Ibu Ana yang Kini Jadi Ikon Brave Pink

Suara.com - Linimasa media sosial Indonesia dalam sepekan terakhir dipenuhi dengan foto profil berwarna pink dan hijau. Bagi sebagian orang, tren ini bukan sekadar gaya visual, melainkan simbol solidaritas rakyat setelah demonstrasi 28 Agustus 2025. 

Namun, di balik semangat persatuan yang diusung, simbol ini justru memunculkan perdebatan panas dan memecah opini publik.

Warganet menyebut warna pink sebagai “Brave Pink”, sebuah julukan yang lahir dari sosok Ibu Ana, seorang perempuan berhijab merah muda yang berdiri tegak di depan aparat bersenjata lengkap saat aksi berlangsung. 

Momen ketika ia mengibarkan bendera Merah Putih di tengah ketegangan membuatnya dijadikan simbol perlawanan sipil. Bagi sebagian orang, keberanian Ibu Ana menjadi inspirasi. 

Mereka menilai pink bukan lagi sekadar warna lembut, melainkan representasi keteguhan hati, keberanian, dan empati di tengah situasi yang mencekam.

Kontroversi Video dan Perpecahan Opini

Namun, gelombang dukungan ini tak berlangsung mulus. Beredarnya sejumlah video yang menampilkan Ibu Ana mengucapkan kata-kata kasar, ancaman, dan pernyataan berbau rasis memicu pro dan kontra di kalangan warganet.

Beberapa potongan video memperdengarkan suara Ibu Ana:

“Prabowi an***, Prabo harus turun, gantinya Anies (Baswedan)!”

“Coba ngomong. Dibakar hidup-hidup ini orang, saya udah bawa bensin ini!”

“Nanti ni orang-orang pada pulang, mobil-mobil China itu habis kalau kamu mau tahu.”

Potongan-potongan ini membuat sebagian netizen merasa tak nyaman dengan menjadikan Ibu Ana sebagai ikon keberanian.

“Jujurly aku netral, tapi kok ibu ini lebih ke menyuarakan sakit hati karena Anies gak jadi presiden. bahasanya juga gak bisa dicontoh banget, tapi malah jadi ikon hiks,” kata @Sha****.

“Gua seneng semangatnya tapi mulutnya kok gitu, kasihan hijabnya,” ucap @bru****.

“Mirisss banget sama yang pada respek ke aksi ibu ini, padahal omongannya gak pantas didengar dan terlalu kotor,” tulis @tia****.

Bahkan ada yang menolak mengganti foto profil menjadi pink-hijau karena menganggap simbol ini tak layak dihubungkan dengan sosok Ibu Ana.

“Mohon maaf ya, bukan gak respect dan bukannya gak mau ganti PP pink-hijau. Saya cuma ngerasa aneh aja yang menjadikan Ibu Ana sebagai makna dari warna pink tersebut. Okelah keberaniannya, tapi bukan kata-kata kotornya! Ini gak pantas dicontoh dan gak pantas diapresiasi,” ucap @blll****.

Dugaan Manipulasi dan Potongan Video

Di tengah ramainya perdebatan, muncul analisis berbeda dari penulis dan aktivis Kalis Mardiasih. Dalam unggahan Instagramnya, Kalis menegaskan bahwa banyak video Ibu Ana dipotong-potong dan bahkan diframing seolah-olah ia adalah provokator dan rasis.

Dalam video berdurasi 5 menit yang asli, menurut Kalis, poin-poin yang disampaikan Ibu Ana sebenarnya cukup jelas.

1. Ia meminta polisi tidak menangkap para demonstran agar situasi tetap kondusif.

2. Ia mengingatkan soal kerusuhan 1998, mengilustrasikan kemungkinan chaos jika penangkapan terus dilakukan.

3. Ia menanyakan nasib anak-anak yang sudah lebih dulu diamankan aparat.

Namun, kata-kata kunci seperti “bakar”, “bensin”, dan “mobil China” dipotong dan disajikan secara terpisah dalam video pendek, membuat konteksnya berubah total.

Dua Kubu Netizen: Dukungan vs Penolakan

Fenomena “Brave Pink” kini memunculkan dua kutub besar di media sosial. Kubu pro melihat keberanian Ibu Ana sebagai representasi rakyat sipil yang berani melawan sistem.

“IMO, terlepas dari apa yang diucapkan Ibu Ana, Brave Pink hadir sebagai simbol dari performa beliau waktu turun ke jalan — rakyat sipil biasa yang berani selantang itu ngelawan sistem & aparat. She literally embodied that ENERGY and I believe that's exactly what Brave Pink represents,” kata @and****.

Ada pula yang mencoba meredam perdebatan dengan candaan.

“Buat yang gak terima simbol Brave Pink terinspirasi dari warna kerudung Bu Ana, anggap aja dari celananya Sahroni, udah kelar… negara lagi chaos segala warna diributin,” timpal @rid****.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana simbol di era digital bisa berubah makna dengan cepat. “Brave Pink” awalnya lahir sebagai ekspresi solidaritas dan keberanian rakyat sipil, namun kini maknanya terbelah akibat framing media, potongan video, dan interpretasi publik yang berbeda-beda.

Namun pada akhirnya, Brave Pink bukan lagi sekadar soal warna, hijab, atau sosok Ibu Ana. Simbol ini mencerminkan bagaimana publik Indonesia mendefinisikan keberanian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intelijen Dunia Maya: Upaya Netizen Indonesia dalam Menjaga Demokrasi

Intelijen Dunia Maya: Upaya Netizen Indonesia dalam Menjaga Demokrasi

Your Say | Kamis, 04 September 2025 | 11:32 WIB

Ganjar Ikut Meramaikan Warna Perlawanan: Keberanian Itu Menular, Harapan Itu Abadi

Ganjar Ikut Meramaikan Warna Perlawanan: Keberanian Itu Menular, Harapan Itu Abadi

News | Kamis, 04 September 2025 | 10:52 WIB

Siswa SMK Tewas Usai Ikut Demo di DPR, Menteri PPPA Minta Maaf Akui Negara Gagal Lindungi Anak

Siswa SMK Tewas Usai Ikut Demo di DPR, Menteri PPPA Minta Maaf Akui Negara Gagal Lindungi Anak

News | Kamis, 04 September 2025 | 09:42 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB