DPRD DKI Soroti Tiga Kecelakaan Transjakarta: Ada Bolong-Bolong di Pengawasan

Vania Rossa, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 25 September 2025 | 13:25 WIB
DPRD DKI Soroti Tiga Kecelakaan Transjakarta: Ada Bolong-Bolong di Pengawasan
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
baca 10 detik
  • DPRD DKI menilai tiga kecelakaan Transjakarta sepanjang September tidak bisa dianggap wajar.
  • Evaluasi menyeluruh diminta terhadap operator, armada, pengemudi, hingga sertifikasi.
  • Target perbaikan diarahkan untuk meminimalkan kecelakaan, bahkan mencapai zero accident.

Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, menilai tiga kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta sepanjang September tidak bisa dianggap wajar.

Ia pun menyebut dewan bersama Pemprov akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak terkait.

“Apalagi khususnya yang terakhir ini kan tiga kali berturut-turut di bulan September ya, itu kan kejadian yang kita tentu nggak akan anggap wajar,” ujar Ade kepada wartawan, Kamis (25/9/2025).

Ade menjelaskan, pemanggilan Transjakarta dan operator dalam rapat Komisi B DPRD DKI tanggal 23 September lalu bukan hal baru. Menurutnya, rapat seperti ini sudah sering dilakukan setiap kali ada kecelakaan. Namun, kali ini atensi lebih besar diberikan lantaran kecelakaan terjadi beruntun.

“Makanya kita undang, itu bagian dari atensi kami. Yang kedua memang kita juga jadi sebagai bagian dari fungsi kami sebagai dewan untuk melakukan pengawasannya,” ujarnya.

Komisi B disebut Ade menyoroti banyak hal mulai dari pengelolaan operator, armada, hingga pengemudi. Ade menyebut, hasil pembahasan menunjukkan masih ada celah yang perlu diperbaiki.

“Memang ada bolong-bolong ya, makanya tadi kenyataan keluar bahwa untuk jalanan yang seperti koridor busway gitu, memang dia harus ada pengawasan, karena kecenderungannya pertama steril, yang kedua dari sisi pengemudinya tingkat konsentrasi di jalur koridor itu lebih membutuhkan konsentrasi yang lebih dibandingkan jalan yang biasa,” jelasnya.

Ade menegaskan, perlunya aturan khusus terkait pengemudi, armada, dan sertifikasi. Ia menekankan, evaluasi mendalam harus segera dilakukan agar pelayanan transportasi publik tidak terganggu.

“Terkait dengan pengemudinya, terkait dengan armadanya, yang kemudian tadi disebutkan sertifikasinya, dan seterusnya, itu harus dilakukan evaluasi yang sangat mendalam,” kata dia.

baca juga

Menurut Ade, instrumen pengawasan seperti pemeriksaan armada dan kesiapan pengemudi setiap hari wajib dijalankan operator. Ia juga menyinggung peran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang sudah memberikan rekomendasi perbaikan.

“Instrumen-instrumen itu memang harus, bukan sekadar diawasi, tapi juga memang mesti dilihat lagi, dicek lagi, karena kemarin kan setelah kecelakaan ini kan KNKT kan juga memberikan pendampingan, dan memberikan supervisi, dan beberapa hal direkomendasikan memang perlu ada semacam perbaikan-perbaikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ade menyebut faktor eksternal juga berkontribusi terhadap kecelakaan. Salah satunya pengendara motor yang menerobos jalur busway hingga memicu pengemudi Transjakarta panik.

“Kan ada juga kecelakaan ini karena pengemudi motor, yang ada di sekitar dari bus, yang nyerobot dan akhirnya membuat salah satu kecelakaan, karena membuat pengemudi jadi panik dan akhirnya menabrak,” tuturnya.

Ia menambahkan, kualitas pengemudi kendaraan pribadi juga perlu ditingkatkan, misalnya melalui uji SIM yang lebih ketat. Untuk itu, peran kepolisian dinilai penting meski bukan ranah DPRD.

“Ya memang itu sebenarnya di luar ranah saya, tapi memang faktor-faktor yang akan menimbulkan kecelakaan di lapangan semestinya memang semua terlibat ya. Pihak kepolisian dalam mengatur, tapi kami juga memahami di lapangan polisi pasti juga di segi-segi personil terbatas,” kata Ade.

Meski begitu, DPRD tetap meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Ade menegaskan, targetnya adalah meminimalkan kecelakaan, bahkan kalau bisa mencapai zero accident.

“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi, atau minimal lah kecelakaan itu terjadi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPRD Dorong Pasar Jaya Bangun Hunian di Atas Pasar untuk Atasi Krisis Perumahan Jakarta

DPRD Dorong Pasar Jaya Bangun Hunian di Atas Pasar untuk Atasi Krisis Perumahan Jakarta

News | Kamis, 25 September 2025 | 05:02 WIB

Tiga Kecelakaan dalam Sebulan, DPRD DKI Minta Sertifikasi Sopir Transjakarta Diperketat

Tiga Kecelakaan dalam Sebulan, DPRD DKI Minta Sertifikasi Sopir Transjakarta Diperketat

News | Rabu, 24 September 2025 | 04:14 WIB

Tiga Kecelakaan dalam Sebulan, Transjakarta Akan Terapkan Tes Psikologi Lanjutan untuk 11 Ribu Sopir

Tiga Kecelakaan dalam Sebulan, Transjakarta Akan Terapkan Tes Psikologi Lanjutan untuk 11 Ribu Sopir

News | Rabu, 24 September 2025 | 04:30 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×