Asosiasi Sopir Logistik Curhat ke DPR: Jam Kerja Tak Manusiawi Bikin Penggunaan Doping dan Narkoba

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:57 WIB
Asosiasi Sopir Logistik Curhat ke DPR: Jam Kerja Tak Manusiawi Bikin Penggunaan Doping dan Narkoba
Asosiasi sopir logistik mengungkapkan keluhan serius mengenai kondisi kerja yang dinilai tidak manusiawi kepada pimpinan DPR RI dan pemerintah dalam sebuah audiensi pada Rabu (1/10/2025) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Sejumlah sopir ekspedisi melaporkan bahwa jam kerja mereka tidak manusiawi.
  • Ika menegaskan bahwa beban kerja yang tidak proporsional ini berdampak langsung pada keselamatan di jalan.
  • RBPI berharap pemerintah segera merancang program pelatihan vokasi khusus untuk sopir logistik guna meningkatkan profesionalisme dan keahlian mereka.

Suara.com - Asosiasi sopir logistik mengungkapkan keluhan serius mengenai kondisi kerja yang dinilai tidak manusiawi kepada pimpinan DPR RI dan pemerintah dalam sebuah audiensi pada Rabu (1/10/2025) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Jam kerja yang sangat panjang dan minimnya waktu istirahat disebut-sebut menjadi pemicu banyak sopir terpaksa mengonsumsi doping bahkan narkoba demi menjaga stamina saat bertugas.

Ketua Umum Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI), Ika Rostianti, menjelaskan bahwa sopir logistik harus menempuh perjalanan jauh seperti Jakarta-Surabaya dalam waktu 14 jam, sebuah durasi yang sangat berbahaya dan di luar batas kemampuan manusia.

"Teman-teman dari beberapa ekspedisi melaporkan bahwa jam kerja mereka tidak manusiawi. Dari Jakarta ke Surabaya itu 14 jam, dan itu sangat berbahaya," kata Ika dalam audiensi.

"Setelah itu hampir sebagian sopir logistik itu memakai doping, memakai narkoba. Sekarang enggak masuk akal soalnya Jakarta-Surabaya bisa 14 jam," sambungnya.

Ika menegaskan bahwa beban kerja yang tidak proporsional ini berdampak langsung pada keselamatan di jalan.

Ia mengaku hampir setiap minggu harus menangani 7 hingga 8 laporan kecelakaan yang menimpa anggotanya di sektor logistik.

Selain jam kerja, Ika juga menyoroti ketiadaan pelatihan dan standar kompetensi yang memadai bagi sopir logistik di Indonesia.

Menurutnya, banyak perusahaan merekrut sopir hanya berdasarkan kemampuan dasar mengemudi, tanpa bekal keahlian teknis maupun etika berkendara yang mumpuni.

baca juga

"Asal bisa bawa mobil maju mundur antar barang itu boleh jadi sopir. Kita enggak punya standar kompetensi hari ini, bagaimana beretika di jalan, bagaimana membawa kendaraan, merawat, itu semua hanya pengalaman di lapangan," keluhnya.

RBPI berharap pemerintah segera merancang program pelatihan vokasi khusus untuk sopir logistik guna meningkatkan profesionalisme dan keahlian mereka.

"Kalau tidak salah, tahun ini di Kemenhub sudah ada departemen vokasi ya Pak? Kami mau dilatih juga, karena selama ini sopir ini enggak pernah dilatih," kata Ika.

Masalah jaminan sosial juga menjadi perhatian utama. Ika mengeluhkan bahwa sopir logistik sebagai pekerja informal belum mendapatkan jaminan sosial yang memadai dari perusahaan, jauh tertinggal dibandingkan pengemudi ojek atau taksi online yang mulai mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

"Pekerja informal seperti sopir logistik tidak mendapatkan jaminan sosial dari perusahaan. Kami cukup iri dengan teman-teman online, karena pemerintah seperti memberikan perhatian lebih. Padahal sopir logistik itu risikonya lebih besar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Veloz Tabrak Toko Buah Segar! Pengemudi Wanita 41 Tahun Jadi Sorotan

Detik-detik Veloz Tabrak Toko Buah Segar! Pengemudi Wanita 41 Tahun Jadi Sorotan

News | Selasa, 30 September 2025 | 20:14 WIB

Bukannya Menolong, Pria Ini Kepergok Curi Lampu Bus Kecelakaan dan Reaksinya Bikin Geram

Bukannya Menolong, Pria Ini Kepergok Curi Lampu Bus Kecelakaan dan Reaksinya Bikin Geram

News | Selasa, 30 September 2025 | 12:04 WIB

DPRD DKI Soroti Tiga Kecelakaan Transjakarta: Ada Bolong-Bolong di Pengawasan

DPRD DKI Soroti Tiga Kecelakaan Transjakarta: Ada Bolong-Bolong di Pengawasan

News | Kamis, 25 September 2025 | 13:25 WIB

Siapa Suami Nadya Almira? Eks Artis FTV Hijrah, Kasus 13 Tahun Lalu Kembali Disorot

Siapa Suami Nadya Almira? Eks Artis FTV Hijrah, Kasus 13 Tahun Lalu Kembali Disorot

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 11:40 WIB

Perjalanan Hijrah Nadya Almira, Kasus Kecelakaan 13 Tahun Silam Kembali Jadi Sorotan

Perjalanan Hijrah Nadya Almira, Kasus Kecelakaan 13 Tahun Silam Kembali Jadi Sorotan

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 09:18 WIB

Terkini

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:34 WIB

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:30 WIB

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:27 WIB

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:14 WIB

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

×