Shutdown AS Terjadi Lagi! Inilah 7 Fakta Penting yang Harus Anda Tahu

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:56 WIB
Shutdown AS Terjadi Lagi! Inilah 7 Fakta Penting yang Harus Anda Tahu
Presidan AS, Donald Trump [Instagram/realDonaldTrump]

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami shutdown (penghentian sebagian operasi) setelah Senat gagal meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Belanja tahunan pada Selasa (30/9) malam.

Sejak 1 Oktober, aktivitas pemerintahan berhenti karena adanya perdebatan di internal senat.

Politisi Partai Republik menuding Partai Demokrat sebagai pihak yang menolak memberikan dukungan pada RUU tersebut. Sebaliknya, Demokrat balik menyalahkan kelompok konservatif itu.

Hasil voting menunjukkan 55 senator mendukung dan 45 menolak. Namun jumlah itu tetap kurang dari 60 suara yang dibutuhkan agar RUU bisa disahkan.

Dampaknya, sejumlah kantor pelayanan publik, museum, serta taman nasional harus ditutup sementara. Pegawai federal yang dianggap non-esensial juga dirumahkan tanpa menerima gaji.

Meski begitu, instansi yang dinilai vital untuk keamanan masyarakat dan perlindungan aset tetap berfungsi seperti biasa.

1. Kapan Shutdown Pertama Pemerintah AS?

Shutdown Pertama Pemerintah AS
Shutdown Pertama Pemerintah AS

Fenomena shutdown bukanlah hal baru di Amerika Serikat. Sejak 1976, kondisi ini sudah terjadi sebanyak 21 kali.

Shutdown perdana berlangsung selama 12 hari ketika Presiden Gerald Ford menjabat.

baca juga

2. Shutdown Terlama di Era Donald Trump

Rekor terlama terjadi pada masa pemerintahan pertama Donald Trump, yaitu 2018–2019, yang berlangsung selama 35 hari. Penyebab utamanya adalah perselisihan mengenai pembangunan tembok perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko.

3. Pertarungan Politik Demokrat vs Republik

Setiap kali terjadi shutdown, faktor utamanya selalu karena konflik antara Partai Demokrat dan Partai Republik terkait pengesahan RUU pendanaan.

Contohnya kali ini, kubu Republik berjanji akan terus melakukan pemungutan suara sampai Partai Demokrat menyetujui RUU tersebut sehingga pemerintahan bisa kembali berjalan normal.

4. Momentum Pemecatan Pegawai

Shutdown kali ini juga disebut-sebut bisa dimanfaatkan Trump untuk memberhentikan ribuan pegawai. Demokrat masih enggan menyetujui rancangan anggaran yang diajukan pemerintah.

Gedung Putih bahkan sudah meminta lembaga federal menyiapkan skema pemutusan hubungan kerja sementara (furlough) atau cuti tanpa bayaran selama penutupan berlangsung.

Dalam sebuah memo yang diperoleh AFP, Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) menyarankan agar lembaga federal menggunakan momen ini untuk mempertimbangkan penerapan Reduction in Force (RIF) bagi pegawai mereka.

Langkah tersebut menambah beban pegawai pemerintah, apalagi setelah adanya pemangkasan massal sebelumnya yang dilakukan melalui Kementerian Efisiensi Pemerintah (DOGE) awal tahun ini.

5. Perselisihan Akibat Kebijakan Tambahan (Rider)

Sering kali pemerintah memasukkan aturan atau kebijakan tambahan dalam RUU anggaran, yang disebut sebagai rider atau amendment. Bila kebijakan tambahan ini menimbulkan kontroversi, perdebatan bisa berujung pada penghentian pemerintahan.

Misalnya, shutdown tahun 2013 dipicu oleh konflik terkait kebijakan kesehatan dan pemotongan anggaran tertentu.

6. Penolakan Pemotongan Anggaran (Rescission)

Ada kalanya Presiden mengusulkan pemangkasan dana setelah anggaran disetujui Kongres melalui mekanisme rescission. Jika usulan itu ditolak, gesekan politik bisa memicu terjadinya shutdown.

7. Gagalnya Resolusi Sementara (Continuing Resolution/CR)

Ketika negosiasi anggaran tahunan tidak rampung tepat waktu, biasanya Kongres mengesahkan continuing resolution (CR) untuk memperpanjang pendanaan sementara.

Namun jika CR gagal disepakati, pemerintah otomatis tidak memiliki alokasi dana yang sah sehingga terjadi shutdown.

Secara garis besar, penyebab shutdown pemerintah Amerika Serikat berkaitan erat dengan perbedaan pandangan politik, kebuntuan dalam pembahasan anggaran, serta tarik-menarik kebijakan.

Setiap kali Presiden dan Kongres, atau antarfraksi di Kongres, gagal mencapai kompromi, shutdown menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan. Memahami faktor-faktor ini membantu kita melihat gambaran lebih luas tentang dinamika politik di Negeri Paman Sam.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pergerakan IHSG Hari Ini: Pasar Diuji, Faktor-faktor Ini Mungkin Jadi Penentu

Pergerakan IHSG Hari Ini: Pasar Diuji, Faktor-faktor Ini Mungkin Jadi Penentu

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 10:13 WIB

Sudah Tahu? Begini Cara Simpan Semua Tab Chrome Sekaligus Sebelum Shutdown

Sudah Tahu? Begini Cara Simpan Semua Tab Chrome Sekaligus Sebelum Shutdown

Your Say | Kamis, 29 Mei 2025 | 06:06 WIB

Cara Aktifkan Shutdown Confirmation di Xiaomi, Makin Aman Saat Matikan HP

Cara Aktifkan Shutdown Confirmation di Xiaomi, Makin Aman Saat Matikan HP

Tekno | Rabu, 18 September 2024 | 14:32 WIB

Amerika Serikat Shutdown Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Dampaknya

Amerika Serikat Shutdown Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Dampaknya

News | Selasa, 26 September 2023 | 16:50 WIB

Nissan Menilai Kebijakan Pemerintah Amerika Serikat Soal Kredit Mobil Listrik Cukup Rumit

Nissan Menilai Kebijakan Pemerintah Amerika Serikat Soal Kredit Mobil Listrik Cukup Rumit

Otomotif | Senin, 05 September 2022 | 15:40 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×