Misteri 'Kremlin' Jakarta Pusat: Kisah Rumah Penyiksaan Sadis Era Orba yang Ditakuti Aktivis

Erick Tanjung | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 28 September 2025 | 12:24 WIB
Misteri 'Kremlin' Jakarta Pusat: Kisah Rumah Penyiksaan Sadis Era Orba yang Ditakuti Aktivis
Tapol PRD bersama narapidana di Blok III E Lapas Cipinang Tahun 1997, Jakarta.Wilson berdiri buka baju dibelakang kedua dari kiri. [Dok Pribadi Wilson]
  • Sejarah kelam tahanan politik atau Tapol di era rezim Orde Baru.
  • Kremlin, kantor serikat buruh SOBSI yang disulap jadi rumah jagal.
  • Kremlin adalah salah satu tempat paling menakutkan bagi aktivis era Orde Baru.

Suara.com - Di balik gemerlap gedung-gedung kekuasaan Jakarta, tersimpan sebuah peta geografi ketakutan yang menjadi 'hantu' bagi para aktivis penentang rezim Orde Baru.

Selain penjara resmi, ada ruang-ruang gelap tak bernama yang sengaja diciptakan sebagai pusat teror. Salah satu yang paling legendaris dan menyeramkan adalah sebuah tempat di Jalan Kramat V yang dijuluki 'Kremlin'.

Bagi sejarawan sekaligus eks aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), Wilson Obrigados, memori tentang Kremlin dan tempat-tempat serupa masih begitu hidup dan membuat bulu kuduk berdiri.

Wilson membagi 'dunia penyiksaan' di era Orde Baru menjadi dua: penjara resmi dan tempat interogasi terselubung. Dari keduanya, Kremlin menjadi yang paling menakutkan.

“Yang paling menyeramkan adalah Kramat Lima, populer disebut Kremlin, dan Markas BIA (Badan Intelijen ABRI) di Ragunan. Kedua tempat ini jadi pusat teror bagi gerakan demokrasi,” tutur Wilson saat memulai ceritanya kepada Suara.com.

Di tempat-tempat inilah, kata Wilson, hukum negara seolah tak bertaji. Penangkapan yang terjadi lebih mirip sebuah penculikan. Intelijen militer datang tanpa seragam, tanpa surat perintah, dan tanpa basa-basi menyebutkan pasal apa yang dilanggar.

"Aktivis yang menjadi target diangkut dan lenyap dari pantauan publik," ungkapnya.

Selama berada di dalam ruang gelap itu, tidak ada pengacara yang mendampingi. Keluarga pun tak diberi kabar. Tujuannya hanya satu: menggali informasi gerakan anti-pemerintah dengan cara apa pun.

“Biasanya disertai penyiksaan dan intimidasi,” ungkap Wilson dengan nada getir.

Dari Markas Buruh Menjadi 'Rumah Jagal'

Kremlin yang legendaris itu berlokasi di Jalan Kramat V, Senen, Jakarta Pusat, menempati tiga rumah bernomor 14, 16, dan 17. Ironisnya, sebelum menjadi rumah jagal, bangunan ini adalah Kantor Dewan Nasional Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), sebuah simbol perjuangan kaum pekerja.

Namun, setelah Gerakan 30 September (G30S) 1965 meletus, nasib bangunan itu berubah 180 derajat. Militer mengambil alih dan menyulapnya menjadi markas unit Pelaksana Khusus Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban atau Laksus Kopkamtib.

Kopkamtib, yang awalnya dibentuk atas kompromi Soekarno dan Soeharto untuk memulihkan keamanan, dengan cepat meluas fungsinya di bawah kendali Soeharto. Lembaga super ini menjadi mesin utama untuk menangkapi siapa pun yang dianggap terkait dengan PKI.

Dalam buku "Neraka Rezim Suharto: Misteri Tempat Penyiksaan Orde Baru", Kremlin digambarkan sebagai salah satu lokasi paling menakutkan. Banyak aktivis dan warga yang diculik dan dibawa ke sana, lalu disiksa dengan metode yang sangat sadis.

Bagi Wilson, Kremlin dan Ragunan adalah antitesis dari hukum. Di sanalah proses peradilan dibungkam, digantikan oleh deru interogasi tanpa henti dan jeritan pilu yang tak pernah terdengar hingga ke luar tembok. Tempat-tempat ini, baginya, adalah mesin Orde Baru untuk mematahkan perlawanan, bahkan sebelum perlawanan itu sempat diadili.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian BUMN Bakal Tinggal Kenangan, Ingat Lagi Sejarahnya Sebelum Dihapus

Kementerian BUMN Bakal Tinggal Kenangan, Ingat Lagi Sejarahnya Sebelum Dihapus

News | Jum'at, 26 September 2025 | 18:36 WIB

Kisah Haru Wanda Hamidah di Pelabuhan Sisilia: Berbagi Sedih dan Bahagia Demi Palestina

Kisah Haru Wanda Hamidah di Pelabuhan Sisilia: Berbagi Sedih dan Bahagia Demi Palestina

Entertainment | Kamis, 25 September 2025 | 16:04 WIB

Di BAP Sebut Patok Berada di Kawasan PT WKM, Saksi Berkelit, OC Kaligis: Ini Banyak Keterangan Palsu

Di BAP Sebut Patok Berada di Kawasan PT WKM, Saksi Berkelit, OC Kaligis: Ini Banyak Keterangan Palsu

News | Kamis, 25 September 2025 | 07:31 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB