Ribuan Anak Keracunan dan Makanan Berbelatung, FSGI Desak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Rabu, 24 September 2025 | 14:43 WIB
Ribuan Anak Keracunan dan Makanan Berbelatung, FSGI Desak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi Salah satu korban keracunan MBG di Bandung. [Suarabogor/HO/Pemkot Bogor]
baca 10 detik
  • FSGI mendesak pemerintah untuk moratorium atau penghentian sementara program MBG.
  • Ribuan siswa keracunan hidangan makan bergizi gratis.
  • Alih-alih evaluasi, pemerintah justru menaikkan anggaran MBG secara drastis tahun 2026.

Suara.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak pemerintah untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Desakan ini dilayangkan menyusul rentetan masalah serius dalam pelaksanaannya, mulai dari ribuan anak keracunan, makanan berbelatung, hingga dugaan konflik kepentingan.

FSGI menilai program ambisius ini tidak disertai dengan perencanaan yang jelas dan pengawasan yang ketat, sehingga justru menimbulkan banyak masalah di lapangan.

"FSGI mencatat tragedi keracunan hampir 6.000 peserta didik, makanan terdapat belatung/kecoa, ukuran makanan yang minim dan tak layak gizi, hingga potensi korupsi," kata Sekjen FSGI, Fahriza Marta Tanjung, dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025).

"MBG harus segera dievaluasi total... selama proses evaluasi, program MBG harus dimoratorium dahulu. Ini soal menunggu giliran keracunan saja setiap daerah," tegasnya.

Evaluasi Belum Dilakukan, Anggaran Justru Melonjak

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menyoroti ironi dalam penganggaran program ini. Alih-alih melakukan evaluasi serius, pemerintah dan DPR justru menaikkan anggaran MBG secara drastis untuk tahun 2026.

"Anggaran program MBG tahun 2026 malah disahkan DPR sebesar Rp 335 Triliun, yang tahun 2025 hanya Rp 71 Triliun... Jangan mengejar target capaian jumlah tapi mengabaikan keselamatan anak-anak Indonesia," kata Retno.

Ia juga mengungkap adanya kebijakan yang berisiko bagi guru, seperti di Sleman di mana guru diminta mencicipi makanan lebih dulu untuk mencegah keracunan, atau di Ngawi di mana sekolah diminta mengganti rugi wadah makanan yang rusak dengan harga dua kali lipat.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, FSGI memberikan lima rekomendasi utama kepada pemerintah:

baca juga
  1. Evaluasi Total: Melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
  2. Moratorium: Menghentikan sementara program MBG selama proses evaluasi berlangsung.
  3. Buka Masukan Publik: Membuka diri terhadap masukan dari publik mengenai pelaksanaan program.
  4. Prioritaskan Perlindungan Anak: Tidak hanya mengejar target jumlah, tetapi mengedepankan keselamatan dan perlindungan anak.
  5. Alihkan Anggaran: Mengalihkan anggaran MBG 2025 yang tidak terserap untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, terutama guru honorer.

FSGI juga mengapresiasi keberanian Kepala SDN 017 Napo di Kecamatan Limboro yang menolak menandatangani MoU program MBG karena meragukan mekanisme dan kualitasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Minyak Babi di Ompreng MBG, Ini Kata Tegas Badan Gizi Nasional

Isu Minyak Babi di Ompreng MBG, Ini Kata Tegas Badan Gizi Nasional

Your Say | Rabu, 24 September 2025 | 14:17 WIB

Sebelum Prabowo Subianto, 4 Presiden Ri Ini Juga Pernah Berpidato di Sidang Umum PBB

Sebelum Prabowo Subianto, 4 Presiden Ri Ini Juga Pernah Berpidato di Sidang Umum PBB

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:15 WIB

Two-State Solution Prabowo di PBB Dapat Dukungan DPR, Disebut Jalan Damai Bermartabat

Two-State Solution Prabowo di PBB Dapat Dukungan DPR, Disebut Jalan Damai Bermartabat

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya

Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game

Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

3 Pemain Paling Berbahaya Singapura: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada

3 Pemain Paling Berbahaya Singapura: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:56 WIB

9 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB Harga Rp1 Jutaan yangLayak Lirik

9 HP Murah RAM 8 GB dan Memori 256 GB Harga Rp1 Jutaan yangLayak Lirik

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Minat Investasi Tinggi, Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Sudah Terhubung Bibit

Minat Investasi Tinggi, Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Sudah Terhubung Bibit

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026

Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026

Lampung | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:44 WIB

Titah Mark-up Mantan Ketua DPRD Ponorogo Berujung Bui

Titah Mark-up Mantan Ketua DPRD Ponorogo Berujung Bui

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:38 WIB

×