PPP Jabar Ungkap Blunder Fatal Amir Uskara Bikin Agus Suparmanto Melenggang Jadi Ketum

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:30 WIB
PPP Jabar Ungkap Blunder Fatal Amir Uskara Bikin Agus Suparmanto Melenggang Jadi Ketum
Ketua DPW PPP Jawa Barat Pepep Saepul Hidayat. (ANTARA/Ricky Prayoga)
  • Aksi walk out yang dilakukan pimpinan sidang Amir Uskara saat Muktamar X PPP ricuh disebut menjadi penyebab 
  • Kericuhan dipicu oleh protes peserta muktamar terhadap kepemimpinan Amir Uskara yang dinilai tidak akomodatif
  • Kubu Agus Suparmanto mengklaim keterpilihannya sah karena sidang dilanjutkan oleh pimpinan lain 

Suara.com - Tabir di balik kemunculan nama mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Ancol mulai tersingkap. Aksi Wakil Ketua Umum PPP periode sebelumnya, Amir Uskara, yang memilih meninggalkan ruang sidang (walk out) saat suasana memanas disebut menjadi blunder fatal yang membuka jalan bagi kubu lawan.

Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, secara blak-blakan mengungkap kronologi yang menurutnya menjadi penyebab utama munculnya dualisme kepemimpinan di partai berlambang Ka'bah tersebut. Menurutnya, terpilihnya Agus Suparmanto adalah konsekuensi langsung dari keputusan Amir Uskara yang meninggalkan forum.

"Tentu kami menyayangkan kericuhan yang terjadi. Tapi perlu dipahami, muktamar adalah satu rangkaian proses. Nah kenapa pak Agus Suparmanto jadi Ketua Umum, karena setelah dinamika yang terjadi, pimpinan sidang yang awalnya dipimpin oleh Pak Amir Uskara meninggalkan tempat sidang, sementara sebagian besar muktamirin masih bertahan," kata Pepep dalam sebuah telewicara di Bandung, Rabu (1/10/2025).

Pepep membeberkan bahwa kepemimpinan Amir Uskara saat memimpin sidang pada Sabtu (27/9) memang sudah dipersoalkan oleh sebagian besar peserta. Berbagai interupsi dan masukan dari para pemilik suara diduga tidak diakomodir, termasuk usulan krusial agar pimpinan sidang diserahkan kepada Ketua atau Sekretaris Steering Committee (SC).

Situasi semakin tak terkendali hingga memicu kericuhan. Aksi lempar kursi pun tak terhindarkan, yang puncaknya membuat Amir Uskara dan jajaran pimpinan sidang lainnya memilih untuk angkat kaki dari ruangan.

Momen kosongnya kursi pimpinan sidang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh peserta yang masih bertahan. Mereka menganggap forum masih sah untuk dilanjutkan.

"Karena itu (Amir Uskara meninggalkan ruangan sidang), sesuai ketentuan bahwa pimpinan sidang bisa diambil alih oleh DPP, maka peserta Muktamar mendaulat pimpinan DPP lain untuk melanjutkan sidang dengan agenda Perubahan AD/ART, Laporan Pertanggungjawaban DPP, hingga pemilihan ketua baru," ujar Pepep sebagaimana dilansir Antara.

Pepep menegaskan bahwa sidang yang dipimpin Amir Uskara sebelumnya belum sampai pada tahap pengambilan keputusan soal ketua umum, termasuk penetapan untuk kubu Mardiono.

"Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa Ketua Umum sudah ditetapkan di paripurna pertama, itu membingungkan," ucapnya.

Setelah ditinggal Amir Uskara, sidang diambil alih oleh sejumlah tokoh dari unsur SC dan OC, di antaranya Qoyum Abdul Jabbar, Komarudin Tahir, dan Rusman Yakub. Forum yang diklaim masih kuorum inilah yang kemudian secara aklamasi menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP yang baru.

Pepep mengklaim bahwa proses tersebut sah dan dapat dipertanggungjawabkan karena dihadiri oleh mayoritas pemilik suara yang sah.

"Mayoritas peserta masih ada. Sekitar 75 persen pemegang suara sah tetap hadir di ruangan," tutur Pepep.

Seperti diketahui, Muktamar X PPP yang digelar di Ancol, Jakarta, pada 27-29 September 2025, berakhir dengan perpecahan. Dua kubu sama-sama mengklaim kemenangan aklamasi, yakni kelompok Plt Ketua Umum PPP Mardiono dan kelompok Agus Suparmanto, yang memicu babak baru dualisme di tubuh partai Islam tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Lambang Kakbah di Logo PPP, Muncul Wacana Mau Diganti

Sejarah Lambang Kakbah di Logo PPP, Muncul Wacana Mau Diganti

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:15 WIB

Menteri Hukum Ultimatum PPP: Selesaikan Masalah Internal atau AD/ART Jadi Penentu

Menteri Hukum Ultimatum PPP: Selesaikan Masalah Internal atau AD/ART Jadi Penentu

News | Selasa, 30 September 2025 | 23:55 WIB

Siapa Ketum PPP yang Sah? Pemerintah akan Tentukan Pemenangnya

Siapa Ketum PPP yang Sah? Pemerintah akan Tentukan Pemenangnya

News | Selasa, 30 September 2025 | 23:00 WIB

Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!

Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!

News | Selasa, 30 September 2025 | 14:20 WIB

Terpuruk Pasca-Muktamar, Mampukah PPP Buktikan Janji Politiknya? Pengamat Beberkan Strateginya

Terpuruk Pasca-Muktamar, Mampukah PPP Buktikan Janji Politiknya? Pengamat Beberkan Strateginya

News | Senin, 29 September 2025 | 23:30 WIB

Masa Depan PPP Suram? Pengamat: Di Mata Rakyat 'Mengurus Partai Saja Tidak Becus'

Masa Depan PPP Suram? Pengamat: Di Mata Rakyat 'Mengurus Partai Saja Tidak Becus'

News | Senin, 29 September 2025 | 18:41 WIB

Muktamar X PPP Ricuh dan Saling Klaim Jadi Ketum, Pakar: Partai Tua Tapi Belum Dewasa

Muktamar X PPP Ricuh dan Saling Klaim Jadi Ketum, Pakar: Partai Tua Tapi Belum Dewasa

News | Senin, 29 September 2025 | 17:47 WIB

Terkini

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:50 WIB

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:59 WIB

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB