Anggota DPR Desak 'Rebranding' Program Makan Bergizi: 'Gratis'-nya Dihapus, Konotasinya Negatif

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:12 WIB
Anggota DPR Desak 'Rebranding' Program Makan Bergizi: 'Gratis'-nya Dihapus, Konotasinya Negatif
Anggota DPR Irma Suryani Chaniago usulkan rebranding nama MBG menjadi makan bergizi dengan menghilangkan kata 'gratis'. [Tangkapan layar]
baca 10 detik
  • DPR usulkan hapus kata 'gratis' dari nama program makan bergizi.

  • Kata 'gratis' dinilai merendahkan program dan berkonotasi murahan atau berkualitas rendah.

  • Program ini harus dipandang sebagai investasi serius untuk IQ, bukan bantuan sosial.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengusulkan untuk melakukan re-branding program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghilangkan frasa 'gratis'.

Usulan tersebut disampaikannya terkait nomenklatur penamaan program tersebut dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, program yang dijalankan di era Pemerintahan Prabowo tersebut menekankan bahwa program tersebut merupakan investasi serius untuk masa depan bangsa.

"Makan bergizi gratis ini, sebaiknya yang gratisnya itu dihapus Pak. Makan bergizi saja. Nggak usah pakai gratis karena konotasinya negatif," ujar Irma dalam rapat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa niat di balik program penyediaan makanan bergizi adalah sangat luhur.

Sebab, hal tersebut berakar pada keinginan presiden dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

"Karena apa? Karena niat dari presiden niat dari pemerintah memberikan ini kepada anak-anak bangsa adalah niat yang sangat baik, yang sangat mulia untuk anak-anak bangsa ini punya IQ yang lebih tinggi dari yang ada sekarang," tegasnya.

Irma Suryani Chaniago berpendapat bahwa penghapusan kata 'gratis' akan lebih menonjolkan esensi program sebagai upaya serius dan strategis pemerintah dalam memperbaiki gizi anak-anak, yang pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan kecerdasan dan kualitas hidup generasi penerus bangsa. 

Sebelumnya diberitakan, program MBG dalam beberapa waktu belakangan menjadi sorotan warga lantaran banyak kasus keracunan di sejumlah SPPG.

baca juga

Terakhir kasus keracunan makanan MBG terjadi di SDN 01 Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa mendapat perawatan intensif.

Sementara berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari pada 23 September 2025, jumlah korban keracunan MBG mencapai sekitar 5.000 pelajar.

Dia menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Kementerian Kesehatan memiliki data yang berbeda-beda. Namun disebutnya angka masih memiliki kemiripin yakni berkisar 5.000 pelajar.

BGN misalnya, melaporkan terdapat 5.080 pelajar yang menjadi korban keracunan dengan 46 kasus. Sementara Kementerian Kesehatan mencatat 60 kasus dengan korban 5.207 orang.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatatkan 55 kasus dengan jumlah korban mencapai 5.320 pelajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Kasus Keracunan, Komnas PA Tolak Guru Jadi Bahan Uji Coba Sampel MBG

Marak Kasus Keracunan, Komnas PA Tolak Guru Jadi Bahan Uji Coba Sampel MBG

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:52 WIB

Gelar Aksi di Monas, Ibu-Ibu Kritik MBG: 8.649 Anak Keracunan Bukan Sekadar Angka Statistik!

Gelar Aksi di Monas, Ibu-Ibu Kritik MBG: 8.649 Anak Keracunan Bukan Sekadar Angka Statistik!

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:43 WIB

Respons Krisis MBG, Menkes 'Potong Birokrasi', Gandeng Mendagri untuk Fast-Track Sertifikat Higienis

Respons Krisis MBG, Menkes 'Potong Birokrasi', Gandeng Mendagri untuk Fast-Track Sertifikat Higienis

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:36 WIB

Terkini

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Aja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Aja!

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Dukungan MBG Masih Tinggi, 6178 Persen Responden Ingin Program Dilanjutkan

Dukungan MBG Masih Tinggi, 6178 Persen Responden Ingin Program Dilanjutkan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Kemensos dan CIMA Bahas Rencana Kolaborasi Fasilitasi Lulusan Sekolah Rakyat di Industri Maritim

Kemensos dan CIMA Bahas Rencana Kolaborasi Fasilitasi Lulusan Sekolah Rakyat di Industri Maritim

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:54 WIB

DPR Apresiasi Kinerja Polri Era Prabowo Tunjukkan Penegakan Hukum Tegas

DPR Apresiasi Kinerja Polri Era Prabowo Tunjukkan Penegakan Hukum Tegas

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Ledakan Wisata Era Prabowo: Perjalanan Turis Lokal Pecah Rekor 1,2 Miliar, Bali Juara Dunia Lagi

Ledakan Wisata Era Prabowo: Perjalanan Turis Lokal Pecah Rekor 1,2 Miliar, Bali Juara Dunia Lagi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Pasar Modal RI Lagi Gonjang-ganjing, Begini Penilaian ADB

Pasar Modal RI Lagi Gonjang-ganjing, Begini Penilaian ADB

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Capaian Dua Tahun Prabowo di Bidang Olahraga: Dari Rekor Dunia hingga Juara FIFA ASEAN Cup

Capaian Dua Tahun Prabowo di Bidang Olahraga: Dari Rekor Dunia hingga Juara FIFA ASEAN Cup

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Kadin Sebut Pemerintah Terlalu Optimistis soal Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Kadin Sebut Pemerintah Terlalu Optimistis soal Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Ingin Pensiun Bersama Persib Bandung, Perpanjangan Kontrak Marc Klok Ternyata Masih Abu-abu

Ingin Pensiun Bersama Persib Bandung, Perpanjangan Kontrak Marc Klok Ternyata Masih Abu-abu

Bola | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×